Gotong royong, budaya yang mulai ditinggalkan. #MahakaryaIndonesia

Indonesia punya banyak budaya Gotong Royong, walau di masyarakat kota sudah mulai luntur budaya ini, saya masih banyak menemui Budaya Gotong Royong diseluruh pelosok nusantara. budaya yg masih terjaga dan menjadi kearifan lokal dipelosok nusantara. Budaya gotong royong, budaya santun‪ Mahakarya Indonesia negeriku Indonesia. ada begitu banyak budaya Gotong Royong yang masih ada, saya ingin share beberapa budaya Gotong Royong yang masih ada di pelosok Nusantara.

1. Mengangkat Kapal Nelayan di Tulamben Bali.


Masih banyak di pesisir pantai di pulau Bali saya menemukan para nelayan yang saling bergotong royong, salah satunya di daerah Tulamben - Amed Bali ini banyak berjejer kapal nelayan. kita bisa melihat para nelayan saling membantu pada saat matahari terbit dan matahari terbenam.

2. Bambu Gila Maluku.


Bambu Gila ini adalah permainan tradisional yang punya budaya gotong royong, karena permainan ini dimainkan oleh banyak orang. dan tujuan permainan ini adalah agar para pemuda bisa selalu kompak dan saling bergotong royong dalam setiap kegiatan bermasyarakat. Bambu Gila biasanya para pemainnya adalah pemuda desa pada acara-acara tertentu. pada saat arwah sudah mulai masuk para penari akan bergerak dengan lincah mengikuti gerakan bambu gila yang telah dimanterai. Bambu ini bergerak seolah olah hidup dan bergerak Gila, Mereka para penari akan membuat gerakan rangkaian dan saling mengaitkan tangan, juga untuk mengadakan Tarian Bambu Gila ini dibutuhkan lokasi yang luas sehingga aman untuk dipentaskan. Dengan gerakan yang begitu tidak teratur dan tidak bisa dikendalikan maka para penari dituntut memiliki fisik yang cukup kuat kalau tidak kuat akan membuat badan kita terpelanting kesana kemari.

3. Ngaben di Pulau Dewata Bali.


Ngaben Cremation event ini adalah termasuk yang terbesar di Pulau Bali. yang menarik Royal Ngaben Cremation ini adalah persiapannya yang panjang, biasanya memakan waktu persiapan 1 sd 2 bulan mulai dari pembuatan bade atau menara yang akan digunakan untuk ngaben. lama pembuatan bade ini melibatkan banyak masyarakat dari masak memasak, pembuatan patung sapi dan dibutuhkan gotong royong secara masal sehingga persiapan ini sudah membuat magnet bagi para turis yang akan melihat.

4. Pembuatan Batik Tulis.


Saya masih banyak menjumpai kegiatan Batik Tulis yang masih banyak diadakan di desa Giriloyo Jogja dan Desa Lasem, di desa ini yang umumnya dilakukan oleh wanita mereka melakukan membatik tulis ini secara bersama sama dan gotong royong. penduduk 1 desa berkumpul di salah satu rumah atau balai dan mereka bersama sama untuk membatik.

5. Upacara Kematian Rambu Solo Toraja.


Upacara rambu solo di Tana Toraja Sulawesi adalah semacam perayaan atau upacara adat untuk penghormatan terakhir sekaligus mengantar orang tercinta yang telah meninggal dunia menuju ke alam puya atau alam baka. Dan karena ini merupakan upacara yang dilaksanakan demi untuk menghormati orang tercinta maka segala sesuatunya pun di buat semegah mungkin. acara semegah mungkin ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat desa tersebut secara gotong royong, Berpuluh-puluh kerbau dikorbankan, beratus-ratus babi disemelih, dan beribu-ribu ayam di potong untuk perayaan ini. sanak saudara dan keluarga bahu-membahu mengangkat peti jenazah yang beratnya mencapai 100 kilogram untuk dinaikkan ke dalam rumah adat. Menurut adat Toraja prosesi ini melambangkan penyatuan kembali jenazah dengan para leluhurnya.

6. Tradisi Gotong Royong Angkat Rumah di Sulawesi.


Saya melihat tradisi yang sudah mulai jarang di Sulawesi ini pagi hari ketika dalam perjalanan keliling Sulawesi, tradisi Gotong Royong ini semakin punah dikarenakan sudah banyaknya rumah modern yang dibangun. biasanya yang dipindahkan adalah rumah panggung, Untuk memindahkan rumah panggung dengan berat puluhan ton dengan cara digeser ini cukup dibutuhkan tenaga sekitar 60 hingga 100 orang. Selain membutuhkan dongkrak mobil untuk mengangkat tiang penyanggah rumah Warga juga cukup menyediakan potongan batang daun kelapa dengan panjang sekitar 3o sentimeter yang berfungsi sebagai rel atau roda saat badan rumah di dorong.

