Punya kamera bagus & pintar motret tak cukup untuk jadi Travel Fotografer.

Artikel oleh Barry Kusuma
 
Pada saat kita melihat sebuah foto pemandangan alam yang begitu indah, seperti keindahan panorama pegunungan dan laut pernahkah terlintas siapa yang mengabadikan panorama tersebut? tentunya seorang fotografer travel yang handal. tetapi apakah seorang travel fotografer cukup hanya mempunyai skill dan kamera bagus? itu tidaklah cukup.. seorang Travel Fotografer memang banyak membuat orang iri, mereka bisa bekerja sambil jalan jalan. tidak harus datang pagi pagi ke kantor dan bergumul dengan kemacetan kota besar. namun menjadi seorang Travel Fotografer tidaklah cukup jika hanya mempunyai skill memotret yang bagus saja, memang profesi seorang Travel Fotografer tidak seindah kelihatannya. karena seorang travel fotografer membutuhkan persiapan yang matang sebelum memulai pekerjaannya. persiapan yang matang itu mereka harus riset dahulu, menyiapkan peralatan kamera dan lensa agar mendapatkan hasil foto yang maksimal, dan banyak bergaul agar bisa mendapatkan informasi yang banyak ketika memotret.


setelah persiapan banyak dilakukan apakah itu semua sudah cukup? belum.. seorang travel fotografer profesional itu juga harus bisa menguasai manajemen stok foto yang baik, manajemen stok foto ini mencakup banyak hal yang harus diperhatikan. karena ibarat orang yang punya kontrakan, sama juga dengan travel fotografer. asset mereka adalah stok foto yang mereka kelola dengan baik, sehingga suatu saat foto yang dibutuhkan oleh majalah atau media bisa langsung mereka berikan. apa saja sih yang harus dipersiapkan dalam mengelola manajemen stok foto itu.

1. Punya Hardisk backup lebih dari satu.

hardisk merupakan tempat penyimpanan foto foto wisata yang sudah kita bikin. pada saat workshop saya banyak menanyakan ke peserta dimana mereka menyimpan hasil foto mereka? ternyata sebagian besar menjawab dilaptop dan ada sebagian di external hardisk, banyak juga kejadian laptop dan hardisk disimpan dalam 1 tas dan satu tas itu dicuri orang. nah kalau sudah begitu hilang semua foto foto perjalanan kita yang tidak mungkin diulang lagi, masih banyak fotografer dan travelers yang saya temui mereka masih kurang dalam mengelola stok fotonya. pada saat hardisk rusak baru deh kebingungan, walaupun sekarang sudah bisa direstore foto foto dari hardisk rusak tetapi pengalaman saya tidak 100% hasil foto yang direstore bisa kembali dan banyak yang corrupt.


saya dalam mengelola stok foto mempunyai backup sampai 5 lapis, yang pertama saya taruh di PC, kedua di external hardisk ukuran besar 3.5inch, ketiga di external hardisk 2.5inch dan di hardisk inilah biasanya saya suka bawa kemana mana, keempat saya taruh di imac yang biasa buat bekerja dan yang terakhir saya taruh stok foto saya di dalam server. ibaratnya jangan taruh semua telur kita didalam satu keranjang, kalau terjadi sesuatu tidak hilang semuanya dan itu ada benarnya. banyak sekali kejadian hardisk punya teman yang rusak karena soal sepele, misalnya terjatuh atau tersenggol tangan sehingga jatuh dari meja.

2. Manajemen foto.


Sebuah foto travel yang baik harus diindek dengan baik pula. maksudnya begini, kita harus mengarsipkan dengan baik foto foto berdasarkan tahun, atau penamaan destinasi. karena kalau kita menaruh foto sembarangan dan tidak dinamai dengan baik, suatu saat foto dibutuhkan majalah atau media kita akan kesusahan mencarinya. akan lebih baik lagi jika kita memisahkan mana foto yang sudah diedit dengan masih mentahnya. dengan demikian jika kita membutuhkan cepat foto foto yang ingin kita kirim ke klien

3. Menggunakan Server untuk mengirim dan sekaligus menyimpan foto.

wah server kan mahal. betul sih memang server mahal dan biasanya untuk kebutuhan bisnis, tetapi sekarang banyak kok alternatif penyimpanan media server yang lebih terjangkau. saya kebetulan menggunakan "Server Storage Personal" atau dalam ITnya "NAS Network Attached Storage" fungsinya memang mirip serve kebetulan yang saya gunakan merknya Qnap dan Hardisknya Seagate NAS. Server Storage Personal ini buat saya jauh lebih murah dibandingkan kalau kita membeli server betulan yang buat bisnis dan cocok banget buat fotografer. mungkin teman teman IT disini bisa lebih menjelaskan teknisnya ke saya kalau saya salah ya dengan penyebutan istilah ini, kenapa hardisk tipe NAS yang saya gunakan dibanding tipe hardisk lain, karena hardisk ini sangat tahan untuk standby berhari hari bahkan berminggu minggu tanpa mati diklaim tahan 24x7 24 jam dan 7 hari.

