Tips Memilih Tas Kamera Untuk Traveling.

Memilih tas untuk traveling memang gampang gampang susah, kenapa bisa demikian. Karena setiap orang punya karakter dan kebutuhannya masing masing, tetapi buat saya tas untuk traveling itu harus nyaman dan juga tidak terlalu besar. Karena pada dasarnya semakin kesini tas untuk traveling dibuat untuk membuat kita semakin nyaman dan tidak ribet membawanya.

1. Tas kamera untuk traveling bagi saya harus nyaman.


Tas kamera untuk traveling yang selalu saya bawa harus simple dan nyaman digunakan, pilihlah desain tas traveling yang tidak mencolok (seperti tas kamera pada umumnya) dan bahan yang dibuat juga tidak panas. Semakin lama perjalanan anda maka tas yang anda pakai akan semakin berat dan tidak nyaman pula tas travel yang harus Anda persiapkan dan Anda beli. Kamu harus mengetahui apa saja kamera dan barang bawaan yang harus Anda bawa di tas travel Anda, yang seharusnya cukup hingga Anda kembali dari aktivitas liburan Anda.

2. Memilih Tas Kamera.

Memilih tas kamera itu gampang gampang susah, kalau menurut saya tas kamera untuk traveling itu harus bentuknya tidak keliatan seperti tas kamera. Pilihan saya untuk tas kamera jatuh ke Kalibre Metroshoot 01, karena nyaman dipakai, bahan berkualitas sangat bagus sehingga tidak gerah dipakai, ramping dan yang terpenting tas ini sekilas tidak seperti tas kamera pada umumnya sehingga nyaman dipakai blusukan.

Saya tidak suka membawa tas kamera terlalu banyak, cukup satu tas bisa menampung semua. Seperti 2 kamera mirrorless saya, drone mavic pro dan macbook. Kesemua ini bisa dimasukkan kedalam Kalibre Metroshoot 01 ini, biasanya saya membeli gembok kecil agar merasa lebih nyaman dengan barang barang saya yang berada didalam tas kamera pada saat perjalanan jauh. tas ini dapat menampung lebih banyak barang dan dapat digunakan untuk berpetualang.

3. Memilih tas untuk berpergian keluar negeri.

Jika didalam negeri saya lebih banyak menggunakan tas kamera backpack, tetapi jika keluar negeri saya lebih suka menggunakan trolley bag. Mencari trolley bag buat saya gampang gampang susah, karena umumnya trolley bag adalah hardcase atau berbahan polycarbonate. Kenapa sih saya keluar negeri lebih suka menggunakan trolley bag daripada backpack, karena sering berpindah terminal dan dibandara luar negeri terkadang kita harus jalan jauh. Paling nyaman ya menggunakan trolley bag untuk jalan jalan diluar negeri. model tas dengan lapisan kedap air dengan resleting polycarbonate adalah solusi tas traveller yang paling tepat. Sebab model tas ini dapat bertahan dari siraman dan guyuran air, sementara resletingnya akan mampu menahan guyuran asinnya air pantai.

Untuk trolley bag ini pilihan saya jatuh ke Kalibre Journey 01 yang berbahan polyster fabric, desainnya pun juga sangat sporty dan mewah apalagi semuanya berwarna hitam favorite saya. Dan bagaimana dengan kamera saya agar bisa ditaruh di tas ini, saya membeli kompartmen busa yang banyak dijual di marketplace untuk kamera, jadi kamera, laptop, mavic pro semua bisa ditaruh didalam satu tas ini. Umumnya trolley bag harganya cukup mahal, tetapi ketika saya membeli produk terbaru dari Kalibre ini harganya tidak sampai 1 juta rupiah.

4. Garansi dan Aftersales.

Memilih model tas travel bag tentu tidak boleh sembarangan, Anda perlu memastikan bahwa tas yang Anda beli benar-benar memiliki merk dan kualitas yang baik, yang telah teruji dan punya review yang baik.

Garansi penting untuk membuktikan bahwa tas yang Anda beli benar-benar layak untuk digunakan. Pentingnya aftersales dan kualitas tas yang kita pakai ini membuat budget kita lebih hemat dan kita bisa gunakan untuk kebutuhan lainnnya. Dan yang terpenting tas kamera untuk traveling punya fungsi utama bisa melindungi kamera kita pada saat kondisi apapun.
By Barry Kusuma
www.barrykusuma.com

Nusa Penida Spot yang Instagramable di Bali.


