Pantai Balanan, Surga Tersembunyi di Baluran.


 
Bagi banyak orang Baluran merupakan destinasi yang sebenarnya cukup mainstream, tetapi begitu luasnya area taman nasional ini sebenarnya banyak sekali spot spot yang belum pernah diexplore dan perawan. Salah satu spot yang belum banyak dieksplore adalah pantai Balanan, memang spot ini masih belum untuk umum karena aksesnya yang cukup sulit dan saya ikut patroli ranger agar bisa kesini.

Wisata pantai Balanan di Taman Nasional Baluran merupakan salah satu destinasi wisata yang letaknya ada di desa Wonorejo kecamatan Banyu Putih kabupaten Situbondo. Destinasi wisata yang satu ini memang selalu ramai, terutama pada akhir pekan. Hal ini karena pantai Balanan sendiri menawarkan keindahan pantai yang mampu menghilangkan semua kejenuhan dan rasa stress dari aktivitas sehari-hari. Bagi Anda yang kebetulan berkunjung ke daerah Situbondo, tak ada salahnya mengunjungi destinasi wisata pantai yang satu ini.
 
Video Balanan by Barry Kusuma & Yulianus Ladung

Selain menyajikan pemandangan pantai yang masih bersih, indah, dan asri, tujuan wisata ini juga memiliki daya tarik berupa ramahnya penduduk sekitar. Hal ini karena di area sekitar pantai Balanan di Taman Nasional Baluran terdapat beberapa wilayah yang juga dihuni oleh penduduk.

Untuk keindahan pantainya, di sini Anda dapat menikmati indahnya pasir putih yang terdapat di pantai Balanan. Keindahan tersebut disempurnakan dengan birunya warna air laut sehingga Anda pun dapat melihat pemandangan di bawah air dengan sangat jelas. Tak hanya itu saja, di sekitar pantai Balanan juga terdapat padang savana yang dapat digunakan untuk berjalan-jalan.
 

Daya tarik lain dari pantai Balanan adalah terdapat sentigi yang merupakan salah satu jenis mangrove langka, yang apabila dijual harganya dapat mencapai jutaan rupiah. Sebagai spesies tanaman yang sangat langka, tak heran banyak penebangan liar oleh orang-orang kurang bertanggung jawab terhadap sentigi tersebut. Hal ini karena kayu sentigi biasanya digunakan sebagai gagang pedang, keris, dan sebagainya. Untuk itu, pemerintah daerah Taman Nasional Baluran akan benar-benar secara ketat mengawasi aktivitas mencurigakan di area tumbuhnya kayu sentigi agar tidak dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Selain bermain di sekitar pantai, ada beberapa kegiatan wisata yang dapat Anda lakukan di pantai Balanan di Taman Nasional Baluran. Pertama adalah berjemur. Ini adalah aktivitas yang sangat mainstream dilakukan ketika berwisata ke pantai. Biasanya, wisatawan yang suka berjemur adalah wisatawan dari luar negeri. Bagi Anda yang ingin berjemur di area pantai, pastikan menggunakan sun block agar kulit tidak terlalu terbakar paparan sinar matahari.

Di sini, tak sedikit wisatawan yang melakukan snorkling. namun kondisi pantai Balanan sangat mendukung untuk melakukan aktivitas tersebut. Jadi Anda sekaligus dapat mengabadikan indahnya pemandangan bawah laut pantai Balanan.

Sebagai destinasi yang belum banyak dikunjungi wisatawan, tentu saja fasilitas yang disediakan di pantai Balanan tidak ada infrastruktur dan benar benar alami.

Akses menuju Pantai Balanan ini kamu bisa berjalan kaki dari pantai Bama menuju kearah kiri menyusuri pantai, cara lainnya adalah menggunakan motor trail. Tetapi perlu diingat akses menuju kesini masih belum dibuka untuk umum, sangat disarankan untuk ditemani ranger atau ketika mereka sedang berpatroli kita bisa membonceng mereka untuk menuju kesini. Saya ke Pantai Balanan dengan menggunakan motor trail sambil menemani ranger berpatroli, saya berangkat subuh subuh dan sampai sekitar jam 7 pagi. Jalan menuju kesini masuk kehutan dan lama perjalanan dengan motor sekitar 1 sd 2jam.