Qnap Server Storage yang saya gunakan dan Hardisk Seagate NAS didalamnya.
 
selain itu fungsi server bisa juga untuk mengirimkan foto sewaktu waktu dari mana saja pada saat saya traveling kepada klien yang tiba tiba mendadak membutuhkan foto, memang server harus didukung juga dengan speed internet yang stabil. agar bisa mengirim cepat data dan foto yang dibutuhkan. kebetulan Qnap Seagate NAS yang saya pakai bisa diakses melalui mobile smartphone saya, sehingga pengiriman foto bisa sangat cepat dilakukan.

bagaimana alternatif lain jika tidak bisa membeli server, anda bisa menggunakan PC lama yang sudah tidak dipakai untuk dijadikan server. memang minusnya adalah PC yang dijadikan server sangat boros listrik, dan jika mati lampu harus dinyalakan kembali manual oleh orang rumah. plusnya ya lebih murah, kalo awalnya untuk irit bolehlah pakai PC yang sudah tidak terpakai dan kalau mau jangka panjangnya secara cost lebih irit ya pakai Server Storage Personal.

4. Speed Internet yang stabil dan kencang.

kalau diatas saya membahas tentang Server Storage. kali ini saya membahas tentang speed internet, kecepatan internet yang kencang itu mutlak buat travel fotografer, dulu saya sempet gemes dan agak sebel juga sih sama mantan menteri Kominfo yang pernah bilang internet kencang itu buat apa sih.. Hellowww pak..!! ya internet kenceng penting banget buat kerjaan lah pak, khususnya buat industri kreatif. buat fotografer dan videografer kan mengirim file kenceng dan stabil itu perlu, bisa kirim file ke klien, kirim video ke youtube dan akhirnya industri pariwisata kita juga bisa cepat melesat. saya berandai dan memimpikan kapan ya Indonesia dipelosok nusantara bisa akses internet kenceng, seandainya infrastruktur internet di pelosok pelosok nusantara kenceng nih yakin banget industri pariwisata di daerah juga semakin melesat pesat perkembangannya.

Speed Internet Cable Fastnet saya dirumah, 15mbps untuk kebutuhan kirim foto & video.

udah ah curcolnya hehe.. oke soal jaringan internet kenceng ini memang mutlak diperlukan oleh fotografer, apalagi kalau kita sudah mempunyai server personal. kegunaannya bagi saya internet kenceng saya bisa mengirim mudah foto foto travel saya ke gettyimages (agency stok foto saya diluar negeri), bisa mudah mengirimkan foto high ress ke klien, mengirimkan video footage ke youtube atau sosial media lainnya dan dipadukan dengan server personal internet ini menjadi sangat memudahkan saya ketika traveling baik didalam maupun luar negeri.


memang sampai saat ini internet di Indonesia memang masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara negara tetangga kita, untuk mendapatkan akses internet yang cepat dan stabil memang saya sudah banyak memakai berbagai macam produk dari mobile phone maupun internet dari sambungan telp, sampai saat ini saya masih puas dengan memakai koneksi internet layanan kabel. saya sebut saja produknya kebetulan saya memakai firstmedia untuk layanan internet cable, saya sudah langganan selama 6 tahun sampai sekarang dan saya puas sampai saat ini. kenapa puas, karena jarang trouble, konektivitasnya lebih stabil, paling kenceng, udah gitu unlimited ga pake kuota kuotaan dan yang paling penting murah. memang mahal dan murah itu relatif bagi setiap orang, bagi saya semua kebutuhan diatas saya terpenuhi itu sudah murah buat saya. karena akses internet kenceng bisa menghasilkan penghasilan lagi untuk bisnis travel fotografi.

Server dan Speed internet kencang itu satu kesatuan lho ya, jika salah satu belum ada. lebih baik investasi lain aja seperti beli lensa sesuai kebutuhan, atau duitnya dipakai buat jalan jalan hehe.. lho traveling kan investasi juga kan.

jadi apakah seorang Travel Fotografer itu harus jago motret, ya harus bisa motret bagus pastinya. apakah bisa menulis juga mutlak, itu juga penting, kamera dan lensa yang bagus memang tergantung tetapi alat yang bagus bisa membuat fotografer cepat belajar dan cepat memahami fotografi tetapi kalau jarang diasah punya alat bagus juga percuma kalah sama fotografer punya kamera sederhana tapi sering motret dan hunting, memang ada istilah man behind the gun ada benarnya. motret jago, nulis jago dan kalau didukung oleh manajemen stok foto yang juga bagus. itu sama dengan dengan seorang Travel Photographer profesional yang top.


Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

5 Mahakarya Indonesia buatan bangsa Indonesia.

Indonesia sangat kaya akan budaya luhur, salah satunya adalah kesabaran sebagai pondasi untuk menciptakan Mahakarya Indonesia. Masyarakat Indonesia terutama kaum muda sekarang lebih suka bermain gadget, ngefans dengan budaya budaya asing terutama dari barat sehingga budaya yang kaya sendiri hampir terlupakan. Sebagai contoh anak anak muda sekarang lebih senang dengan musik rapp, rock atau metal. dan sekarang dengan adanya deman korea bahkan sampai jepang, sehingga budaya sendiri terlupakan misalnya batik, anklung, keroncong dan lain lain. padahal kalau budaya kita dikemas dengan sangat baik, menjadi Mahakarya yang bernilai tinggi.