7. Tradisi Pasola di Sumba.


awal mulanya tradisi Pasola di pulau Sumba ini dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar panen tahun itu berhasil dengan baik. permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. satu kelompok bermain ini terdiri dari satu kampung dan melawan satu kampung lainnya, satu kampung bergotong royong dan bekerja sama agar para pemain pasola ini semangat dan menang. karena kalau menang berarti panen mereka diterima oleh Tuhan dan panen bisa terlaksana dengan baik.

8. Pembuatan kapal Pinisi Bulukumba Sulawesi.


Kabupaten Bulukumba dikenal juga sebagai Butta Panrita Lopi atau “Bumi Pembuat Pinisi ". Masyarakat Bulukumba memang sejak dahulu memiliki keahlian sebagai pembuat ulung kapal layar pinisi yang merupakan kebanggaan orang Bugis. Hingga saat ini keterampilan mereka bahkan didengar dan dihargai oleh berbagai pihak dari mancanegara. untuk mengerjakan kapal pinisi yang begitu megah dan besar ini mereka bergotong royong membuat satu persatu bagian dari perahu ini, dahulu mereka mengerjakan secara sukarela.


9. Ronda Siskamling.


Siapa yang didaerah sekitar rumahnya masih ada Ronda Siskamling? pasti sudah jarang ya? Ronda Siskamling adalah kegiatan Gotong Royong swadaya masyarakat yang bergantian menjaga daerah rumahnya, namun saat ini kegiatan siskamling ini di kota besar terutama sudah semakin ditinggalkan. saya masih banyak melihat Ronda Siskamling di daerah masih banyak dilakukan. ayo kita jaga budaya Ronda Siskamling agar lingkungan kita tetap aman.

Gotong Royong merupakan warisan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, Tradisi yang bisa dibilang Mahakarya Indonesia saat ini terutama di kota kota besar di Indonesia. tradisi ini semakin jarang dilakukan dan bahkan bisa dibilang nyaris hilang. kebiasaan terkecil saja seperti gotong royong membersihkan pekarangan sudah jarang dilakukan, ada TVC yang membuat saya terinspirasi untuk membuat artikel ini. saya teringat kalau Indonesia di pelosok nusantara masih banyak menjaga tradisi Gotong Royong yang menjadi budaya Mahakarya Indonesia.



Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

Festival Budaya Tabalong di Kalimantan Selatan yang berlangsung meriah.


Tabalong Ethnic Festival IV merupakan festival budaya lokal Banjar dan Dayak tahunan yang diselenggarakan pada 11-14 Februari 2015 di Kabupaten Tabalong. Festival ini didukung penuh oleh Adaro agar kebudayaan Dayak tidak lekang oleh perkembangan zaman.

Festival Tabalong berlangsung di Kota Tanjung, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada saat pembukaan festival, Rabu (11/2/2015) yang dimulai jam 2 siang waktu setempat kita bisa saksikan keindahan tanah Banua Saraba Kawa melalui festival ini.




Festival bertema 'Beauty of Tabalong' berlangsung 11-14 Februari 2015. Keindahan tanah Banua Saraba Kawa melalui festival ini.

Harmoni budaya Banjar dan Dayak ikut tampil dalam acara yang bertema "Beauty of Tabalong" ini. Semua itu diwujudkan melalui karnaval, festival film budaya, panggung seni dan gelar budaya Dayak Deah Kampung Sepuluh di Tabalong Ethnic Festival IV.

Pada hari pertama pembukaan berlangsung sangat meriah karena menampilkan pawai budaya karnaval fashion berbasis budaya dihadirkan dengan rute awal komplek stadion dan berakhir di Taman Kota Tanjung. Karnaval ini terbuka untuk anak-anak hingga dewasa dan dilombakan. Peserta akan menampilkan busana adat atau dayak, juga kostum-kostum unik yang menginterpretasikan tokoh.


Tabalong merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan, letaknya sekitar 270 km dari Kota Banjarmasin. Daerah ini dijuluki Banua Saraba Kawa yang artinya Daerah Serba Bisa. Saraba Kawa kembali diurai menjadi tiga istilah yaitu: Kawa Baucap (bisa mengucapkan), Kawa Manggawi (bisa mengerjakan) dan Kawa Manyandang (bisa bertanggung jawab).


Tabalong juga memiliki panorama alam pegunungan, hutan, dan sungai yang indah. Salah satunya adalah Air Terjun Ketingkang yang berada di Pegunungan Haliau, Desa Pangelak.

Buat yang ingin menikmati festival budaya ini, setelah itu juga bisa traveling berkeliling Tabalong untuk menikmati keindahan alamnya. Selain festival dan destinasi wisata kita juga bisa menikmati kuliner khasnya juga sangat enak seperti Patin Paliat dan kuliner khas lainnya yang ada diperjualbelikan di Taman Kota. Pengunjung bisa menikmati festival budaya ini secara lengkap.