Bali memang menyimpan banyak destinasi yang indah dan belum dieksplore, salah satunya adalah Nusa Penida. Nusa Penida adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah selatan Bali dan di pisahkan oleh selat bandung, namun masih termasuk di wilayah Provinsi Bali. Jika ingin berkunjung ke pulau ini, maka anda arus menyebrang lewat jalur laut dari Bali. Pulau Nusa Penida termasuk yang perkembangannya cukup bagus karena infrastruktur berupa jalan yang sudah memadai

Spot yang paling terkenal di pulau ini adalah Pantai Kelingking dan Bilabong yang sangat popular di instagram, namum Nusa Penida memiliki banyak pulau di wilayahnya, dan ada tiga pulau utama yaitu Nusa Lembongan, Nusa Gede dan Nusa Ceningan. Berikut adalah beberapa spot wisata menarik yang bisa anda temukan di Nusa Penida Bali.
Video Nusa Penida by Barry Kusuma

Pantai Pasig Ulug merupakan salah satu pantai yang paling favorit bagi semua wisatawan yang datang ke Nusa Penida. Pantai yang lokasinya terletak di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida ini memiliki ciri khas unik berupa tebing yang lebih menjorok ke laut. Pantai ini benar-benar sangat alami dan juga tidak memiliki pura seperti pantai di Bali pada umumnya. Selain itu juga suara ombak di pantai ini sangat tenang serta airnya sangat jernih dan warnanya masih biru alami.

Suasana yang ada di sekitar pantai juga sangat tenang yang membuat banyak orang datang ke tempat ini untuk menenangkan diri dan juga melepas stress. Karena selain suasananya yang tenang, anda juga bisa melihat ikan pari dan penyu yang berenang di air biru.

Untuk spot foto yang menarik, anda bisa mencoba di sebuah tebing yang sebenarnya patah namun masih terhubung ke arah sisi daratan yang lainnya. Dari tempat ini, anda bisa menikmati pemandangan pantai yang sangat indah. Sedangkan akses untuk mencapai pantai ini sendiri, anda bisa mencapainya melalui Pantai Sanur, Padang Bay ataupun Tanjung Benoa.
Mata Air Seganing

Mata Air Seganing berlokasi di kawasan Sebuluh, tepatnya di Desa Cacah. Tempat ini terkenal di Nusa Penida Bali dan termasuk salah satu yang paling indah. Anda bisa menikmati air terjun serta pemandangannya yang sangat mengesankan, meskipun untuk dapat mencapai air terjun anda harus melewati medan yang cukup berat dengan perjalanan selama kurang lebih 30 menit.

Meskipun jalan untuk mencapai Mata Air Seganing ini sangat licin, terjal dan penuh dengan bebatuan, yang mana diperlukan keberanan serta kemauan yang kuat untuk mencapainya, tetapi semua usaha tersebut akan terbayar ketika anda mencapai tempat ini dimana keindahannya akan sangat membuat anda mengucap syukur. Untuk mencapai di tempat ini, anda bisa memulai perjalanan melalui Pelabuhan Toyapakeh. Sedangkan waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini, anda bisa mengunjunginya saat musim panas ataupun musim kering.
Manta Point

Ini merupakan salah satu tempat wisata dan petualangan di bawah air yang paling menarik di kawasan Bali. Karena, kawasan ini tidak hanya menyajikan pemandangan bawah laut yang sangat indah namun juga petualangan perjalanan yang cantik. Bahkan keindahan ini tidak hanya tersaji di lokasi, karena sebelum mencapai lokasi, anda akan melewati perbukitan yang tidak kalah bagusnya.

Di dalam air, pengunjung bisa mencoba melakukan diving bersama beberapa biota laut yang sangat khas seperti hiu biru, hiu bambu dan berbagai jenis ikan lain di dalamnya. Pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis terumbu karang di kedalaman laut Manta Point ini. Namun, semua pengunjung di sini disarankan untuk menggunakan jasa pemandu wisata untuk menyelam karena tekanan ombak di pantai tersebut sangat tidak stabil.

Malibu Point

Jika anda telah menikmati indahnya Manta Point dan masih ingin menikmati petualangan bawah laut di Nusa Penida Bali, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi Malibu Point. Kawasan mennyelam ini sangat terkenal karena memiliki tingkat visibilitas yang sangat baik. Karenanya kawasan ini banyak dijadikan tujuan bagi para wisatawan.