Padahal kita punya Mahakarya Indonesia yang berdasarkan dari nilai luhur dan kesabaran dari bangsa kita, banyak sekali contoh kesabaran yang membuat Mahakarya Indonesia seperti membatik, tenun, lukisan dari daun, borobudur dan banyak budaya lainnya. Saya akan sharing beberapa tentang budaya sabar yang menjadikannya Mahakarya Indonesia, yaitu :
 Batik dan Tradisi Membatik.
Siapa yang tidak kenal dengan Batik, yang merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. dahulu pembuatan batik sangatlah dibutuhkan kesabaran yang tinggi, sampai saat inipun jika membuat batik tulis juga dibutuhkan kesabaran dan detail yang tinggi. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. untuk batik tulis yang saya lihat di desa Lasem di Jawa Tengah atau Desa Giriloyo di Jogja masih para wanita yang membatik. ini dikarenakan membutuhkan kesabaran yang sangat tinggi yang umumnya kaum pria tidak bisa melakukannya. dari kesabaran dan perpaduan budaya inilah Batik menjadi Mahakarya Indonesia yang tidak ternilai harganya.

Tenun Tradisional dan Menenun.

Jika di pulau Jawa kita mengenal Batik, sebenarnya di Timur Indonesia juga tidak kalah hebatnya Kain Tenun. ya umumnya kain tenun ditemukan di banyak daerah di Indonesia Timur, sama seperti batik. proses menenun umumnya dilakukan oleh para wanita. dan proses pembuatan tenun ini dibutuhkan kesabaran yang cukup panjang, semakin lama dibuat semakin kaya coraknya. Pembuatan kain tenun ini umum dilakukan di Indonesia, terutama di daerah Sumatera, Flores, NTT dan Kalimantan. Biasanya produksi kain tenun ini dibuat dalam skala rumah tangga, saya pernah melihat di Balige Sumatera Utara kain tenun sudah dibikin melalui pabrik dan home industri skala besar.
Saya punya pengalaman yang unik ketika mengunjungi Pulau Lembata di Nusa Tenggara, disana saya menjumpai kain tenun umumnya dijual seharga paling murah 10 juta. dan umumnya mereka menjual sampai dengan 20jt perhelai tenun, usut punya usut ternyata tenun yang berada di Lembata sering dibuat untuk mas kawin. mereka dengan kesabaran mulai dari menanam kapas, memberi pewarna dan menenunnya bisa paling cepat 6 bulan sampai 1 tahun untuk membuat 1 helai kain tenun. maka tidak heran harganya bisa mencapai 20jt, wong dari menanam kapasnya aja sudah dihitung hehe. maka Kain Tenun saya masukkan sebagai Mahakarya Indonesia dengan pembuatan yang membutuhkan kesabaran yang tinggi.

Keris Peninggalan Leluhur.

Yang membuat saya tertarik dengan keris karena Kakek saya seorang kolektor keris, sebelum kakek saya meninggal beliau punya banyak koleksi keris. waktu kecil saya sering diceritakan sama mbah (kakek) bagaimana pembuatan keris, dahulu kalau mpu keris itu membuat keris katanya dibuat oleh tangan dan rata rata mpu pembuat keris itu punya kesaktian yang sangat tinggi sehingga bisa meliuk liukkan besi panas menjadi sebuah luk atau liuk dari keris tersebut.
walaupun sampai sekarang saya masih teringat dan penasaran bener gak sih dahulu mpu para pembuat keris membuat seperti itu, karena sampai saat ini saya belum pernah melihat para pembuat keris modern melakukan hal tersebut. tetapi perlu diingat kalau keris itu merupakan salah satu mahakarya Indonesia yang wajib kita pelihara. keris adalah senjata golongan ringan, pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam peperangan maupun benda pelengkap sesajian. memang asal usul keris memang belum banyak sumber yang menjelaskan darimana, namun katanya keris ada pengaruh dari senjata kebudayaan Tiongkok yang juga mirip dengan keris yang berundak undak. maka tidak salah jika keris masuk dalam Mahakarya Indonesia yang punya sejarah panjang dan dibuat dengan kesabaran tinggi.
UNESCO yang merupakan organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia. "Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 November 2005.
Wayang Kulit.
 
Saya sangat tertarik dengan wayang dikarenakan punya proses yang cukup menarik, dari pembuatan wayang yang terbuat dari kulit sapi, dipotong dibentuk dan diberi pewarnaan. sampai dengan dalang yang memainkan wayang dengan sangat menarik, yang diiringi oleh sinden dan gamelan yang sangat merdu didengar telinga. semua tentang Wayang merupakan hal yang sangat menarik bagi saya, kalau dibuat foto esay pasti juga bisa sangat menarik.
Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. maka tidak salah jika Wayang diberi penghargaan dari UNESCO, yang telah mengakui wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Pertunjukan wayang juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu. di Thailand saya juga jumpai Wayang yang dipertunjukkan untuk turis, dan mereka terinspirasi dari Wayang yang ada di Indonesia.
Candi Borobudur.
 
Siapa yang tidak mengenal dengan Candi Borobudur, kemegahannya disetarakan dengan Angkor Wat di Kamboja. walaupun Candi Borobudur jauh sebelum Angkor Wat berdiri di Kamboja, katedral dan benteng megah di Eropa. candi Borobudur telah berdiri terlebih dahulu dengan megah di tanaj Jawa. UNESCO menyebut candi Borobudur sebagai monumen dan stupa termegah dan terbesar di Dunia. dahulu pada abad ke 9 hingga abad ke 11 umat budha dari seluruh dunia berduyun duyun datang kesini. selain itu pahatannya juga termasuk yang terbanyak di dunia.
Borobudur memiliki nilai seni yang sangat tinggi, pembangunan Borobudur membuktikan pada saat itu teknologi dan peradaban yang terdapat di pulau jawa sangat tinggi. Candi Borobudur merupakan Mahakarya asli Bangsa Indonesia, walaupun sampai saat ini belum ada lagi Mahakarya yang dibuat anak bangsa setara dengan kolosalnya candi Borobudur