Peserta pawai budaya pada pembukaan Festival Tabalong di Kota Tanjung, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (11/2/2015). Festival bertema 'Beauty of Tabalong' berlangsung 11-14 Februari 2015. Keindahan tanah Banua Saraba Kawa melalui festival ini.


Buat Anda yang sedang berada di Banjarmasin, Balikpapan dan Jakarta, ini adalah saat yang tepat untuk menikmati budaya Dayak dan keindahan Tabalong sekaligus dalam satu event. Pasalnya, sangat jarang budaya Dayak muncul pada saat festival, sehingga kita bisa memotret puas dan setelah itu menikmati destinasi wisata dan kuliner sekaligus.


Belum ada kata terlambat, karena festival ini berlangsung pada tanggal 11 sampai dengan 15 Februari 2015. Tunggu apalagi, yuk kemasi koper dan backpackmu untuk ke Tabalong Borneo.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Pantai Sorake Salah Satu dari 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia.


Indonesia punya banyak potensi wisata yang belum banyak dimanfaatkan maksimal oleh orang Indonesia sendiri. Contohnya kita itu punya banyak sekali lokasi untuk berselancar (surfing) yang terbaik di dunia. Seperti Pantai Sorake dan Lagundri di Pulau Nias, pantai ini banyak sekali dikunjungi oleh para peselancar luar negeri.

Bahkan peselancar profesional pun juga sudah banyak yang ke sini. Ibarat kita punya mobil Ferrari tetapi tidak bisa menyetirnya, nah ibarat itu lah kita tidak bisa memanfaatkan potensi wisata negara kita.

Tetapi memang harus diakui sih kalau belajar surfing itu tidak mudah. Contohnya saya sendiri pernah belajar surfing bahkan pernah sampai ikut sekolah surfing di Bali beberapa hari tetap enggak bisa-bisa, he-he... Ternyata surfing itu susah juga ya, harus belajar secara konsisten supaya bisa mahir.


Di sini saya mau sharing tentang Pantai Lagundri di Pulau Nias, Sumatera Utara. Pantai Lagundri merupakan salah satu dari 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia. Siapa yang bilang? Ya para peselancar yang datang dan sudah pernahsurfing keliling dunia. Ketika saya searching dan baca banyak artikel di internet pun juga dibilang seperti itu. Ketika saya datang dan melihat langsung memang tidak salah jika Pantai Lagundri ini masuk dalam 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia.

Pantai Sorake dan Lagundri memang belum lama dikenal, karena pantai ini mulai naik daun di kalangan para peselancar mulai tahun 1993. Pantai ini baru diakui kesempurnaannya untuk berselancar oleh para peselancar dunia yang sudah ke sini.

Para peselancar ini memacu adrenalin di lautan dengan gulungan ombak dan bermandikan matahari yang bisa membuat gosong siapa pun. Mungkin karena ini kali ya orang Indonesia tidak suka olahraga surfing, bikin hitam kulit he-he... Tepat di sebelah kanan teluknya, para peselancar dunia itu berlomba-lomba memburu angin yang bisa mengantar mereka ke ombak panjang dari arah selatan dan konon ombak besar jika bulan purnama muncul.


Pantai Lagundri ini terletak dekat dengan Pantai Sorake. Kedua pantai ini memiliki lanskap panorama yang indah tetapi juga terkenal sebagai lokasi selancar bertaraf internasional. Ketenaran kedua pantai tersebut kini disandingkan dengan ombak di Hawaii. Jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya 2 km, berlokasi sekitar 12 km dari Telukdalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Biasanya para selancar dari mancanegara banyak datang dan berkumpul di pantai ini pada bulan April hingga September setiap tahunnya. Mereka akan menjajal lipatan gelombang yang tingginya mampu mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan. Ketika saya ke sini kebetulan bukan musim yang terlalu bagus untuk surfing, yang saya perhatikan tinggi ombak hanya 3 sampai dengan 4 meter saja. Tetapi ini lumayan bikin ciut orang yang melihat he-he...


Oleh karena itu berselancar di Pantai Sorake Lagundri merupakan tempat yang sangat diidamkan para peselancar profesional. Selain itu, panjang ombak di kawasan ini nyatanya bisa mencapai 200 meter. Akan lebih menarik dan menantang ombaknya saat tiba bulan purnama!

Salah satu yang membuat ombak di Pantai Sorake Lagundri ini sangat dicari bagi para selancar adalah karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya teluk sehingga ombak akan bertambah besar.

Pantai Sorake sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan rutin yang diselenggarakan di sini di mana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi di Pantai Lagundri ini.



Lantas, bagaimana jika anda tidak suka selancar? Jangan khawatir, bagi pencinta pantai di sini juga pemandangannya sangat indah terutama sunset-nya. Pasalnya selain airnya yang jernih dan pasir putih bersih, di pantai ini terbilang sepi terutama bila bukan musim lomba selancar. Oleh karena itu, kawasan ini sangat ideal bagi Anda yang tidak menyukai keramaian dan ingin menikmati suasana pantai.