Dengan kedalaman sekitar 40 meter dari permukaan air laut, penyelam sudah bisa menikmati kawanan ikan hiu yang sangat terbiasa dengan manusia. Malibu Point juga memiliki gugusan terumbu karang yang banyak dan dengan pola yang bermacam-macam. Tentu saja ini akan membuat pengunjung mendapatkan pengalaman menyelam yang sangat berbeda.
Gua Giri Putri

Gua ini adalah salah satu gua yang berlokasi di Desa Suana, Kabupaten Klungkung, Nusa Penida, Bali. Gua Giri Putri mempunyai bangunan pura di dalamnya dan juga dijadikan tempat ibadah bagi penduduk Bali, dimana gua ini dijadikan tempat pemujaan terhadap Dewa Siwa.

Panjang Gua Giri Putri ini adalah kurang lebih 262 meter dan berada pada ketinggian 150 meter di atas permukaan air laut. Gua ini juga memiliki ciri khas yang sangat unik dan menarik seperti kelelawar, stalagtit dan stalagmit. Serta di dalamnya, ada tempat persembahan yang tersebar di dua titik, dimana satu tempat berada di bagian depan dan tiga tempat persembahan ada di dalam gua ini.

Pantai ini menjadi salah satu pantai yang sangat tenang dan juga menyenangkan di Nusa Penida. Dimana Pantai Atuh memberi suasana yang tenang dan disamping itu juga dibarengi pemandangan yang sangat indah.

Pantai Atuh memiliki pasir yang berwarna putih yang sangat indah serta air yang berwarna biru dan juga ombak yang tenang. Pantai ini membentang luas sekitar kurang lebih 500 meter dengan bagian ujungnya dibatasi oleh dua buah pulau yang sering disebut dengan Batu Abah. Akses ke pantai yang berlokasi di kawasan Banjar Pelilit, Desa Pejukutan ini bisa diakses melalui jalan setapak selama kurang lebih 50 menit dengan medan yang datar dan juga curam.

Friends of National Park Foundation (FNPP) & Bird Sanctuary merupakan sebuah penangkaran burung yang berlokasi di Nusa Penida yang didirikan dengan tujuan untuk melestarikan populasi dari Burung Jalak Bali. Perlu diketahui bahwa sebelumnya burung Jalak Bali ini hanya dipelihara di Taman Nasional Bali Barat atau TNBB, dan dengan adanya FNPP & Bird Sanctuary ini, maka di Nusa Penida juga terdapat penangkaran burung Jarak Bali.

Tempat penangkaran yang berada di Desa Ped, Nusa Penida ini bisa anda tempuh selama sekitar 40 menit dari pelabuhan dengan harga tiket hanya Rp. 10.000 saja. Dengan harga demikian, anda bisa melihat pemandangan serta suasana desa yang hangat, serta burung Jalak Bali yang sangat indah.

Itulah beberapa spot menarik yang bisa anda kunjungi selama berada di Nusa Penida Bali. Meskipun memang sebenarnya masih banyak tempat wisata baik di Nusa Penida maupun di Bali yang belum tereskplor oleh publik. Selalu perhatikan untuk menjaga lingkungan selama anda berlibur untuk memastikan ekosistem disana tetap baik.
Video Nusa Penida by Barry Kusuma

Photography by Barry Kusuma
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)

Pentingnya Objek dan Subjek Dalam Travel Fotografi.

Objek foto atau pembanding didalam komposisi foto adalah satu kesatuan foto yang lengkap, maksudnya begini. Jika kita memotret landscape kosong tidak ada objek maka landscape itu terasa hampa dan kosong, jika kita menambahkan objek seperti manusia didalam foto maka foto tersebut akan lengkap.

Sebuah foto travel yang baik jika lengkap, maksudnya jika disitu ada unsur alam, budaya dan arsitektur dalam sebuah foto. Sebuah foto landscape yang cantik misalnya, akan lebih baik jika ada human berada disitu sebagai pembanding betapa besar dan luasnya pantai atau gunung yang ada difoto tersebut.

untuk menunjukkan ukuran objek secara lebih detail pada sebuah gambar atau foto. Satu contoh misalnya dalam sebuah foto yang sudah di crop terlihat obyek berupa susunan beberapa batu bertumpuk. Disitu mungkin kita hanya bisa berkata bahwa batu tersebut sangat besar. Dan sebesar apakah itu kalau kita tidak bisa menunjukkan pembanding.
Kedua foto tersebut adalah satu, artinya tanpa ada perubahan posisi lensa atau perubahan angle. Hanya saja pada foto pertama (tanpa gambar manusia dan mobil) di crop di bagian kiri dan kanan. Nah, tanpa gambar manusia dan mobil, foto terlihat biasa-biasa saja namun setelah kita melihat gambar secara utuh, maka kita akan sadar dengan ukuran susunan batu yang sesungguhnya.