Inspirasi dalam membuat Mahakarya Indonesia bisa datang dari mana saja, baik tulisan, foto dan video. ketika saya membuka youtube dan mengetik Mahakarya Indonesia langsung muncul Video Mahakarya Indonesia dari Djisamsoe yang merangkum budaya dan alam Indonesia,  Foto dan Tulisan saja itu dirasa kurang. oleh karenanya saya lengkapi video ini agar kita bisa selalu menjaga budaya yang menjadi Mahakarya Indonesia.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

13 Tips memotret saat mendaki gunung.

Salah satu objek Landscape yang menawan adalah foto keindahan pegunungan, sebagian besar fotografer memotret pegunungan ditempat yang sudah umum. misalnya seperti di Penanjakan di Gunung Bromo, yang memotret Gunung Bromo tidak bersusah payah lagi karena naik jeep. padahal banyak sekali lokasi memotret pegunungan yang eksotis kalau kita memotret saat melakukan pendakian. Memotret di gunung memiliki tantangan tersendiri dibandingkan memotret di tempat-tempat lain seperti pantai yang tidak perlu lagi usaha trekking dan naik kepuncak gunung. sebagian besar para pendaki mempunyai tujuan utama untuk menikmati keindahan alam selama pendakian, berharap bisa mencapai puncak gunung tersebut dan yang terpenting menyelesaikan pendakian tersebut dengan aman dan selamat.


Memotret gunung dan melakukan pendakian merupakan tantangan yang sulit buat fotografer, terutama saya. saya sangat suka dengan pegunungan apalagi memotretnya, tetapi yang saya tidak suka itu trekking dan mendakinya hehe. karena untuk mendaki dan memotret butuh persiapan yang sangat panjang, apalagi mental juga harus siap. tenaga kuat mental tidak siap saya jamin gak akan sampai trekking sampai keatas.

Banyak sekali kendala dan cuaca dan keadaan alam yang berubah-ubah, jalur pendakian yang terkadang berbahaya, waktu yang terbatas, keharusan untuk tetap selaras dengan jadwal pendakian yang telah disepakati bersama dengan tim, kesiapan fisik, dll, menuntut kita untuk lebih siap dan cekatan dalam mengabadikan pemandangan dan momen-momen selama pendakian berlangsung. Namun dengan berbagai tantangan dan keterbatasan tersebut bukan berarti kita tidak bisa mengabadikan keindahan pemandangan dan setiap momen dengan baik.

menurut pengalaman saya, ada beberapa tips agar kita bisa memotret Gunung dengan maksimal.

1. Persiapkan Mental.


Mendaki gunung bukan masalah fisik dan stamina yang prima, tetapi kita juga harus menyiapkan mental yang juga prima. Mental disini sangat penting, bawalah teman teman yang sudah terbiasa mendaki gunung dan bisa memotivasi kita untuk tetap jalan terus. pengalaman saya ketika hampir menyerah mendaki gunung, beruntung saya dikelilingi teman teman yang punya pribadi positif sehingga terus disemangati untuk tetap jalan terus walau pelan pelan asal sampai.

2. Persiapkan Fisik dengan Baik


Yang kedua adalah menyiapkan fisik, misalnya untuk mendaki Gunung Rinjani di Lombok saja. bagi yang tidak pernah olah raga harus latihan jalan dan lari itu 3 bulan sebelumnya lho, karena mendaki gunung adalah aktivitas yang membutuhkan kesiapan fisik dan stamina. Membawa kamera dan perlengkapannya pada saat mendaki gunung jelas akan menambah beban dan memerlukan energi ekstra, apalagi jika anda membawa kamera. persiapkan fisik dan stamina anda sebaik mungkin menjelang pendakian. Stamina dan fisik yang bugar akan membuat anda lebih bersemangat dan siap pada saat memotret di gunung.

3. Gunakanlah Porter.


Mendaki dan memotret adalah kedua hal yang berbeda, yang saya rasakan ketika mendaki gunung tanpa memotret memang sangat nikmat. karena kita memang menikmati perjalanan kita sambil melihat pemandangan yang indah. tetapi beda soal ketika memotret di Gunung, kita membutuhkan mood yang baik dan mood yang baik itu tercipta ketika stamina kita sedang fit. memotret membutuhkan extra pikiran untuk memikirkan konsep dan komposisi. saran saya gunakanlah porter yang khusus membawa kamera anda agar stamina anda tetap terjaga dan selalu mood dalam memotret.

4. Carilah Guide yang berpengalaman dan terbiasa membawa Fotografer.


Guide yang terbiasa membawa fotografer biasanya tahu angle angle dan komposisi mana saja yang disukai oleh fotografer, mereka berpengalaman untuk tahu kapan waktunya bagus untuk memotret dan dilokasi mana saja yang orang umum tidak tahu kalau lokasi tersebut bagus untuk difoto. foto Gunung yang sukses sangat tergantung dari guide yang kita bawa, semakin berpengalaman mereka semakin besar peluang kita bisa mendapatkan foto yang bagus.

5. Cari Informasi dan Lihat Foto-Foto dari Gunung yang Hendak Didaki.


bertanya kepada teman dan mencari informasi mengenai gunung yang hendak didaki dari berbagai sumber baik internet, dari teman-teman yang pernah kesana, dll, akan membantu kita memahami seperti apa kondisi gunung tersebut. darisini kita bisa mempersiapkan kamera dan lensa apa saja yang bisa kita bawa.