Apabila Anda belum berminat dengan olahraga selancar maka menyaksikan peselancar beraksi akan sangat mengasyikkan. Biasanya lomba surfingdigelar antara Juni hingga Juli di mana lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Yang seru di sini adalah banyak warga lokal setempat terutama anak mudanya dapat menjadi pemandu dan pelatih apabila Anda ingin belajar berselancar. Mereka akan menjelaskan kepada Anda termasuk untuk memahami jenis ombak di kawasan ini. Kalau tidak salah ada bagian dari pantai di Lagundri yang aman untuk para pemula yang ingin belajar surfing.


Saran saya sih kalau mau belajar lebih baik pada pagi hari, selain ombaknya belum terlalu besar juga matahari pagi pun juga belum terlalu menyengat di kulit. Selain itu waktu terbaik untuk berselancar bagi pemula adalah pagi hari. Itu karena pagi hari ombaknya belum terlalu tinggi sehingga Anda tidak perlu mengayuh terlalu kuat untuk mendorong badan ke tengah laut. Apabila Anda ingin mencari ombak besar maka melautlah saat siang atau menjelang sore mengingat saat itu angin sudah makin kencang dan ombak pun semakin besar.

Umumnya kebanyakan wisatawan yang datang ke sini menghabiskan waktu mereka di laut. Mereka dengan sabar menantikan anginnya yang besar untuk menghasilkan gulungan ombak yang tinggi dan panjang. Bermain ombak di sini tidak cukup sehari jadi pastinya Anda perlu bermalam di dekat pantai. Jangan takut bosan saat malam hari karena Anda dapat berjalan-jalan di tepi pantai atau bercengkerama dengan penduduk setempat.


Tip buat pencinta surfing yang ingin ke sini, musim terbaik untuk menyaksikan lomba selancar adalah antara Juni atau Juli, karena di bulan ini adalah sedang bagus-bagusnya cuaca dan ombak. Tidak hanya para peselancar, para fotografer dan traveler juga saya rekomendasikan datang. Selain bisa menikmati aksi para peselancar juga dipastikan Anda puas memotret.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

Ternate Tidore Pusat Rempah Dunia.


Pulau-pulau di gugusan Maluku bagian utara adalah sumber cengkeh dunia yang melegenda. Pedagang India, Arab, Cina dan Jawa sering berkunjung ke Ternate, Tidore, dan Banda yang menjadi sumber rempah-rempah dunia. Mereka pulang membawa komoditi berharga itu ke negara asal untuk dijual dengan harga tinggi. Cengkeh, bersama-sama dengan pala dan fuli itu begitu berharga sebanding dengan emas kerena digunakan sebagai bumbu makanan dan untuk mengawetkan makanan atau sebagai bahan obat-obatan. 

Setelah Perang Salib, rute perdagangan ke Timur ditutup Kesultanan Otoman bagi pedagang Eropa sehingga Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda bertekad untuk menemukan sendiri kepulauan yang menjadi sumber rempah-rempah itu.


Vasco da Gama adalah orang pertama yang berlayar ke Tanjung Harapan di Afrika untuk mencapai India. Kemudian, dari India, Portugis akhirnya menemukan rute ke Maluku pada tahun 1521, dan tiba di kepulauan rempah-rempah dimaksud, yaitu: Ternate, Tidore, dan Banda. Untuk sampai di sana, pelaut Portugis berlayar sejauh 14.000 kilometer - hampir 9.000 mil - menyebrangi laut yang belum terpetakan, menghadapi badai, ombak tinggi dan angin muson tropis.

Saat kedatangan pedagang Eropa itu, sudah ada kesultanan yang berkembang di Ternate dan Tidore sehingga persaingan perdangan dan upaya monopoli pun terjadi. Pedagang Spanyol, Belanda dan Inggris pun tergiur membentuk armada perang untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah hingga akhirnya dimenangkan oleh Belanda.


Menjelang akhir abad ke-16, Gubernur Jendral Belanda Jan Pieterszoon Coen menanam cengkeh di Ambon dan menghancurkan semua tanaman cengkeh di Ternate dan Tidore secara brutal. Tindakan ini dikenal sebagai ekspedisi hongi dan langsung dilawan oleh Kesultanan Ternate dan Tidore. Berikutnya perlawanan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore melawan kolonialis pun tercatat dalam banyak halaman sejarah.

Ternate dan Tidore adalah dua pulau kecil yang hampir sama besarnya. Berlokasi di sebelah barat pulau utama, yaitu Halmahera. Kedua pulau ini saling berhadapan satu sama lain dan dipancang oleh gunung api yang muncul dari Laut Maluku yang dalam.