Memang Balanan destinasi yang belum tersentuh dan belum banyak orang yang kesini, saya harap destinasi ini tetap alami dan tetap terjaga alamnya.
 
Video Balanan by Barry Kusuma & Yulianus Ladung. 
 
Photography by Barry Kusuma
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).

Shirikawa Go: Desa Tradisional Jepang yang Bersejarah dan Indah.

Shirakawa go merupakan desa bersejarah di Jepang. Karena bersejarah maka desa ini dijadikan sebagai situs warisan dunia yang ada di Jepang. Lokasinya tepat berada di lembah sungai Shirakawa dan berada di perbatasan Prefektur Gifu dengan Toyama. UNESCO telah menetapkan desa ini sebagai warisan dunia tepatnya pada tahun 1995. Tidak hanya nilai sejarah saja yang tinggi namun juga sosialnya juga tinggi. Tidak hanya di Jepang saja perkampungan ini terkenal, namun sampai ke belahan dunia karena keindahan alamnya yang begitu menawan. Selain itu yang membuat desa ini terkenal karena banyaknya bangunan unik dan menyimpan sejarah tinggi bernama gassho-zukuri.

Shirakawa go ini berbeda dengan Gokayama. Meski kedua tempat ini sama-sama dijadikan sebagai situs warisan dunia namun kedua tempat ini berbeda. Banyak pengunjung yang menganggap kedua tempat ini sama. Memang lokasi kedua desa ini berdekatan, dan untuk menjangkau tempat ini bisa menggunakan jalur bus dari Kanazawa maupun dari Takayama. Desa ini dihuni oleh 1900 jiwa dan mereka tinggal di dalam bangunan yang unik bernama Gassho-zukuri. Pemandangan alam sangat indah di sini karena memang didominasi pegunungan dan juga perbukitan dengan persentase 96%, sedangkan sisanya digunakan sebagai lahan persawahan dan bercocok tanam. Saat musim salju, desa ini berubah menjadi hutan salju paling besar di dunia dan terbesar di Jepang. Oleh sebab itu suhunya bisa sangat dingin ketika musim salju tiba.

Untuk bangunan Gassho-zukuri ini bentuknya sangat mirip dengan tangan yang sedang berdoa. Atap yang tinggi dan juga lancip mirip dengan pemuka Budha saat melakukan doa. Bentuk atap ini memiliki fungsi dan tujuan yang penting dimana saat hawa dingin saat salju tiba. Salju bisa langsung turun ke bawah karena sudut kemiringan yang tinggi, sehingga atap rumah menjadi tidak terbebani dengan salju yang terlalu menumpuk. Keunikan lainnya adalah dibangun tanpa menggunakan paku. Desain arsitektur dari Gassho-zukuri sendiri dipuji oleh arsitek Jerman yang terkenal Bruno Taut. Bruno mengatakan jika daerah ini tidak seperti yang lainnya di Jepang, sebab arsitektur indah seperti di Shirakawa go tidak pernah dilihat sebelumnya.
Shirikawa Go Village, Video by Barry Kusuma.

Ketika memutuskan untuk berkunjung ke desa ini, hal pertama yang harus diketahui adalah rute menuju ke sana. Akan sangat menyulitkan jika rute yang diambil salah dan menjadi tersasar. Hal tersebut akan membuat tenaga, waktu dan budget yang dikeluarkan menjadi tidak efisien. Untuk menuju ke desa ini bisa dengan naik bus namun harus melakukan reservasi atau pemesanan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan bus yang menuju ke desa ini tidak selalu kosong. Bus yang bisa digunakan adalah bus Nohi yang bisa diakses dari Kanazawa. Dari Kanazawa perjalanan yang ditempuh selama 1 jam 30 menit, kemudian bus akan berhenti di halte yang ada di desa Shirakawa.

Selain menuju ke desa ini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Gokayama Yang harus diperhatikan adalah jam keberangkatan supaya tidak akan ketinggalan bus. Untuk menuju ke desa ini bisa berjalan ke pintu keluar sebelah timur stasiun Kanazawa. Sehingga jangan keluar dari pintu selain sisi timur stasiun. Agar bisa mendapatkan harga miring dianjurkan untuk membeli tiket pulang pergi dibandingkan dengan tiket satu arah. Tiket untuk perjalanan pulang berlaku sampai dengan 10 hari dihitung dari sejak melakukan perjalanan pertama. Hal ini akan menguntungkan karena menghemat waktu, dan budget. Untuk tiket satu arah menuju ke desa Shirakawa go harganya mulai dari 1.850 yen, sedangkan tiket pulang pergi mulai dari 3.290 yen.