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa manusia dan mobil dalam satu foto yang utuh adalah obyek pembanding, dimana kita bisa mengetahui ukuran susunan batu secara lebih spesifik. Obyek pembanding dalam sebuah foto tentu saja dapat memberi perspektif pada siapapun yang melihat foto. Adapun obyek pembanding yang umumnya sering digunakan oleh fotografer adalah orang, mobil, hewan, dan lain sebagainya.

Dengan adanya obyek pembanding maka kita bisa menyimpulkan ukuran sebuah obyek utama apakah sangat besar atau justru sebaliknya sangat kecil. Obyek yang terlihat sangat besar padahal ukuran aslinya sangat kecil atau sebaliknya, bisa dibilang tipuan perspektif terutama jika subyek diambil dari angle dan posisi lensa yang berbeda.

Dari sini dapat kita tarik benang merah bahwa kita bisa saja menggunakan teknik pembanding untuk menunjukkan betapa besar atau betapa kecil subyek yang kita ambil. Tentu saja dengan menghadirkan benda-benda tertentu sebagai pembanding kemudian dijadikan satu frame. Namun untuk memainkan emosional orang yang melihatnya, kita bisa menyembunyikan benda pembanding bahwa seolah-olah subyek yang terdapat dalam foto kita terlihat sangat besar atau sangat kecil dengan perspektif tertentu.

Setelah membahas definisi obyek pembanding untuk mengetahui ukuran subyek utama sebuah karya fotografi, kini kita akan mempelajari teknik kreatif untuk memotret subyek yang bergerak. Perlu diketahui, tidak selamanya subyek foto yang terlihat tajam itu baik, sebaliknya foto yang terlihat blur itu belum tentu jelek. Dalam hal ini kadang menunjukkan subyek foto yang dinamis, misalnya blur dibuat secara sengaja untuk memperlihatkan kecepatan pergerakan subyek. Contohnya saat kita memotret panning sebuah motor yang sedang berjalan dan lain-lain. Dengan tampilan blur akhirnya orang tahu bahwa subyek dalam foto tersebut bergerak.

Ada 3 teknik yang perlu kita pelajari terkait pemotretan subyek yang bergerak yaitu: Panning, long exposure, maupun teknik zooming blur. Berikut definisinya satu-persatu.

- Panning

Panning adalah teknik memotret dengan cara menggerakkan kamera mengikuti arah gerakan subyek. Dengan teknik ini biasanya terlihat hasil foto dengan tampilan subyek yang cukup tajam sedangkan lingkungan disekitar subyek terlihat blur, sehingga kemudian muncul kesan gerakan (motion).

- Long Exposure

Foto atau gambar long exposure dihasilkan oleh setting kamera dengan shutter speed lambat. Biasanya waktu exposure jatuh pada 1/10 detik atau bahkan lebih lambat. Contoh dari long exposure sendiri misalnya ketika kita memotret air terjun, laut, atau sungai dengan pergerakan air, atau awan bergerak sehingga terlihat mirip serat kapas.

- Zoom Blur

Teknik zoom blur juga sering disebut zoom burst yang menghasilkan foto dengan efek yang cukup simpel. Caranya cukup dengan memutar ring zoom pada lensa sambil mengambil exposure. Hasil foto zoom blur akan muncul garis-garis (blur) sehingga subyek terlihat bergerak. Pada momen-momen tertentu teknik zoom blur bisa membuat subyek yang sebelumnya biasa-biasa saja menjadi sangat istimewa.

Ketika saya memotret landscape komposisi dan cuaca memang sangat berpengaruh besar, tetapi akan lebih berbicara ketika foto didalam foto tersebut ada human interest sebagai pembanding dan menghidupkan foto tersebut. Oleh karena itu ketika saya memotret landscape pantai atau gunung, biasanya saya menunggu lama berjam jam hanya untuk menunggu orang yang lewat agar saya taruh sebagai objek dan membuat kesan foto dinamis. Jadi anda harus sabar ya ketika memotret landscape, agar hasilnya maksimal dan bagus.

Photography by Barry Kusuma
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).

Pantai Balanan, Surga Tersembunyi di Baluran.