Pulau Ternate sendiri memiliki luas sekira 1.118 km persegi dan sejatinya adalah bagian dari tubuh Gunung Gamalama yang kakinya terbenam di bawah laut. Ketinggian Gunung Gamalama bila diukur dari permukaan laut hanya 1.715 meter namun jika diukur dari dasar laut mencapai 3.000 meter. Kota Ternate menjadi rumah bagi dua pertiga dari penduduk pulau yang mayoritas Muslim. Di sini, Anda dapat mengunjungi banyak peninggalan sejarah dan menyaksikan tradisi budaya lokal yang luar biasa. Kota ini juga merupakan pusat perdagangan pulau dengan fasilitas pendukung bisnis, jaringan transportasi, dan pariwisata.

Gunung api di pulau Ternate memberikan tanah subur dan pantai dengan pasir hitam yang berkilauan. Anda akan melihat seluruh pulau dihiasi oleh perahu berwarna-warni dalam berbagai ukuran berbaring di air dangkal berbatu virus dan terlindung oleh pohon kelapa yang menari-nari terkibas angin sejuk.


Apabila Ternate adalah kota pulau yang diperlengkapi dengan denyut aktivitas pemerintahan dan niaga maka berbeda pada kota pulau kembarannya, Tidore. Pulau ini lebih besar dari Ternate namun kontras karena masih terbilang sepi tetapi begitu tentram. Di sini akan Anda temui banyak masjid di sepanjang jalannya. Hampir selang beberapa ratus meter bahkan puluhan meter akan didapati masjid atau musala. Mayarakat Tidore terkenal kuat menjalankan ajaran Islam dan ramah pada pengunjung.

Meskipun hanya memiliki luas 15 km2, Pulau Ternate memiliki sejumlah pemandangan dan pengalaman yang patut untuk dijelajah.Mendaki puncak gunung berapi. Untuk setiap pengunjung yang datang ke pulau Ternate, mengunjungi Gunung Gamalama adalah keharusan. Wisata ke gunung tersedia dan menawarkan cara yang aman untuk menjelajah gunung berapi. Seorang pemandu lokal akan mengantar Anda melalui perjalanan selama 5 jam ke puncak gunung, 1.271 meter di atas permukaan laut.


Pelajari tentang kehidupan bangsawan Ternate dengan mengunjungi Istana Kedaton atau Sultan. Dibangun pada tahun 1796, sebagaian masih berfungsi sebagai rumah tinggal. Ada bagian bangunan khusus Kedaton yang berfungsi sebagai museum, di mana adik Sultan menyediakan informasi tentang Ternate dan tempat-tempat terkait dalam bahasa Inggris yang sangat baik bagi para pengunjung. Jika Anda telah berencana dan memperoleh izin dari Sultan, Anda dapat melihat mahkota Sultan yang hanya dikenakan pada penobatan. Legenda mengatakan bahwa mahkota memiliki 'rambut tumbuh', yang harus dipangkas sacara teratur. Orang-orang percaya dengan memamerkan mahkota di sekitar pulau dapat mencegah bencana, dan telah mencegah Gunung Gamalama meletus di masa lalu.


Masjid Sultan juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sempatkan diri Anda untuk mengagumi interior kayu di tempat ini. Hiburan lainnya di Ternate termasuk Benteng Oranye yang pernah menjadi kantor Hindia Belanda (VOC) dan juga sebagai tempat tinggal bagi gubernur Belanda di Ternate.


Berjalan di sekitar benteng Tolukko kuno. Dibangun tahun 1512 oleh Portugis, benteng yang pertama kali dibangun di Ternate. Benteng Kayu Merah juga layak untuk dikunjungi karena pemandangannya yang menakjubkan. Kunjungi Danau Tolire Besar yang menakjubkan, sebuah danau kawah yang spektakuler di Utara pulau. Menikmati pemandangan dramatis, terutama danau megah yang dikelilingi oleh hutan lebat.


Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

Bukan Empat Mata Trans7, tema "Senang - senang dapat duit"

buat yang belum nonton "Bukan Empat Mata" dengan Tema Senang - senang dapat uang. yuk silahkan ditonton.. kali ini membahas tuntas tentang profesi Travel Photographer dan Aerial Drone Photography masa depan travel foto..

Video "Senang senang dapat duit" selengkapnya via Youtube.

7 Destinasi Wisata di Thailand yang Wajib Dikunjungi.

Thailand adalah destinasi yang istimewa bagi saya, karena saya pernah ke Thailand 13 tahun lalu. Ketika saya masih awal kuliah dan waktu itu saya ingat mendapatkan tiket pesawat murah AirAsia dari Kuala Lumpur ke Phuket, Thailand.