Ada beberapa daya tarik yang bisa didapatkan dengan mengunjungi desa ini. Pesona atau daya tarik ini tidak akan ditemukan di daerah lain yang ada di Jepang. Oleh sebab itulah banyak wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata ini bersama keluarga atau dengan teman. Berikut ini adalah spot wisata di Shirakawa go yang menarik dan sayang dilewatkan:

Spot wisata menarik yang pertama tentu saja adalah mengunjungi rumah gassho-zukuri. Rumah ini menjadi daya tarik utama di desa ini. Sebelumnya diperkirakan ada 300 rumah gassho-zukuri yang ada di desa ini, sayangnya saat ini hanya tersisa tinggal 114 saja. Karena termasuk dalam desa yang bersejarah, maka tidak mengherankan jika gassho-zukuri ada yang berusia tua. Yang paling tua berumur 300 tahun dan sampai saat ini masih dihuni oleh warganya.


Spot wisata selanjutnya yang menarik di desa ini adalah museum Gassho-zukuri Minkaen. Museum ini terbuka karena direkonstruksi di lingkungan yang terbuka. Di museum ini pengunjung tidak hanya melihat rumah yang unik, namun juga bisa melihat langsung tempat penyimpanan biji-bijian. Ada juga kuil yang digunakan sebagai tempat untuk pemujaan. Yang menarik adaah adanya 9 bangunan yang menjadi properti budaya paling penting yaitu Gifu. Untuk bisa berkunjung ke museum harus disesuaikan dengan bulan kunjungan. Misalnya saja berkunjung di periode bulan desember sampai maret, jam kunjung setiap pukul 9 pagi sampai 4 sore waktu setempat. Museum juga tidak boleh dikunjungi pada hari Kamis di periode bulan tersebut.

Berwisata ke desa Shirakawa akan sangat disayangkan jika tidak mengunjungi tempat ini. Kanda house dan juga Wada house menjadi dua situs sejarah yang menarik dikunjungi. Di Kanda House pengunjung yang datang harus melepas alas kakinya dan masih boleh menggunakan alas kaki. Karena cuaca di Shirakawa cenderung dingin disarankan untuk menggunakan baju tebal dan kaos kaki yang tebal. Selain itu bangunan dari Kanda house ini terbuat dari kayu sehingga hawa dingin akan terasa sekali. Di dalam bangunan ada tungku perapian tradisional dan di sekelilingnya ada artefak bersejarah yang berhubungan dengan masyarakat Gifu pada masa lampau.


Rumah wada adalah bangunan bersejarah yang dibangun di tahun pertengahan antara 1603 sampai 1868. Saat ini Wada house dijadikan sebagai tempat tinggal. Selain itu pengunjung bisa melihat alat pernis, alat produksi sutra, manuskrip yang dipamerkan di Wada house. Di dalam rumah ini juga ada perapian yang akan menyala sepanjang tahun dimana bisa dijadikan sebagai spot berfoto, atau bersantai bersama dengan keluarga.

Berkunjung ke desa Shirakawa tidak akan terasa lengkap jika belum mencicipi kulinernya. Untuk mencicipi kulinernya bisa datang ke Satou restaurant yang letaknya tepat di depan halte Shirakawa go. Pendiri restoran adalah sepasang kakek nenek yang sangat romantis. Menu andalan yang bisa dipilih adalah paket Onigiri dengan harga mulai dari 800 sampai dengan 1000 yen yang jika dirupiahkan antara 80 ribu sampai dengan 110 ribu. Harga tersebut termasuk murah meriah selain itu rasa makanannya tidak kalah lezat dan disajikan dengan cara yang unik.
Shirikawa Go, Video by Barry Kusuma.
Photography by Barry Kusuma
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).
-->

Memotret Landscape dan Alam.

 
Punya hobby traveling? Pasti sering mengabadikan semua gambar yang kamu tangkap dengan kameramu dong? Lalu, apa bedanya fotografi landscape dengan fotografi travel? Sebenarnya, landscape photography termasuk ke dalam kategori travel photography, begitu pula dengan human interest, street photography, bahkan sport photography, karena kamu bisa menemukan semua unsur tadi saat kamu traveling.