 
Bagi banyak orang Baluran merupakan destinasi yang sebenarnya cukup mainstream, tetapi begitu luasnya area taman nasional ini sebenarnya banyak sekali spot spot yang belum pernah diexplore dan perawan. Salah satu spot yang belum banyak dieksplore adalah pantai Balanan, memang spot ini masih belum untuk umum karena aksesnya yang cukup sulit dan saya ikut patroli ranger agar bisa kesini.

Wisata pantai Balanan di Taman Nasional Baluran merupakan salah satu destinasi wisata yang letaknya ada di desa Wonorejo kecamatan Banyu Putih kabupaten Situbondo. Destinasi wisata yang satu ini memang selalu ramai, terutama pada akhir pekan. Hal ini karena pantai Balanan sendiri menawarkan keindahan pantai yang mampu menghilangkan semua kejenuhan dan rasa stress dari aktivitas sehari-hari. Bagi Anda yang kebetulan berkunjung ke daerah Situbondo, tak ada salahnya mengunjungi destinasi wisata pantai yang satu ini.
 
Video Balanan by Barry Kusuma & Yulianus Ladung

Selain menyajikan pemandangan pantai yang masih bersih, indah, dan asri, tujuan wisata ini juga memiliki daya tarik berupa ramahnya penduduk sekitar. Hal ini karena di area sekitar pantai Balanan di Taman Nasional Baluran terdapat beberapa wilayah yang juga dihuni oleh penduduk.

Untuk keindahan pantainya, di sini Anda dapat menikmati indahnya pasir putih yang terdapat di pantai Balanan. Keindahan tersebut disempurnakan dengan birunya warna air laut sehingga Anda pun dapat melihat pemandangan di bawah air dengan sangat jelas. Tak hanya itu saja, di sekitar pantai Balanan juga terdapat padang savana yang dapat digunakan untuk berjalan-jalan.
 

Daya tarik lain dari pantai Balanan adalah terdapat sentigi yang merupakan salah satu jenis mangrove langka, yang apabila dijual harganya dapat mencapai jutaan rupiah. Sebagai spesies tanaman yang sangat langka, tak heran banyak penebangan liar oleh orang-orang kurang bertanggung jawab terhadap sentigi tersebut. Hal ini karena kayu sentigi biasanya digunakan sebagai gagang pedang, keris, dan sebagainya. Untuk itu, pemerintah daerah Taman Nasional Baluran akan benar-benar secara ketat mengawasi aktivitas mencurigakan di area tumbuhnya kayu sentigi agar tidak dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Selain bermain di sekitar pantai, ada beberapa kegiatan wisata yang dapat Anda lakukan di pantai Balanan di Taman Nasional Baluran. Pertama adalah berjemur. Ini adalah aktivitas yang sangat mainstream dilakukan ketika berwisata ke pantai. Biasanya, wisatawan yang suka berjemur adalah wisatawan dari luar negeri. Bagi Anda yang ingin berjemur di area pantai, pastikan menggunakan sun block agar kulit tidak terlalu terbakar paparan sinar matahari.

Di sini, tak sedikit wisatawan yang melakukan snorkling. namun kondisi pantai Balanan sangat mendukung untuk melakukan aktivitas tersebut. Jadi Anda sekaligus dapat mengabadikan indahnya pemandangan bawah laut pantai Balanan.

Sebagai destinasi yang belum banyak dikunjungi wisatawan, tentu saja fasilitas yang disediakan di pantai Balanan tidak ada infrastruktur dan benar benar alami.

Akses menuju Pantai Balanan ini kamu bisa berjalan kaki dari pantai Bama menuju kearah kiri menyusuri pantai, cara lainnya adalah menggunakan motor trail. Tetapi perlu diingat akses menuju kesini masih belum dibuka untuk umum, sangat disarankan untuk ditemani ranger atau ketika mereka sedang berpatroli kita bisa membonceng mereka untuk menuju kesini. Saya ke Pantai Balanan dengan menggunakan motor trail sambil menemani ranger berpatroli, saya berangkat subuh subuh dan sampai sekitar jam 7 pagi. Jalan menuju kesini masuk kehutan dan lama perjalanan dengan motor sekitar 1 sd 2jam.

Memang Balanan destinasi yang belum tersentuh dan belum banyak orang yang kesini, saya harap destinasi ini tetap alami dan tetap terjaga alamnya.
 
Video Balanan by Barry Kusuma & Yulianus Ladung. 
 
