Makassar The Sailor City

Makassar The Sailor City

Foto dan Teks Barry Kusuma

Kota Makasar adalah salah satu kota yang berpengaruh di Indonesia dari dahulu kala sampai sekarang, Sejak abad ke 16 kota Makassar menjadi pusat perdagangan yang sangat dominan di Indonesia. Khususnya daerah timur, dan kemudia kota ini mennjadi salah satu kota yang terbesar di Asia Tenggara, Makassar dapat maju dan tumbuh berkembang pada saat itu karena Raja – raja makasar menetapkan kebiijakan perdagangan bebas yang ketat, dimana para pedagang yang ke Makassar berhak melakukan perdagangan yang bebas disana. Dan penguasa pada saat itu menolak VOC(belanda) untuk memperoleh hak monopoli, tidak hanya itu kota Makassar menjadi sangat independen karena didukung oleh pemerintahan Islam dengan dikelola sistem yang sangat baik, selain itu sikap toleran yang ditunjukkan Masyarakat Makassar terhadap agama lain. Walaupun Islam agama yang utama didaerah tersebut, pemeluk Agama Kristen dan pemeluk kepercayaan lain dapat berdagang dengan bebas diwilayah tersebut. Bahkan mereka dilindungi dan dijaga, karena hal ini yang menyebabkan Makassar menjadi pusat perniagaan penting bagi orang – orang melayu yang berada dikepulauan Maluku, dan menjadi tempat yang penting bagi pedagang – pedagang dari Eropa dan Arab.

Makassar juga mempunyai Pelabuhan yang sangat penting, sebagai tempat berlabuh dan tempat bertemunya para pedagang-pedagang dari berbagai macam penjuru. Pelabuhan ini sudah sangat terkenal sejak abad ke 16, tetapi pada saat itu belum mencapai kemajuan yang cukup berarti. Dan pelabuhan tersebut mencapai kemajuan yang signifikan setelah kerajaan Makassar menjadi kerajaan Islam dan menjadikan pelabuhan tersebut pelabuhan yang sangat terkenal dibenua timur dan Asia.

Pelabuhan yang sangat Terkenal yang sampai saat ini masih bertahan dan masih banyak aktivitasnya bernama Pelabuhan Paotere, pelabuhan ini terdapat dibagian utara kota Makassar yang merupakan bukti peninggalan kerajaan Gowa . pelabuhan ini berlokasi di kecamatan Ujung Tanah dan untuk mencapai kesana dari kota mencapai 20menit. Pelabuhan ini sangat terkenal karena pada abad 14 memberagkatkan 200 armada perahu phinisi ke Malaka. Sampai saat ini Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu rakyat seperti kapal Phinisi dan lambo. Dan saat ini juga menjadi pusat perdagangan nelayan dan masyarakat sekitar, disekitar jalan menuju pelabuhan ini banyak sekali toko toko yang menjual berbagai macam ikan, perlengkapan nelayan, dan restoran restoran khusus seafood.

Kota Makassar yang pernah bernama kota Ujung Pandang ini adalah wilayah kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo, yang terletak dipesisir pantai sebelah barat semenanjung sulawesi selatan. Pada awalnya merupakan kota yang kecil yang didiami oleh suku Makassar dan Bugis yang sangat dikenal oleh dunia sebagai pelaut yang handal dan ulung dengan perahu Phinisinya.

Seiring dengan majunya perkembangan Kota Makasar sebagai pusat perdagangan di Indonesia Timur, hal ini membuat VOC(belanda) semakin berambisi untuk merebut kota ini menjadi wilayahnya. Karena hak akan monopoli membuat belanda mempunyai keuntungan yang sangat besar. Perdagangan kota Makasar menurun seiring semakin kuatnya pengaruh dan peranan Belanda diwilayah tersebut, dan lama kelamaan mereka menerapkan monopoli perdagangan rempah rempah sesuai dengan keinginan mereka. Pada tahun 1667 Belanda dibantu oleh pangeran Bugis yang bernama Arung Palaka, menyerang dan merebut Makassar. Sehingga mereka menghapus status Makassar sebagai kota yang Independen menjadi dibawah Monopoli VOC ( belanda ). Sebelum belanda menduduki kota Makassar, para pedagang bebas berdagang dan mendapatkan perlindungan yang sama dari kerajaan. Ini merupakan puncak tertinggi dari masyarakat Madani, yang pada saat itu dipelopori oleh kerajaan Makassar.

Setelah Belanda menduduki kota Makassar, mereka membangun benteng yang untuk memperingati syarat perdamaian. Dan sebagai gudang rempah rempah dan pusat administrasi yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan kota Makassar, Benteng ini dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam. Benteng ini terletak di Kecamatan Ujung Pandang, benteng ini dinamai Fort Rotterdam karena untuk memperingati kota kelahiran sang pemenang perang Makassar yaitu Admiral Speelman. Setelah dirombak total pada tahun 1673 akhirnya benteng ini dibangun kembali dengan model benteng pertahanan. Dan selama 300 tahun benteng ini merupakan pusat Pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan, dan dibangun kembali gudang perdagangan, gudang senjata dan tentara. Serta kantor kantor administrasi belanda. Baru setelah tahun 1937 benteng ini diserahkan untuk keperluan sipil sebagai pusat budaya dan kesenian. Dan sampai pada saat ini benteng ini kita dapat menikmatinya setelah direhabilitasi dan sekarang tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang sangat menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam dan luar negeri.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

2 comments:

jonal said...

wah..jadi terkenang kota Makassar..
Ewako Makassar..!!!

Novia Rizky said...

Saya tertarik dengan informasi mengenai budaya diatas. Indonesia memang Negeri yang memiliki keanekaragaman budaya yang memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.Selain itu, tulisan diatas sangat menarik untuk dipelajari yang dapat menambah wawasan kita mengenai kebudayaan di lndonesia. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Explore Indonesia yang bisa anda kunjungi di Explore Indonesia