Foto landscape sebenarnya adalah referensi bagi kita dan orang lain yang sedang menyimak foto kita. Untuk menghasilkan fotografi travel yang baik, jangan lupa siapkan kamera yang praktis dan ringan.
 

Landspace Fotografi identik dengan background, cobalah bereksperimen dengan menggunakan Foreground. Foreground, dalam bahasa Indonesia, berarti latar depan, adalah kebalikan dari background. Jika background terlihat di bagian belakang dari objek utama, maka foreground sudah pasti berada di bagian depan objek. Penempatan foreground diusahakan tidak sampai mengganggu objek utama, apalagi sampai menutupi penuh objek utama. Itulah mengapa benda foreground bisa ditempatkan pada sisi samping depan objek. Sama seperti penempatan background, foreground juga akan lebih menarik jika dijadikan blur dengan lensa tertentu (bukaan besar). Efek semacam ini menghasilkan point of interest yang lebih jelas pada objek utama.
 

Apa bedanya antara Frog Eye Angle dan Low Angle dalam Landscape fotografi?

Angle foto Frog Eye lebih menekankan sudut pandang sangat rendah dari objek foto utama, terkadang sampai rata dengan tanah. Kesan yang akan didapat adalah sudut pemandangan yang tidak biasa, terutama jika ingin menonjolkan kemegahan sebuah subyek foto. Sedangkan, Low Angle hanya memaksa kamu untuk sedikit jongkok ataupun sedikit merendahkan posisi tangan kamu saat memotret. Sekilas memang mirip dengan Frog Eye, namun tidak seekstrim itu.

Penggemar foto landscape menjadi biasanya pantai menjadi obyek favorit mereka. Menunggu matahari terbit atau tenggelam lalu memotret deburan ombak di pantai dengan teknik long exposure (dengan kecepetan shutter super lambat) menjadi aktivitas saat berburu foto.
 

Filter yang sering saya bawa traveling adalah CPL (Circular Polarizer) dan saya termasuk orang yang malas membawa bawa filter, karena fotografer biasanya membawa seabrek filter untuk memotret landscape. Tetapi buat kamu yang malas membawa filter tetapi ingin mendapatkan foto yang bagus, saran saya bawalah CPL selain ringkas juga tidak ribet.

Filter polarizer merupakan filter yang hanya akan menimbulkan efek tertentu jika arah cahaya sesuai dengan posisi kamera dan putaran filter. Jenis filter polarizer yang paling terkenal adalah CPL karena berbentuk bundar dan memiliki putaran filter sehingga muat di lensa. Walaupun filter ini teknisnya menggelapkan hasil jepretan satu stop, Filter polarizer dapat membuat langit jadi lebih biru tanpa harus banyak mengeditnya lagi dan menghilangkan pantulan cahaya pada air dan kaca sehingga kita dapat melihat dasar danau/laut.
 


Intinya filter CPL digunakan sebagai filter untuk menyerap cahaya, contohnya untuk mengurangi refleksi pada permukaan obyek foto. Dan meredam bagian over seperti awan yang putih, memotret pantai dan sangat berguna ketika memotret salju.

Bagaimana Filter Ini Bekerja

Dalam praktiknya, filter CPL (circular polarizing filter) sangat mudah digunakan. filter ini tersedia dalam berbagai macam ukuran diameter yang muat di hampir semua lensa. Pasang filter ini di depan lensa dan putar seperti memutar sekrup. Filter polarizer membatasi sebagian cahaya yang masuk ke lensa dan kamera. filter CPL diputar sehingga pantula cahaya yang masuk ke lensa berkurang.

Menghilangkan Refleksi dari Kaca

Filter polarizer (dari sini akan hanya ditulis polarizer) memang tidak bisa benar-benar menghilangkan refleksi dari kaca, akan tetapi filter ini sangat bisa mengurangi tingkat kejelasan objek yang tak diinginkan. Filter ini khususnya menjadi andalan para fotografer untuk memotret air. Pantulan atau refleksi di permukaan air yang sulit dihilangkan dengan editing biasanya diatasi menggunakan tambahan CPL. Kegunaan penting CPL lainnya yaitu untuk mengatur kontras. Biasanya foto yang dihasilkan tanpa polarizer tidak memiliki bayangan karena tertutup refleksi atau pantulan. Jadi, dengan menghilangkan refleksi maka bayangan yang lebih detil bakal tampak makin jelas di hasil foto. Bagaimanapun juga bayangan diperlukan untuk membuat foto lebih hidup dan tampak natural.
 