6. Be simple.


Riset dan bertanya kepada teman yang sudah pernah memotret disana sangatlah penting, dan jika memungkinkan cobalah melihat-lihat terlebih dahulu foto-foto yang pernah diambil oleh fotografer-fotografer yang pernah berkunjung kesana. ketika mendaki gunung membawa kamera dan lensa secukupnya sangatlah penting, karena jika anda terlalu lelah membawa sebotol air mineralpun akan terasa sangat berat. hal ini yang saya lakukan ketika mendaki gunung Rinjani, saya banyak bertanya kepada teman teman fotografer yang sudah pernah mendaki disana. lensa apa saja yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. hasilnya saya membawa perlengkapan yang minim dan hasil yang maksimal.

7. Bawalah Kamera dan Lensa yang Benar-Benar Dibutuhkan


Punya banyak lensa memang kebanggaan tersendiri bagi fotografer, Namun membawa semua lensa tersebut saat mendaki gunung bukan keputusan terbaik karena akan menambah beban selama pendakian dan menguras energi. seperti yang saya bilang diatas, bawalah hanya yang anda benar benar butuh.

8. Tripod bawa atau tidak ya?


Bagi saya membawa tripod pada saat mendaki gunung memang membuat galau, ukuran tripod yang besar dan berat sangat membuat PR bagi kita yang membawanya. memang sih Tripod akan sangat membantu mencegah kamera dari goncangan dan getaran dan memungkinkan kita memotret pada kondisi cahaya yang minim. Pemandangan di gunung tidak hanya indah di siang hari saja, namun juga mempesona pada malam dan pagi hari sebelum hingga beberapa saat setelah matahari terbit. jawabannya gampang, Tripod sangat dibutuhkan untuk memotret sunset dan sunrise, startrail dan bintang bintang dilangit. tetapi saran saya pakailah porter untuk mengangkat tripod.

9. Lindungi kamera dari cuaca dingin.


Pegunungan mempunyai cuaca yang sangat dingin bahkan extreem, saya pernah membawa kamera ketika sampai dipuncak gunung paginya baterenya ngedrop. saran saya bawalah kamera tidak cuma 1, tapi minimal ada backup 1 kamera. jika batere tidak berfungsi, cobalah dihangatkan ditangan dan untuk batere cadangan bisa dililit oleh kain dan baju. agar meminimalisasi cuaca dingin.

10. Persiapkan Memory Card dan Baterai Cadangan


disepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan dan momen-momen yang tidak terduga. Jadi jangan sampai anda kehilangan kesempatan dan momen berharga tersebut hanya karena memory card penuh dan energi baterai habis. Siapkan memory card dan baterai cadangan sesuai kebutuhan anda. periksa kembali memory card anda, jangan sungkan sungkan untuk membeli memory card baru untuk cadangan. karena listrik untuk mencharge yang minim, bawalah batere cadangan juga.

11. Agar batere kamera awet.


biasanya kebiasaan fotografer fotografer itu kalau dapat foto bagus biasanya suka banget melihat hasil foto di LCD kamera, Kurangi melihat-lihat (review) foto sambil melihat di LCD Monitor kamera karena pastinya akan mempercepat habisnya energi baterai. biarkan rasa penasaran itu ada agar kita semangat untuk membuat foto lain yang bagus.

12. Di Gunung Kamera dan lensa riskan rusak. 


Kamera ketika dibawa mendaki gunung akan lebih riskan rusak, pertama karena faktor medan yang membuat debu gampang masuk sehingga sensor menjadi kotor. kedua karena tergesek gesek oleh pohon atau baju kita yang tidak terasa membuat cat kamera terkelupas. lindungi perlengkapan kamera anda dari hal-hal yang bisa merusaknya seperti hujan, benturan, dll. Persiapkan tempat atau tas yang aman dan baik. Lapisi tempat/ tas tersebut dengan pelindung hujan (cover). Jangan lupa membawa jas anti hujan (rain coat) yang cukup lebar sehingga bisa menutupi tas kamera anda.

13. Keselamatan diri lebih penting dari apapun.


ada istilah buat apa mendapatkan foto yang bagus kalau kita tidak selamat, biar bagaimanapun keselamatan diri sendiri lebih penting dari apapun. terlebih di Gunung kalau kita yang celaka karena asik memotret akan merepotkan partner perjalanan kita, jika kondisi tidak memungkinkan untuk memegang kamera misalnya karena jalur yang ekstrim dan berat, ada baiknya masukkan terlebih dahulu kamera ke dalam tas dan fokuslah pada pendakian. Jika telah keluar dari jalur berat tersebut, anda bisa kembali mengeluarkan kamera dan siap memotret kembali. Keselamatan diri anda jauh lebih penting dari apapun.


Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Gotong royong, budaya yang mulai ditinggalkan. #MahakaryaIndonesia

Indonesia punya banyak budaya Gotong Royong, walau di masyarakat kota sudah mulai luntur budaya ini, saya masih banyak menemui Budaya Gotong Royong diseluruh pelosok nusantara. budaya yg masih terjaga dan menjadi kearifan lokal dipelosok nusantara. Budaya gotong royong, budaya santun‪ Mahakarya Indonesia negeriku Indonesia. ada begitu banyak budaya Gotong Royong yang masih ada, saya ingin share beberapa budaya Gotong Royong yang masih ada di pelosok Nusantara.