Photography by Barry Kusuma
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).

Shirikawa Go: Desa Tradisional Jepang yang Bersejarah dan Indah.

Shirakawa go merupakan desa bersejarah di Jepang. Karena bersejarah maka desa ini dijadikan sebagai situs warisan dunia yang ada di Jepang. Lokasinya tepat berada di lembah sungai Shirakawa dan berada di perbatasan Prefektur Gifu dengan Toyama. UNESCO telah menetapkan desa ini sebagai warisan dunia tepatnya pada tahun 1995. Tidak hanya nilai sejarah saja yang tinggi namun juga sosialnya juga tinggi. Tidak hanya di Jepang saja perkampungan ini terkenal, namun sampai ke belahan dunia karena keindahan alamnya yang begitu menawan. Selain itu yang membuat desa ini terkenal karena banyaknya bangunan unik dan menyimpan sejarah tinggi bernama gassho-zukuri.

Shirakawa go ini berbeda dengan Gokayama. Meski kedua tempat ini sama-sama dijadikan sebagai situs warisan dunia namun kedua tempat ini berbeda. Banyak pengunjung yang menganggap kedua tempat ini sama. Memang lokasi kedua desa ini berdekatan, dan untuk menjangkau tempat ini bisa menggunakan jalur bus dari Kanazawa maupun dari Takayama. Desa ini dihuni oleh 1900 jiwa dan mereka tinggal di dalam bangunan yang unik bernama Gassho-zukuri. Pemandangan alam sangat indah di sini karena memang didominasi pegunungan dan juga perbukitan dengan persentase 96%, sedangkan sisanya digunakan sebagai lahan persawahan dan bercocok tanam. Saat musim salju, desa ini berubah menjadi hutan salju paling besar di dunia dan terbesar di Jepang. Oleh sebab itu suhunya bisa sangat dingin ketika musim salju tiba.

Untuk bangunan Gassho-zukuri ini bentuknya sangat mirip dengan tangan yang sedang berdoa. Atap yang tinggi dan juga lancip mirip dengan pemuka Budha saat melakukan doa. Bentuk atap ini memiliki fungsi dan tujuan yang penting dimana saat hawa dingin saat salju tiba. Salju bisa langsung turun ke bawah karena sudut kemiringan yang tinggi, sehingga atap rumah menjadi tidak terbebani dengan salju yang terlalu menumpuk. Keunikan lainnya adalah dibangun tanpa menggunakan paku. Desain arsitektur dari Gassho-zukuri sendiri dipuji oleh arsitek Jerman yang terkenal Bruno Taut. Bruno mengatakan jika daerah ini tidak seperti yang lainnya di Jepang, sebab arsitektur indah seperti di Shirakawa go tidak pernah dilihat sebelumnya.
Shirikawa Go Village, Video by Barry Kusuma.

Ketika memutuskan untuk berkunjung ke desa ini, hal pertama yang harus diketahui adalah rute menuju ke sana. Akan sangat menyulitkan jika rute yang diambil salah dan menjadi tersasar. Hal tersebut akan membuat tenaga, waktu dan budget yang dikeluarkan menjadi tidak efisien. Untuk menuju ke desa ini bisa dengan naik bus namun harus melakukan reservasi atau pemesanan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan bus yang menuju ke desa ini tidak selalu kosong. Bus yang bisa digunakan adalah bus Nohi yang bisa diakses dari Kanazawa. Dari Kanazawa perjalanan yang ditempuh selama 1 jam 30 menit, kemudian bus akan berhenti di halte yang ada di desa Shirakawa.

Selain menuju ke desa ini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Gokayama Yang harus diperhatikan adalah jam keberangkatan supaya tidak akan ketinggalan bus. Untuk menuju ke desa ini bisa berjalan ke pintu keluar sebelah timur stasiun Kanazawa. Sehingga jangan keluar dari pintu selain sisi timur stasiun. Agar bisa mendapatkan harga miring dianjurkan untuk membeli tiket pulang pergi dibandingkan dengan tiket satu arah. Tiket untuk perjalanan pulang berlaku sampai dengan 10 hari dihitung dari sejak melakukan perjalanan pertama. Hal ini akan menguntungkan karena menghemat waktu, dan budget. Untuk tiket satu arah menuju ke desa Shirakawa go harganya mulai dari 1.850 yen, sedangkan tiket pulang pergi mulai dari 3.290 yen.