Ketika kita traveling, jangan terpaku pada tujuan, nikmati perjalanannya, karena, seringkali foto terbaik justru diperoleh saat kita sedang dalam perjalanan.
 
Photography by Barry Kusuma.
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).
 
 

Tips Menghemat Baterai Kamera.


Ketika sedang traveling, jangan terpaku pada tujuan, tapi nikmati perjalanannya. Seringkali foto terbaik justru diperoleh saat kita sedang dalam perjalanan. Teruslah memotret, momen terbaik kadang tidak datang dua kali.

namun kendala pada saat traveling masalah yang sering timbul adalah seringnnya baterai habis, Jika kamu sedang melakukan pemotretan saat traveling dan ternyata lupa membawa baterai cadangan, ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghemat daya baterai, seperti:

1. Jangan menggunakan flash internal. kebanyakan travelers ketika memotret dokumentasi dalam ruangan lebih sering menggunakan flash internal kamera, padahal flash internal kamera itu efektif memotret dalam jarak 1 meter saja, lebih dari 2 meter akan gelap. naikkan iso untuk foto dokumentasi, agar lebih menghemat baterei.

2. Jangan terlalu sering preview hasil foto yang kamu ambil. penyakit kebanyakan orang dalam memotret sedikit dikit langsung lihat preview kamera, entah karena tidak pede atau pingin berlama lama lihat foto narsis kita hehe. namum terlalu sering melihat preview hasil foto di kamera kita ternyata ini membuat baterei kita menjadi terkuras, selain ON dan OFF kamera ternyata pemakaian layar di kamera salah satu yang membuat boros baterei.

3. Jangan sering - sering menggunaan Live View mode, karena saat kita menggunakan mode ini, kamera akan mengalokasikan daya yang cukup besar untuk menampilkan gambar yang ditangkap sensor secara langsung di layar LCD. memang cara ini tidak cepat capek, tetapi kalau seharian ada event yang harus kita potret. lebih baik kamu OFF kan live view mode di kamera kamu.

4. Turunkan kecerahan layar kamera. terlalu terang layar membuat batere boros, turunkan kecerahan dan brightness kamu di kamera agar baterei tidak cepat habis.

5. Matikan fitur yang tidak terlalu penting, seperti wifi, image stabilizer, atau fitur lain. menurut pengalaman saya fitur image stabilizer di kamera itu sangat menguras baterei, image stabilzer ini berguna ketika memotret low light atau pada saat kamu mengambil footage video agar tidak shake. diluar fungsi ini kamu bisa mematikan fungsi image stabilizer.

6. Memotret momen yang menurut kamu penting saja. untuk memotret alam atau budaya mungkin harus memakai kamera mirrorless yang bagus, supaya gambarnya pun juga bagus. tetapi ketika memotret dokumentasi atau selfie cukup memakai smartphone kamu.

7. Membeli kamera yang punya fitur usb charging, memang terlihat sepele. namun jika kamu kehabisan baterei kamu bisa memanfaatkan powerbank untuk mencharge kamera.

Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer & Videographer).
http://www.barrykusuma.com (Inspiring Photos & Video through the Lens)

Pulau Salemo, Tempatnya Penghapal Al Quran Cilik.


Pulau Salemo adalah satu dari sekian pulau kecil yang berjejer di kepulauan Pangkep. Luas pulau yang kurang lebih hanya 10 Km2 ini sangat padat ditinggali oleh penduduk, dan mereka mayoritas muslim. Bahkan pulau ini kini sedang proses dicanangkan sebagai pulau santri Salemo oleh Pemda Pangkep. 

Dalam sejarah lisan, menurut orang tetua yang hidup di pulau ini, sebelum Indonesia merdeka, pulau ini menjadi pelabuhan. Ratusan perahu dagang phinisi milik para saudagar kaya yang bermukim di situ. Armada phinisi ini melayani perdagangan antar pulau Sulawesi – Kalimantan, Jawa, Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Manila.