Ketika saya mendapatkan undangan untuk mengeksplor alam budaya Thailand dari Tourism Authority of Thailand (TAT) saya sangat senang. Undangan ini akan mengembalikan kenangan masa lalu saya 13 tahun lalubackpacker-an untuk berkeliling Phuket, Thailand. Ketika saya melihatitenary dan saya searching di internet, sepertinya destinasi yang saya datangi adalah destinasi yang belum populer di kalangan wisatawan.


Tempat wisata Thailand tak kalah menarik jika dibandingkan dengan tempat wisata di negara Asia lainnya. Thailand adalah sebuah negara yang berbentuk kerajaan, dengan pusat pemerintahan di Kota Bangkok.

Ketika saya ke sini kondisi politik Thailand sudah sangat baik dan stabil karena sebelumnya ada pemberitaan yang kurang sedap situasi politik militer yang memegang kendali pemerintahan di Thailand. Tetapi, kepariwisataan di Thailand sesungguhnya berjalan normal. Apalagi, ketika saya berada disini sama sekali tidak melihat tentara yang berjaga atau situasi yang mencekam, semua berjalan normal seperti biasa.

Ada banyak yang kita bisa contoh dan belajar dari Thailand sebagai bangsa Indonesia, mereka (masyarakat Thailand) sangat sadar wisata. Bagi mereka, sektor pariwisata merupakan urat nadi perekonomian yang sangat penting. Setelah situasi politik selesai, pariwisata Thailand cepat bangkit dari keterpurukan.


Sebagai traveler, mengunjungi berbagai tempat wisata menarik di belahan dunia selalu menyisakan kesan spesial yang dalam. Khusus di Thailand, saya kerapkali disangka orang Thailand karena mungkin mirip dan secara budaya juga ada kesamaan. He-he...

Selama 5 hari saya banyak mengunjungi tempat yang menarik di Thailand, dan mungkin banyak wisatawan luar negeri yang belum mengetahuinya. Berikut destinasi apa saja yang bisa jadi referensi Anda untuk berpelesir di Thailand.

1. Baan Pinsuwan Benjarong di Samut Songkhram

Tempat ini merupakan home industry yang memproduksi keramik tradisional dengan menggunakan lukisan secara manual. Motif yang dibuat di sini sangatlah berseni tinggi karena motif yang digambarkan di keramik semuanya menggunakan tangan dan manual, sehingga tercipta detail dari motif keramik.


Motif keramik ini banyak diambil dari motif Tiongkok kuno dan tradisional Thailand yang digambar sangat berwarna. Yang seru di sini adalah kita bisa menyaksikan bahkan memotret para pekerjanya yang sangat ahli dan terampil dengan tangannya untuk menciptakan motif detail dari keramik ini.

Selain bisa memotret cara pembuatan dan lukisan keramik di sini kita juga bisa belajar cara melukis juga lho. Buat yang ingin membeli keramik disini juga sangat boleh, satu cangkir bermotif tradisional dan berwarna warni ini harganya bisa mencapai Rp 1.000.000 per cangkirnya.


Apakah mereka membeli untuk dipakai sehari-hari? Tentu tidak, karena sebagian besar wisatawan yang datang membeli cangkir-cangkir ini biasanya dibeli untuk oleh-oleh atau hadiah kepada orang yang spesial.

2. Wat Khanon Temple

Wat Khanon Temple adalah bangunan bersejarah di daerah Ratchaburi, Thailand bagian tengah. Di sini yang menarik adalah adanya museum wayang dan pentas teater pertunjukan Shadow Pupppet. Wat Khanon Temple juga menerima penghargaan dari UNESCO karena berperan aktif menjaga bangunan budaya "warisan budaya tak benda".


Banyak obyek foto yang bisa diambil di sini, di antaranya adalah kegiatan para "Monk" atau biksu yang memakai pakaian khasnya yang berwarna jingga. Di sini kita juga bisa melihat pembuatan wayang Thailand. Museum Wayang yang terdapat di dalam juga interiornya sangat bagus untuk dijadikan obyek foto. Yang terakhir adalah pertunjukan Shadow Puppet yang dimainkan oleh para pelajar. Buat yang ingin menonton dan memotret wayang bisa menontonnya setiap hari Sabtu dan Minggu jam 10.00.

Yang unik, wayang Thailand punya beberapa perbedaan dengan wayang yang ada di Indonesia. Kalau wayang Indonesia dimainkan oleh satu dalang dan banyak pengiring, baik pemain gamelan maupun sindennya. Sedangkan wayang Thailand punya bentuk yang besar, mungkin kulit satu kerbau yang dipakai untuk membuat satu buah wayang.


Selain itu dalang yang memainkan wayang juga dilakukan oleh banyak orang. Ibaratnya seperti kita melihat pertunjukan tari dan wayang sekaligus. Selain itu waktu pertunjukannya juga tergolong cepat sekitar 1 sampai dengan 2 jam. Ini berbeda dengan pertunjukan wayang di Jawa, di mana dalang bisa semalam suntuk bermain wayang.