Ada beberapa daya tarik yang bisa didapatkan dengan mengunjungi desa ini. Pesona atau daya tarik ini tidak akan ditemukan di daerah lain yang ada di Jepang. Oleh sebab itulah banyak wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata ini bersama keluarga atau dengan teman. Berikut ini adalah spot wisata di Shirakawa go yang menarik dan sayang dilewatkan:

Spot wisata menarik yang pertama tentu saja adalah mengunjungi rumah gassho-zukuri. Rumah ini menjadi daya tarik utama di desa ini. Sebelumnya diperkirakan ada 300 rumah gassho-zukuri yang ada di desa ini, sayangnya saat ini hanya tersisa tinggal 114 saja. Karena termasuk dalam desa yang bersejarah, maka tidak mengherankan jika gassho-zukuri ada yang berusia tua. Yang paling tua berumur 300 tahun dan sampai saat ini masih dihuni oleh warganya.


Spot wisata selanjutnya yang menarik di desa ini adalah museum Gassho-zukuri Minkaen. Museum ini terbuka karena direkonstruksi di lingkungan yang terbuka. Di museum ini pengunjung tidak hanya melihat rumah yang unik, namun juga bisa melihat langsung tempat penyimpanan biji-bijian. Ada juga kuil yang digunakan sebagai tempat untuk pemujaan. Yang menarik adaah adanya 9 bangunan yang menjadi properti budaya paling penting yaitu Gifu. Untuk bisa berkunjung ke museum harus disesuaikan dengan bulan kunjungan. Misalnya saja berkunjung di periode bulan desember sampai maret, jam kunjung setiap pukul 9 pagi sampai 4 sore waktu setempat. Museum juga tidak boleh dikunjungi pada hari Kamis di periode bulan tersebut.

Berwisata ke desa Shirakawa akan sangat disayangkan jika tidak mengunjungi tempat ini. Kanda house dan juga Wada house menjadi dua situs sejarah yang menarik dikunjungi. Di Kanda House pengunjung yang datang harus melepas alas kakinya dan masih boleh menggunakan alas kaki. Karena cuaca di Shirakawa cenderung dingin disarankan untuk menggunakan baju tebal dan kaos kaki yang tebal. Selain itu bangunan dari Kanda house ini terbuat dari kayu sehingga hawa dingin akan terasa sekali. Di dalam bangunan ada tungku perapian tradisional dan di sekelilingnya ada artefak bersejarah yang berhubungan dengan masyarakat Gifu pada masa lampau.


Rumah wada adalah bangunan bersejarah yang dibangun di tahun pertengahan antara 1603 sampai 1868. Saat ini Wada house dijadikan sebagai tempat tinggal. Selain itu pengunjung bisa melihat alat pernis, alat produksi sutra, manuskrip yang dipamerkan di Wada house. Di dalam rumah ini juga ada perapian yang akan menyala sepanjang tahun dimana bisa dijadikan sebagai spot berfoto, atau bersantai bersama dengan keluarga.

Berkunjung ke desa Shirakawa tidak akan terasa lengkap jika belum mencicipi kulinernya. Untuk mencicipi kulinernya bisa datang ke Satou restaurant yang letaknya tepat di depan halte Shirakawa go. Pendiri restoran adalah sepasang kakek nenek yang sangat romantis. Menu andalan yang bisa dipilih adalah paket Onigiri dengan harga mulai dari 800 sampai dengan 1000 yen yang jika dirupiahkan antara 80 ribu sampai dengan 110 ribu. Harga tersebut termasuk murah meriah selain itu rasa makanannya tidak kalah lezat dan disajikan dengan cara yang unik.
Shirikawa Go, Video by Barry Kusuma.
Photography by Barry Kusuma
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).
-->

Memotret Landscape dan Alam.

 
Punya hobby traveling? Pasti sering mengabadikan semua gambar yang kamu tangkap dengan kameramu dong? Lalu, apa bedanya fotografi landscape dengan fotografi travel? Sebenarnya, landscape photography termasuk ke dalam kategori travel photography, begitu pula dengan human interest, street photography, bahkan sport photography, karena kamu bisa menemukan semua unsur tadi saat kamu traveling.

Foto landscape sebenarnya adalah referensi bagi kita dan orang lain yang sedang menyimak foto kita. Untuk menghasilkan fotografi travel yang baik, jangan lupa siapkan kamera yang praktis dan ringan.
 