Pulau ini juga menjadi salah satu pusat pengajaran ilmu-ilmu Islam di Sulawesi Selatan. Banyak alim ulama yang memilih tinggal ini dan menarik banyak murid dari berbagai penjuru, dari Mandar sampai Selayar, untuk belajar agama.

pernah memiliki pesantren terbesar di Sulawesi Selatan, tempat pengajian para ulama besar seperti Kh. Jamalludin Assaggaf Puang Ramma dan KH. Rahman Matammeng.

Mereka melakukan pengajian bercorak kulliyah d di rumah-rumah belasan Anre Guru, para alim ulama yang rata-rata lulusan Mekkah dan Medinah, dengan berbagai judul dan tingkatan kitab kuning ataupun hafalan Qur’an sebagai mata ajaran.


Salemo menjadi pesantren pulau’ itu berakhir ketika Salemo pernah dibom-- dibumiratakan oleh sekutu tahun 1945. Dan Salemo menjadi cerita pesantern pulai itu kini hanya menjadi cerita turun temurun para sepuh yang juga akan pergi satu per satu.

Ketika beberapa lalu memasuki pulau ini, tertulis anda memasuki kawasan nuansa Islam dan terlihat meriam besar di bawahnya. sana juga terdapat majsid yang cukup besar di sana dan pesantren penghapal alquran. Dalam setahun ini pesantren ini telah melahirkan dua anak salemo berusia 16 tahun telah tamat alquran.


Disini terdapat langgar yang mengajarkan anak anak kecil berumur 2 sampan 3 tahun untuk belajar membaca Al Quran sekaligus menghapalnya, sehingga banyak anak anak yang memasuki kelas 6 SD sudah menghapal ayat ayat Alquran. maka tidak salah jika pulau ini disebut sebagai Pulau penghasil penghapal Al Quran.


Text by Ayu Arman (Book Writer)
Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer & Videographer).
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
https://www.youtube.com/barrykusuma (Barry Kusuma Youtube Channel)

Bissu Penyambung Lidah Sejarah.



Di masa lalu di bumi Celebes Nusantara, hiduplah kaum yang dipercaya sebagai titisan Dewata. Mereka bukan pria, bukan pula wanita. Mereka adalah kaum bissu, kaum yang menjadi pemimpin spiritual dari era Bugis kuno. Kaum trans bergender non-biner yang mengabdi sebagai imam besar populasi Bugis setempat.

Keberadaan mereka tertera dalam naskah La Galigo.Kitab tertua kebudayaan Bugis, yang menyatakan peran penting Bissu untuk keberlangsungan kerajaan, terutama di era pra-Islam.

Seorang Bissu dipandang sebagai percampuran manusia dan dewa. Mereka mempraktikkan ritual spiritual ataupun penyembuhan saat upacara pernikahan serta menjelang musim panen. Sayangnya, pandangan positif terhadap Bissu itu mulai berubah beberapa dekade lalu, dan kini hampir punah.


Pangkajene Kepulauan atau dikenal dengan Pangkep ini, dan saya memotret alam dan budaya yang masih terjaga disini. kami berkunjung ke Rumah Arajang. Rumah tempat penyimpanan benda pusaka dari peninggalan Kerajaan Bugis. Di mana tempat Bissu tinggal.

Kami berbincang dengan dengan generasi Bissu ketujuh, Bissu Eka dan bissu Nani, sebagai prolog riset kami untuk memetakan sejarah, budaya dan alam kabupaten Pangkep. Bissu ini diterima di masyarakat Segeri Sulawesi Selatan, mereka masih menjaga tradisi ini pada saat sebelum membajak sawah dan ritual ritual tertentu didaerah ini. namun Bissu terancam punah, karena sedikitnya regenerasi.



Text by Ayu Arman (Book Writer)
Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer & Videographer).
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
https://www.youtube.com/barrykusuma (Barry Kusuma Youtube Channel)

4 Hari Mengexplore Baluran.


Biasanya orang mengunjungi Baluran cuma sehari, padahal untuk bisa menikmati satwa & keindahan Baluran tidak cukup 1 hari. Kita mengexplore TN Baluran selama 4 hari, ada banyak satwa dan tempat indah yg kita temukan.