1. Mengangkat Kapal Nelayan di Tulamben Bali.


Masih banyak di pesisir pantai di pulau Bali saya menemukan para nelayan yang saling bergotong royong, salah satunya di daerah Tulamben - Amed Bali ini banyak berjejer kapal nelayan. kita bisa melihat para nelayan saling membantu pada saat matahari terbit dan matahari terbenam.

2. Bambu Gila Maluku.


Bambu Gila ini adalah permainan tradisional yang punya budaya gotong royong, karena permainan ini dimainkan oleh banyak orang. dan tujuan permainan ini adalah agar para pemuda bisa selalu kompak dan saling bergotong royong dalam setiap kegiatan bermasyarakat. Bambu Gila biasanya para pemainnya adalah pemuda desa pada acara-acara tertentu. pada saat arwah sudah mulai masuk para penari akan bergerak dengan lincah mengikuti gerakan bambu gila yang telah dimanterai. Bambu ini bergerak seolah olah hidup dan bergerak Gila, Mereka para penari akan membuat gerakan rangkaian dan saling mengaitkan tangan, juga untuk mengadakan Tarian Bambu Gila ini dibutuhkan lokasi yang luas sehingga aman untuk dipentaskan. Dengan gerakan yang begitu tidak teratur dan tidak bisa dikendalikan maka para penari dituntut memiliki fisik yang cukup kuat kalau tidak kuat akan membuat badan kita terpelanting kesana kemari.

3. Ngaben di Pulau Dewata Bali.


Ngaben Cremation event ini adalah termasuk yang terbesar di Pulau Bali. yang menarik Royal Ngaben Cremation ini adalah persiapannya yang panjang, biasanya memakan waktu persiapan 1 sd 2 bulan mulai dari pembuatan bade atau menara yang akan digunakan untuk ngaben. lama pembuatan bade ini melibatkan banyak masyarakat dari masak memasak, pembuatan patung sapi dan dibutuhkan gotong royong secara masal sehingga persiapan ini sudah membuat magnet bagi para turis yang akan melihat.

4. Pembuatan Batik Tulis.


Saya masih banyak menjumpai kegiatan Batik Tulis yang masih banyak diadakan di desa Giriloyo Jogja dan Desa Lasem, di desa ini yang umumnya dilakukan oleh wanita mereka melakukan membatik tulis ini secara bersama sama dan gotong royong. penduduk 1 desa berkumpul di salah satu rumah atau balai dan mereka bersama sama untuk membatik.

5. Upacara Kematian Rambu Solo Toraja.


Upacara rambu solo di Tana Toraja Sulawesi adalah semacam perayaan atau upacara adat untuk penghormatan terakhir sekaligus mengantar orang tercinta yang telah meninggal dunia menuju ke alam puya atau alam baka. Dan karena ini merupakan upacara yang dilaksanakan demi untuk menghormati orang tercinta maka segala sesuatunya pun di buat semegah mungkin. acara semegah mungkin ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat desa tersebut secara gotong royong, Berpuluh-puluh kerbau dikorbankan, beratus-ratus babi disemelih, dan beribu-ribu ayam di potong untuk perayaan ini. sanak saudara dan keluarga bahu-membahu mengangkat peti jenazah yang beratnya mencapai 100 kilogram untuk dinaikkan ke dalam rumah adat. Menurut adat Toraja prosesi ini melambangkan penyatuan kembali jenazah dengan para leluhurnya.

6. Tradisi Gotong Royong Angkat Rumah di Sulawesi.


Saya melihat tradisi yang sudah mulai jarang di Sulawesi ini pagi hari ketika dalam perjalanan keliling Sulawesi, tradisi Gotong Royong ini semakin punah dikarenakan sudah banyaknya rumah modern yang dibangun. biasanya yang dipindahkan adalah rumah panggung, Untuk memindahkan rumah panggung dengan berat puluhan ton dengan cara digeser ini cukup dibutuhkan tenaga sekitar 60 hingga 100 orang. Selain membutuhkan dongkrak mobil untuk mengangkat tiang penyanggah rumah Warga juga cukup menyediakan potongan batang daun kelapa dengan panjang sekitar 3o sentimeter yang berfungsi sebagai rel atau roda saat badan rumah di dorong.

7. Tradisi Pasola di Sumba.


awal mulanya tradisi Pasola di pulau Sumba ini dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar panen tahun itu berhasil dengan baik. permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. satu kelompok bermain ini terdiri dari satu kampung dan melawan satu kampung lainnya, satu kampung bergotong royong dan bekerja sama agar para pemain pasola ini semangat dan menang. karena kalau menang berarti panen mereka diterima oleh Tuhan dan panen bisa terlaksana dengan baik.

8. Pembuatan kapal Pinisi Bulukumba Sulawesi.


Kabupaten Bulukumba dikenal juga sebagai Butta Panrita Lopi atau “Bumi Pembuat Pinisi ". Masyarakat Bulukumba memang sejak dahulu memiliki keahlian sebagai pembuat ulung kapal layar pinisi yang merupakan kebanggaan orang Bugis. Hingga saat ini keterampilan mereka bahkan didengar dan dihargai oleh berbagai pihak dari mancanegara. untuk mengerjakan kapal pinisi yang begitu megah dan besar ini mereka bergotong royong membuat satu persatu bagian dari perahu ini, dahulu mereka mengerjakan secara sukarela.