Sepertinya wayang Thailand diperuntukan untuk kebutuhan pariwisata, dan berbeda dengan wayang yang ada di Indonesia yang sebagian besar ditontonkan untuk hiburan rakyat.

3. Sungai Mekong di Thailand

Sungai Mekong adalah sungai terpanjang ke-12 di dunia dan ke-7 di Asia, yang mengalir melewati 6 negara: Tiongkok, Burma, Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Di kawasan ini saya mengunjungi Sungai Mekong yang mengaliri sebagian besar kawasan di Thailand, Sungai Mekong salah satu sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat Thailand untuk kebutuhan mereka sehari-hari seperti transportasi, pemanfaatan perikanan, bahkan sebagai daerah wisata.


Saya berkesempatan menyusuri Sungai Mekong selama satu jam. Di sini saya banyak melihat masyarakat memanfaatkan dengan baik Sungai Mekong, dan saya juga banyak melihat hotel dan home stay yang dibangun di sisi Sungai Mekong. Ya merupakan wisata yang unik jika kita melihat langsung pemandangan sungai dan segala aktivitasnya. Salah satu aktifitas favorit saya ketika pagi hari, ada beberapa biksu yang melakukan ritual Tak Bat.

Sebagian besar penduduk Thailand adalah penganut aliran Buddha Theravada. Thailand mempunyai banyak biara dengan biksu yang mencapai ratusan yang melakukan ritual pengumpulan pindapatta yang menjadi tradisi aliran Buddha Theravada sejak berabad-abad yang lalu.


Biksu memakai jubah berwarna jingga berjalan tanpa alas kaki, dan ini merupakan pemandangan yang menarik. Berdasarkan kepercayaan Buddha Theravada, para biksu tidak diperbolehkan bertani dan memasak makanan untuk makanan mereka sendiri.

Cara mereka untuk menunjang kelangsungan hidup adalah mengumpulkan pindapatta dari umat berupa makanan atau uang. Mereka yang memberikan sumbangan diberikan doa sebagai berkah agar mereka hidup lebih sukses dan terkabul doanya. Difoto ini adalah seorang biksu yang menyusuri Sungai Mekong di Thailand. Masyarakat yang ingin memberikan pindapatta menyebut kata "Nimon" yang berarti tolong berhenti, karena biksu tidak boleh meminta-minta dan hanya menerima ketika orang memberikan.

4. Pembuatan Keramik dan Vas Naga secara tradisional di Tao Hong Tai Ceramic Factory

Masih di daerah Ratchaburi disini ada pabrik keramik yang sangat unik dan katanya konon yang terbaik di Thailand. Sesaat saya masuk ke halaman pabrik ini banyak sekali terdapat keramik yang dibuat berbagai macam rupa secara kreatif. Pembuatannya memang semuanya manual dan tradisional, tetapi konsepnya sangat kreatif karena bentuk keramiknya tidak hanya vas tetapi beraneka macam rupa. Di sini kita bisa memotret proses pembuatan keramik, motif naga yang masih dipertahankan sampai sekarang juga seru untuk diabadikan lewat kamera.


Jika anda ingin memesan khusus di sini juga bisa. Uniknya lagi adalah galeri tempat mereka memperdagangkan keramik-keramik ini dilakukan di halaman luas. Para pembeli bisa berkeliling pabrik sambil melihat vas keramik yang dijual sekaligus membuat para perajin keramik ini bekerja.

5. Pasar Tradisional Jed Samian di Photharam District

Salah satu destinasi dan obyek wisata di Photharam adalah pasar tradisional Jed Samian. Pasar ini unik karena sudah ada sejak 117 tahun yang lalu yang dibentuk oleh komunitas masyakat disana agar bisa menjual barang dan hasil perkebunan mereka.

Yang menarik di sini adalah banyak kuliner murahnya. Saya menemukan setengah ekor ayam goreng (2 potong) seharga kurang dari Rp 10.000. Sangat berbeda ketika saya di Bangkok, harga makanan di sini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta. Tetapi kita bisa menemukan kuliner yang murah di daerah pinggiran.


Ini mengingatkan saya ketika ke Phuket Thailand 13 tahun lalu di mana harga-harga di sana sangat murah dan bisa dibilang lebih murah daripada makanan di Yogyakarta. Kalau sekarang saya kurang tahu, mungkin sudah lebih mahal karena sudah menjadi tempat wisata yang populer.

Di Pasar Tradisional Jed Samian banyak obyek dan aktivitas di pasar yang bisa difoto, karena mereka sangat ramah kepada pendatang dan turis asing. Anda bisa mudah memotret mereka dan mengabadikan segala aktivitas mereka di dalam pasar ini. Buat anda pencinta kuliner datanglah ke pasar ini, dijamin irit dan perut kenyang.