Taman Nasional Baluran merupakan sebuah tempat wisata sekaligus sebagai taman nasional karena memiliki banyak sekali keaneragaman hayati maupun faunanya. Di tempat ini Anda bisa melihat pemAndangan yang sangat luas dengan hamparan seperti safari. Memang benar jika Baluran mirip sekali dengan Afrikan karena dari tanaman sampai binatangnya banyak yang mirip. Ada sekitar 444 spesies tumbuhan asli Indonesia, 23 jenis mamalia, dan 155 jenis dari burung. Layaknya tour ke Afrika, Anda bisa diantar oleh guide mengelilingi tempat ini dengan mobil SUV. Salah satu taman nasional terbesar di Indonesia ini memang dijaga ketat oleh pemerintah karena banyak hewan dan tanaman dilindungi tumbuh disini sehingga tidak jarang melihat ada patroli yang akan berkeliling menjaga daerah ini.

(VLOG) 4 Days Exploring Baluran. Video by Barry Kusuma


Untuk menuju ke Baluran bisa diakses dari kota lain seperti Surabaya atau lewat jalur selatan. Jika Anda memulai perjalanan dari Surabaya bisa mengambil rute melewati Probolinggo, Situbondo, lalu kemudia ke Banyuputih. Dari desa ini Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju desa Wongsorejo yang kemudian akan mengarah ke pintu masuk dari taman nasional ini. Ada juga rute yang bisa Anda tempuh jika Anda berawal dari Banyuwangi. Anda bisa mengarahkan kendaraan Anda menuju desa Batangan kemudian ke daerah Begol yang jarak tempuhnya bisa mencapai 47 KM. Untuk jalan yang menuju taman nasional ini memang sudah diperbaiki bahkan hampir sebagian besar sudah diaspal. Jalan ini yang akan memudahkan pengunjung untuk datang langsung mengunjungi satwa liar.
 

Dari jarak tempuh tersebut memang membutuhkan waktu yang lama namun itu tidak berarti karena perjalanannya yang ditempuh memiliki pemAndangan yang sangat bagus sekali. Kanan dan kiri jalan masih terbentang hutan yang luas dan beberapa kali Anda akan melihat rumah penduduk yang masih asli. Memang ketika liburan seperti ini akan lebih menyenangkan jika bisa menikmati perjalanannya. Sesampainya di tempat Anda akan diarahkan tentang tata cara masuk dan administrasinya kemudian bisa melanjutkan perjalanan yang tidak terlupakan.
 

Pemandangan memang boleh hamparan sabana yang luas namun binatang dan beberapa tanaman khas akan membuat suasana miripseperti Afrika. Anda tidak akan menemukan tempat wisata seperti ini di tempat lain karena hanya di Baluran Anda bisa menikmati liburan sepuasnya. Guide akan membimbing Anda menuju beberapa tempat yang menjadi persinggahan dari hewan tersebut sehingga bisa Anda gunakan sebagai spot foto yang tepat. Jika Anda menganggap Baluran sebagai tempat safari saja akan salah karena masih ada pantainya yang sangat menawan, bahkan masih sepi pengunjung. Anda bisa berkemah dan mendirikan tenda di sekitar daerah ini tentunya dengan pengawasan dari penjaga Taman Nasional Baluran tersebut.
 

Anda kini dapat menemukan tempat wisata yang sangat menyenangkan di ujung timur pulau Jawa. Masih banyak spot lain dari taman nasional ini yang memiliki spot tersembunyi yang belum diekspos. Anda wajib datang bersama dengan teman Anda atau mengikuti program tour guide yang diberikan oleh jasa travel. Memang seru sekali ketika datang dengan suasana safari yang indah ditambah bisa mengunjungi pantai yang masih alami. Jika Anda ingin menginap sebaiknya menelpon dahulu pada pihak pengelola Baluran perihal perijinannya karena memerlukan beberapa dokumen yang harus disiapkan.
 
 (VLOG) 4 Days Exploring Baluran. Video by Barry Kusuma
 
Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer & Videographer).
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
https://www.youtube.com/barrykusuma (Barry Kusuma Youtube Channel)

Uniknya Monyet Jepang bermuka merah yang suka sekali berendam di air Panas.


Mungkin kalian pernah melihat sampul majalah National Geographic yang sangat terkenal yaitu covernya monyet monyet Jepang yang punya muka merah sedang berendam bersama di onsen air panas, kelakuan mereka membuat kita yang melihat tertawa. karena tingkah polahnya sangat mirip dengan manusia, karena melihat cover di Natgeo itulah saya ingin sekali untuk mengunjungi mereka di Jigokudani monkey park.