Landspace Fotografi identik dengan background, cobalah bereksperimen dengan menggunakan Foreground. Foreground, dalam bahasa Indonesia, berarti latar depan, adalah kebalikan dari background. Jika background terlihat di bagian belakang dari objek utama, maka foreground sudah pasti berada di bagian depan objek. Penempatan foreground diusahakan tidak sampai mengganggu objek utama, apalagi sampai menutupi penuh objek utama. Itulah mengapa benda foreground bisa ditempatkan pada sisi samping depan objek. Sama seperti penempatan background, foreground juga akan lebih menarik jika dijadikan blur dengan lensa tertentu (bukaan besar). Efek semacam ini menghasilkan point of interest yang lebih jelas pada objek utama.
 

Apa bedanya antara Frog Eye Angle dan Low Angle dalam Landscape fotografi?

Angle foto Frog Eye lebih menekankan sudut pandang sangat rendah dari objek foto utama, terkadang sampai rata dengan tanah. Kesan yang akan didapat adalah sudut pemandangan yang tidak biasa, terutama jika ingin menonjolkan kemegahan sebuah subyek foto. Sedangkan, Low Angle hanya memaksa kamu untuk sedikit jongkok ataupun sedikit merendahkan posisi tangan kamu saat memotret. Sekilas memang mirip dengan Frog Eye, namun tidak seekstrim itu.

Penggemar foto landscape menjadi biasanya pantai menjadi obyek favorit mereka. Menunggu matahari terbit atau tenggelam lalu memotret deburan ombak di pantai dengan teknik long exposure (dengan kecepetan shutter super lambat) menjadi aktivitas saat berburu foto.
 

Filter yang sering saya bawa traveling adalah CPL (Circular Polarizer) dan saya termasuk orang yang malas membawa bawa filter, karena fotografer biasanya membawa seabrek filter untuk memotret landscape. Tetapi buat kamu yang malas membawa filter tetapi ingin mendapatkan foto yang bagus, saran saya bawalah CPL selain ringkas juga tidak ribet.

Filter polarizer merupakan filter yang hanya akan menimbulkan efek tertentu jika arah cahaya sesuai dengan posisi kamera dan putaran filter. Jenis filter polarizer yang paling terkenal adalah CPL karena berbentuk bundar dan memiliki putaran filter sehingga muat di lensa. Walaupun filter ini teknisnya menggelapkan hasil jepretan satu stop, Filter polarizer dapat membuat langit jadi lebih biru tanpa harus banyak mengeditnya lagi dan menghilangkan pantulan cahaya pada air dan kaca sehingga kita dapat melihat dasar danau/laut.
 


Intinya filter CPL digunakan sebagai filter untuk menyerap cahaya, contohnya untuk mengurangi refleksi pada permukaan obyek foto. Dan meredam bagian over seperti awan yang putih, memotret pantai dan sangat berguna ketika memotret salju.

Bagaimana Filter Ini Bekerja

Dalam praktiknya, filter CPL (circular polarizing filter) sangat mudah digunakan. filter ini tersedia dalam berbagai macam ukuran diameter yang muat di hampir semua lensa. Pasang filter ini di depan lensa dan putar seperti memutar sekrup. Filter polarizer membatasi sebagian cahaya yang masuk ke lensa dan kamera. filter CPL diputar sehingga pantula cahaya yang masuk ke lensa berkurang.

Menghilangkan Refleksi dari Kaca

Filter polarizer (dari sini akan hanya ditulis polarizer) memang tidak bisa benar-benar menghilangkan refleksi dari kaca, akan tetapi filter ini sangat bisa mengurangi tingkat kejelasan objek yang tak diinginkan. Filter ini khususnya menjadi andalan para fotografer untuk memotret air. Pantulan atau refleksi di permukaan air yang sulit dihilangkan dengan editing biasanya diatasi menggunakan tambahan CPL. Kegunaan penting CPL lainnya yaitu untuk mengatur kontras. Biasanya foto yang dihasilkan tanpa polarizer tidak memiliki bayangan karena tertutup refleksi atau pantulan. Jadi, dengan menghilangkan refleksi maka bayangan yang lebih detil bakal tampak makin jelas di hasil foto. Bagaimanapun juga bayangan diperlukan untuk membuat foto lebih hidup dan tampak natural.
 
Ketika kita traveling, jangan terpaku pada tujuan, nikmati perjalanannya, karena, seringkali foto terbaik justru diperoleh saat kita sedang dalam perjalanan.
 
Photography by Barry Kusuma.
www.BarryKusuma.com (Stock Photo & Footage Video)
www.Alambudaya.com (Blog and Travel Journey).