6. Sampran Riverside Market

Sampran Riverside sebenarnya adalah resort dan hotel yang berada di Nakhom Pathom, yang sangat keren. Resort ini punya taman bermain dan pasar tradisional yang isinya adalah semua khas Thailand. Di Sampran Riverside terdapat Taman Budaya Thailand, di sini ada seni bela diri tradisional, tarian tradisional, cara membuat kuliner Thailand. Bahkan ada demo proses pembuatan tenun Thailand yang legendaris.


Tidak hanya itu, wisatawan juga boleh dan bebas memotret mereka, sehingga tempat ini saya rekomendasikan sebagai tempat yang wajib dikunjungi untuk para traveler dan fotografer.


Di sini ada juga pertunjukkan budaya Thailand dan pemberian makan gajah. Selain itu di area luar Sampran ini ada farmer market (Talad Sukjai) yang banyak menjual hasil perkebunan dari daerah sekitar. Aneka produk lokal juga dijual di sini, harganya pun juga tidak terlalu mahal. Saya bisa bilang murah, karena saya di sini saya sempat membeli sebungkus besar rumput laut yang kalau dirupiahkan sebesar Rp 15.000. Padahal kalau di Jakarta bisa Rp 30.000 paling murah he-he...

7. Baiyoke Sky Bangkok

Menara Baiyoke Sky di Kota Bangkok Thailand, merupakan gedung tertinggi di Thailand bahkan di Asia Tenggara, karena bangunan ini punya 83 lantai. Di sebagian lantai atas hotel ini adalah restoran yang eksklusif dan punya akses untuk melihat pemandangan Kota Bangkok.

Jika anda ingin memotret Cityscape di Kota Bangkok, di sini lah tempatnya yang paling bagus untuk memotret Cityscape. Ada dua cara untuk memotret dari lokasi ini. Cara pertama, anda harus makan malam di hotel ini, menu yang ditawarkan adalah menu hotel bintang lima. Setahu saya harganya pun juga sangat mahal. Setelah anda membayar untuk makan, maka Anda bisa memotret dari balkon dan terlihat jelas pemandangan kota Bangkok keseluruhan.


Lantas, bagaimana buat para backpacker yang punya uang ngepas dan tidak bisa makan di hotel ini? Tenang, ini cara kedua, bagi orang umum juga bisa kok menikmati puncak hotel ini dengan membayar 100 baht (mata uang Thailand). Anda bisa langsung ke puncak tower. Kelemahan puncak tower ini adalah lokasi kita tempat berdiri adalah selalu berputar. Buat mereka yang hobi fotografi sangat susah memotret di sini karena puncak ini selalu berputar. Puncak ini buka pada siang hari, jadi saat terbaik mengunjungi tempat ini adalah sore hari di mana cahaya masih cukup dan memotret tidak memerlukan tripod.

Ketujuh tempat tersebut di atas adalah destinasi yang menurut saya tidak umum di Thailand, kecuali destinasi ketujuh ya he-he... Nah buat yang sudah pernah ke Thailand maupun yang belum pernah, referensi destinasi di atas barangkali bisa membantu Anda saat berkesempatan berpelesir ke Thailand.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Tips Memotret Festival Daerah ketika Traveling.

Festival adalah momen yang tepat untuk mendapatkan beragam foto yang menarik. Namun untuk mendapatkan gambar terbaik perlu ada beberapa hal yang anda perhatikan sebelum dan saat memotret di festival daerah.

1. Riset, dengan riset anda akan tahu gambar dan foto apa yang akan diambil, waktu yang tepat, lokasi terbaik dan beragam hal lainnya. rencana yang matang akan membatnu anda mendapatkan gambar terbaik.

2. Datang lebih awal, sebelum festival dimulai biasanya terdapat sejumlah persiapan yang menarik, selain itu dengan datang lebih awal anda bisa mendapatkan posisi terbaik untuk mengambil foto.


3. perhatikan aturan lokal, tiap daerah memiliki aturan tersendiri, ada beberapa objek yang dalam aturan lokal tidak boleh difoto. selain itu ada beberaa lokasi dengan tata cara berpakaian tertentu. jangan sampai karena pakaian anda tidak pantas sehingga tidak diperbolehkan masuk ke area festival. hargai aturan lokal dan jadilah fotografer yang bijaksana.

4. persiapkan perlengkapan kamera dengan sebaik baiknya, siapkan flash, beragam lensa dari yang wid sampai yang tele yang mungkin nanti akan diperlukan sesuai momennya, memory card dan baterai backup juga sangat penting untuk disiapkan. jangan sampai anda kehabisan batere dan memory disaat ada momen penting lewat.


5. Guide Lokal, Orang lokal lebih mengerti medan dan kebiasaan sekitar sehingga mereka dapat memberi inforasi yang dapat membantu anda menentukan lokasi yang terbaik atau hal hal unik yang pantas difoto pada saat festival. rencana yang matang akan membantu anda untuk mendapatkan gambar terbaik.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma