Gunung Papandayan Pesona Kayangan


Gunung Papandayan Pesona Kayangan

Foto dan teks Barry Kusuma

Menikmati pendakian Gunung Papandayan dengan pesona keindahan alam sangatlah menakjubkan, Gunung Papandayan merupakan Gunung paling selatan dari deretan Pegunungan yang menghampar dari selatan kota Bandung. Gunung Papandayan ini merupakan Gunung yang sangat populer, terkenal akan keindahan dan beberapa keunikan dari gunung Papandayan. Bagi para wisatawan yang ingin mendaki Gunung Papandayan ini, ada beberapa jalur yang dapat dilewati dan ditempuh. Yaitu dari Pengalengan dan Cisurupan kabupaten Garut.

Jika kita ingin mendaki lebih cepat bisa ditempuh dari Cisurupan, ini dikarenakan kondisi aspal yang sudah cukup baik dari bawahsampai puncak. Sehingga angkutan darat bisa mempercepat pendakian, tetapi jalan terhenti di alun alun Salada. Karena disini kita diharuskan untuk menyewa guide untuk menuntun kita untuk perjalanan selanjutnya, khususnya bagi yang belum pernah datang ke Gunung Papandayan. Selama dalam perjalanan mata kita menikmati keindahan alam, kita dapat melihat pohon yang hangus terbakar dan tanah yang mengeluarkan asap panas dicelah bebatuan gunung. Ditengah perjalanan dengan puncak gunung Papandayan, kita dapat menyaksikan keunikan dan fenomena alam. Yaitu semburan uap panas yang keluar dari perut bumi, kita bisa mengabadikan momen tersebut melalui foto. Tetapi hati hati akan tanahnya yang lembek dan labil, setelah itu kita akan melewati telaga warna. Danau alam yang berwarna hijau dan mengeluarkan bau gas yang sangat pekat. sesampai dipuncak gunung Papandayan ada perasaan senang setelah kita mencapainya, kita seolah olah berada diatas awan. Selain keindahan alam banyak flora yang terdapat dipuncak gunung Papandayan, yaitu bunga Edelweis, bunga yang tergolong langka dan hanya tumbuh ditempat tertentu dan diketinggian tertentu karena tidak setiap pegunungan ditumbuhi bunga yang dijuluki bunga Abadi ini. Yang tidak pernah layu dan memiliki aroma yang khas.

Tempat wisata ini banyak dikunjungi Wisatawan karena kita dapat mendaki turun dan naik selama satu hari saja, anda berangkat pagi-pagi sekali dari bandung. Dan setelah sampai anda mendaki sampai pada puncak gunung pada siang hari, setelah puas menikmati keindahan alamnya anda dapat kembali pada sore harinya. Sehingga sangat sesuai dengan rekreasi keluarga, peranan guide juga sangat dibutuhkan karena Gunung Papandayan masih tergolong gunung yang aktif. Gunung ini pernah meletus beberapa waktu yang lalu dan mengeluarkan awan panas yang cukup tebal, sehingga merusak habitat flora dan fauna disekitar gunung tersebut. Kerusakan yang terjadi oleh letusan Gunung Papandayan membuat keunikan sendiri terhadap pemandangan Gunung Papandayan tersebut, jika anda kebandung atau garut. Jangan lewatkan wisata Alam nan indah ini.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

9 comments:

Amelia Fauzia said...

Bagus sekali foto2 dan narasi cerita di blog ini. Salut! Apalagi kalau ada tips2 untuk turis seperti di posting ttg papandayan ini. Saya link ke blog saya bolehkan...?

AriEs said...

Wah, jadi ingat masa kecil di Garut. Lumayan sering main ke kawah Papandayan. Pernah tisoledat waktu mau nyebaring sungai. Pernah juga pas ada kejadian anak pramuka maot.

farid said...

Wah disini keliahatan biru ya danaunya, sama dengan tujuh belas agustus 2007 silam, tapi sayang baru aja kemaren tanggal17 Mei 2008 gw ke sana eh sudah coklat lagi warnanya, dan rongga-rongga tempat kepulan asap keluar ternyata sudah semakin banyak bro !, dah nengokin lagi belom neh ???, kalo belom tengok deh ke sono

alambudaya said...

boleh kok dilink ke blog mba amel,terima kasih sudah berkunjung.

alambudaya said...

wah sayang ya warna lagi coklat, mungkin pengaruh musim. perlu nih tengokin kesana lagi, terima kasih infonya mas farid.

farid said...

iya dunk tengokin lagi ke sana, sekalian aku tambahin info bahwa di sana lagi sepi, terakhir aku ke sana cuma ada 1 warung yang buka. Pos informasi dan pos center papandayan pun tutup, yang buka cuma pos ( tempat nongkrongnya ) jagawana, itupun kalo dah jam 5 orangnya pulang. Selidik punya selidik ternyata sepinya itu di karenakan issu yang hangat tentang bertambahnya aktifitas papandayan, padahal kalo kita ke sana ya keliahatan ga terlalu amat seh, so kesimpulannya dari kemaren kami ke sana itu masih belom bisa di sebut kritis ko, Fine-Fine aja, cuma issu nya aja yang kenceng sampe ke telinga Foresters ataupun bule-bule.

alambudaya said...

wah2 mudah2an informasi mas farid membuat traveler ga usah worried kesana, dan biar makin banyak kesana.thanks infonya mas farid, lagi cari long weekend ni pas kebandung dan mampir kesana.

dede said...

wiiih. trakhir dhe kesana itu lebaran kemaren.... lumayan lah.
tar kapan2 kita ktemuan disana yaaaa.

rita said...

boleh minta nomor contact guide di papandayan?
terima kasih : )