Taman Monyet Jigokudani menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung dengan menyaksikan kera liar mandi di sumber mata air panas alami. Taman ini dihuni oleh Japanese Macaques yang juga dikenal sebagai kera salju karena terletak di habitat alami kera-kera tersebut, yaitu di lembah hutan Jigokudani di Yamanouchi, tidak jauh dari kota ‘onsen’ (tempat pemandian air panas) Shibu dan Yudanaka. Perjalanan mendaki yang ditempuh akn terbayar saat anda melihat puluhan monyet lucu berendam di pemandaian air panas di taman monyet Jigokudani.


Kera-kera biasanya berkumpul di sebuah kolam buatan dan orang-orang hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk berjalan ke tempat tersebut dari pintu masuk. Akan tetapi, pengunjung biasanya dapat menjumpai beberapa monyet selama perjalanan menuju kolam. Para monyet hidup secara berdampingan dalam satu kelompok besar dan kegiatan berinteraksi antara satu monyet dengan yang lain selalu menarik perhatian pengunjung. Kera-kera sudah terbiasa dengan kehadiran manusia di lingkungan mereka sehingga pengunjung dapat dengan leluasa mengamati mereka dari jarak dekat. Namun, pengunjung dilarang memberi makanan dan menyentuh mereka.


Baby Snow Monkey Japan, Video by Barry Kusuma.

Taman ini memiliki layanan informasi kecil dan hampir semua informasi berbahasa Jepang. Akan tetapi, ada penjelasan kecil tentang sistem laki-laki alfa dari pasukan monyet dalam bahasa Inggris dan juga gambar monyet laki-laki alfa sekarang dan belasan tahun lalu. Ada pula kamera live disamping kolam yang dapat diakses secara online.

Walaupun terbuka untuk umum sepanjang tahun, para monyet yang sedang mandi terlihat paling bagus untuk dipotret saat musim salju (biasanya dari bulan Desember sampai Maret dan waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Januari dan Februari). Para monyet memasuki area pemandian setiap saat, akan tetapi saat musim panas penjaga taman terkadang harus melempar makanan kedalam kolam untuk memotivasi para monyet lucu berendam di pemandian air panas di taman monyet Jigokudani.

Jigokudani berarti “lembah neraka” dan merupakan nama yang umum digunakan untuk lembah gunung berapi di Jepang. Meskipun pemandangan di Jigokudani ini tidak sedramatis pemadangan di Jigokudani yang lain, tetapi tempat ini memiliki beberapa mata air panas. Ada sebuah Ryokan (tempat penginapan khas Jepang) bernama Korakukan di lembah yang dapat dilihat dalam perjalanan menuju taman monyet Jogikudani.


Ada dua cara untuk ke Taman Monyet: salah satunya membutuhkan 25-40 menit perjalanan kaki lewat hutan, sedangkan yang lainnya membutuhkan 10-15 menit saja dari tempat parkir terdekat.

Cara pertama membutuhkan perjalanan dengan bis ke Onsen Kanbayashi dari stasiun Yudanaka (10-15 menit, 310 yen, 1-2 bis per jam), Onsen Shibu (5-10 menit, 190 yen, 1-2 bis per jam) atau stasiun Nagano (40 menit, 1400 yen, 4-10 bis per hari). Bis yang beroperasi di antara area Yudanaka dan Kanbayashi berhenti di halte “Kanbayashi Onsen”, sedangkan bis lainnya berhenti di “Snow Monkey Park”.

Walaupun jalan kecil dapat dilewati setiap saat, akan lebih baik jika pengunjung memakai alas kaki yang kuat terutama saat musim dingin.

Baby Snow Monkey Japan, Video by Barry Kusuma.

Cara yang kedua hanya membutuhkan 10-15 menit perjalanan kaki dari tempat parkir berbayar sebelah barat. Namun, jalan yang sempit dari Shibu Onsen ke area parkir tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan umum dan ditutup saat musim dingin. Pengunjung bisa saja berjalan ke area parkir dari Shibu Onsen saat tidak ada salju walaupun hal ini cukup memakan waktu lama (sekitar 45-60 menit). Beberapa tempat penginapan di Yudanaka dan Shibu menawarkan tumpangan gratis ke tempat parkir untuk tamu mereka.

Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer & Videographer).
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
https://www.youtube.com/barrykusuma (Barry Kusuma Youtube Channel)