9. Ronda Siskamling.


Siapa yang didaerah sekitar rumahnya masih ada Ronda Siskamling? pasti sudah jarang ya? Ronda Siskamling adalah kegiatan Gotong Royong swadaya masyarakat yang bergantian menjaga daerah rumahnya, namun saat ini kegiatan siskamling ini di kota besar terutama sudah semakin ditinggalkan. saya masih banyak melihat Ronda Siskamling di daerah masih banyak dilakukan. ayo kita jaga budaya Ronda Siskamling agar lingkungan kita tetap aman.

Gotong Royong merupakan warisan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, Tradisi yang bisa dibilang Mahakarya Indonesia saat ini terutama di kota kota besar di Indonesia. tradisi ini semakin jarang dilakukan dan bahkan bisa dibilang nyaris hilang. kebiasaan terkecil saja seperti gotong royong membersihkan pekarangan sudah jarang dilakukan, ada TVC yang membuat saya terinspirasi untuk membuat artikel ini. saya teringat kalau Indonesia di pelosok nusantara masih banyak menjaga tradisi Gotong Royong yang menjadi budaya Mahakarya Indonesia.



Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

Festival Budaya Tabalong di Kalimantan Selatan yang berlangsung meriah.


Tabalong Ethnic Festival IV merupakan festival budaya lokal Banjar dan Dayak tahunan yang diselenggarakan pada 11-14 Februari 2015 di Kabupaten Tabalong. Festival ini didukung penuh oleh Adaro agar kebudayaan Dayak tidak lekang oleh perkembangan zaman.

Festival Tabalong berlangsung di Kota Tanjung, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada saat pembukaan festival, Rabu (11/2/2015) yang dimulai jam 2 siang waktu setempat kita bisa saksikan keindahan tanah Banua Saraba Kawa melalui festival ini.




Festival bertema 'Beauty of Tabalong' berlangsung 11-14 Februari 2015. Keindahan tanah Banua Saraba Kawa melalui festival ini.

Harmoni budaya Banjar dan Dayak ikut tampil dalam acara yang bertema "Beauty of Tabalong" ini. Semua itu diwujudkan melalui karnaval, festival film budaya, panggung seni dan gelar budaya Dayak Deah Kampung Sepuluh di Tabalong Ethnic Festival IV.

Pada hari pertama pembukaan berlangsung sangat meriah karena menampilkan pawai budaya karnaval fashion berbasis budaya dihadirkan dengan rute awal komplek stadion dan berakhir di Taman Kota Tanjung. Karnaval ini terbuka untuk anak-anak hingga dewasa dan dilombakan. Peserta akan menampilkan busana adat atau dayak, juga kostum-kostum unik yang menginterpretasikan tokoh.


Tabalong merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan, letaknya sekitar 270 km dari Kota Banjarmasin. Daerah ini dijuluki Banua Saraba Kawa yang artinya Daerah Serba Bisa. Saraba Kawa kembali diurai menjadi tiga istilah yaitu: Kawa Baucap (bisa mengucapkan), Kawa Manggawi (bisa mengerjakan) dan Kawa Manyandang (bisa bertanggung jawab).


Tabalong juga memiliki panorama alam pegunungan, hutan, dan sungai yang indah. Salah satunya adalah Air Terjun Ketingkang yang berada di Pegunungan Haliau, Desa Pangelak.

Buat yang ingin menikmati festival budaya ini, setelah itu juga bisa traveling berkeliling Tabalong untuk menikmati keindahan alamnya. Selain festival dan destinasi wisata kita juga bisa menikmati kuliner khasnya juga sangat enak seperti Patin Paliat dan kuliner khas lainnya yang ada diperjualbelikan di Taman Kota. Pengunjung bisa menikmati festival budaya ini secara lengkap.


Peserta pawai budaya pada pembukaan Festival Tabalong di Kota Tanjung, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (11/2/2015). Festival bertema 'Beauty of Tabalong' berlangsung 11-14 Februari 2015. Keindahan tanah Banua Saraba Kawa melalui festival ini.


Buat Anda yang sedang berada di Banjarmasin, Balikpapan dan Jakarta, ini adalah saat yang tepat untuk menikmati budaya Dayak dan keindahan Tabalong sekaligus dalam satu event. Pasalnya, sangat jarang budaya Dayak muncul pada saat festival, sehingga kita bisa memotret puas dan setelah itu menikmati destinasi wisata dan kuliner sekaligus.


 
Video kemeriahan Festival Tabalong yang epic dan kolosal.
 
Belum ada kata terlambat, karena festival ini berlangsung pada tanggal 11 sampai dengan 15 Februari 2015. Tunggu apalagi, yuk kemasi koper dan backpackmu untuk ke Tabalong Borneo.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Pantai Sorake Salah Satu dari 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia.


Indonesia punya banyak potensi wisata yang belum banyak dimanfaatkan maksimal oleh orang Indonesia sendiri. Contohnya kita itu punya banyak sekali lokasi untuk berselancar (surfing) yang terbaik di dunia. Seperti Pantai Sorake dan Lagundri di Pulau Nias, pantai ini banyak sekali dikunjungi oleh para peselancar luar negeri.

Bahkan peselancar profesional pun juga sudah banyak yang ke sini. Ibarat kita punya mobil Ferrari tetapi tidak bisa menyetirnya, nah ibarat itu lah kita tidak bisa memanfaatkan potensi wisata negara kita.

Tetapi memang harus diakui sih kalau belajar surfing itu tidak mudah. Contohnya saya sendiri pernah belajar surfing bahkan pernah sampai ikut sekolah surfing di Bali beberapa hari tetap enggak bisa-bisa, he-he... Ternyata surfing itu susah juga ya, harus belajar secara konsisten supaya bisa mahir.


Di sini saya mau sharing tentang Pantai Lagundri di Pulau Nias, Sumatera Utara. Pantai Lagundri merupakan salah satu dari 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia. Siapa yang bilang? Ya para peselancar yang datang dan sudah pernahsurfing keliling dunia. Ketika saya searching dan baca banyak artikel di internet pun juga dibilang seperti itu. Ketika saya datang dan melihat langsung memang tidak salah jika Pantai Lagundri ini masuk dalam 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia.

Pantai Sorake dan Lagundri memang belum lama dikenal, karena pantai ini mulai naik daun di kalangan para peselancar mulai tahun 1993. Pantai ini baru diakui kesempurnaannya untuk berselancar oleh para peselancar dunia yang sudah ke sini.

Para peselancar ini memacu adrenalin di lautan dengan gulungan ombak dan bermandikan matahari yang bisa membuat gosong siapa pun. Mungkin karena ini kali ya orang Indonesia tidak suka olahraga surfing, bikin hitam kulit he-he... Tepat di sebelah kanan teluknya, para peselancar dunia itu berlomba-lomba memburu angin yang bisa mengantar mereka ke ombak panjang dari arah selatan dan konon ombak besar jika bulan purnama muncul.


Pantai Lagundri ini terletak dekat dengan Pantai Sorake. Kedua pantai ini memiliki lanskap panorama yang indah tetapi juga terkenal sebagai lokasi selancar bertaraf internasional. Ketenaran kedua pantai tersebut kini disandingkan dengan ombak di Hawaii. Jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya 2 km, berlokasi sekitar 12 km dari Telukdalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Biasanya para selancar dari mancanegara banyak datang dan berkumpul di pantai ini pada bulan April hingga September setiap tahunnya. Mereka akan menjajal lipatan gelombang yang tingginya mampu mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan. Ketika saya ke sini kebetulan bukan musim yang terlalu bagus untuk surfing, yang saya perhatikan tinggi ombak hanya 3 sampai dengan 4 meter saja. Tetapi ini lumayan bikin ciut orang yang melihat he-he...


Oleh karena itu berselancar di Pantai Sorake Lagundri merupakan tempat yang sangat diidamkan para peselancar profesional. Selain itu, panjang ombak di kawasan ini nyatanya bisa mencapai 200 meter. Akan lebih menarik dan menantang ombaknya saat tiba bulan purnama!

Salah satu yang membuat ombak di Pantai Sorake Lagundri ini sangat dicari bagi para selancar adalah karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya teluk sehingga ombak akan bertambah besar.

Pantai Sorake sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan rutin yang diselenggarakan di sini di mana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi di Pantai Lagundri ini.



Lantas, bagaimana jika anda tidak suka selancar? Jangan khawatir, bagi pencinta pantai di sini juga pemandangannya sangat indah terutama sunset-nya. Pasalnya selain airnya yang jernih dan pasir putih bersih, di pantai ini terbilang sepi terutama bila bukan musim lomba selancar. Oleh karena itu, kawasan ini sangat ideal bagi Anda yang tidak menyukai keramaian dan ingin menikmati suasana pantai.

Apabila Anda belum berminat dengan olahraga selancar maka menyaksikan peselancar beraksi akan sangat mengasyikkan. Biasanya lomba surfingdigelar antara Juni hingga Juli di mana lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Yang seru di sini adalah banyak warga lokal setempat terutama anak mudanya dapat menjadi pemandu dan pelatih apabila Anda ingin belajar berselancar. Mereka akan menjelaskan kepada Anda termasuk untuk memahami jenis ombak di kawasan ini. Kalau tidak salah ada bagian dari pantai di Lagundri yang aman untuk para pemula yang ingin belajar surfing.


Saran saya sih kalau mau belajar lebih baik pada pagi hari, selain ombaknya belum terlalu besar juga matahari pagi pun juga belum terlalu menyengat di kulit. Selain itu waktu terbaik untuk berselancar bagi pemula adalah pagi hari. Itu karena pagi hari ombaknya belum terlalu tinggi sehingga Anda tidak perlu mengayuh terlalu kuat untuk mendorong badan ke tengah laut. Apabila Anda ingin mencari ombak besar maka melautlah saat siang atau menjelang sore mengingat saat itu angin sudah makin kencang dan ombak pun semakin besar.

Umumnya kebanyakan wisatawan yang datang ke sini menghabiskan waktu mereka di laut. Mereka dengan sabar menantikan anginnya yang besar untuk menghasilkan gulungan ombak yang tinggi dan panjang. Bermain ombak di sini tidak cukup sehari jadi pastinya Anda perlu bermalam di dekat pantai. Jangan takut bosan saat malam hari karena Anda dapat berjalan-jalan di tepi pantai atau bercengkerama dengan penduduk setempat.


Tip buat pencinta surfing yang ingin ke sini, musim terbaik untuk menyaksikan lomba selancar adalah antara Juni atau Juli, karena di bulan ini adalah sedang bagus-bagusnya cuaca dan ombak. Tidak hanya para peselancar, para fotografer dan traveler juga saya rekomendasikan datang. Selain bisa menikmati aksi para peselancar juga dipastikan Anda puas memotret.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma