Ternate Tidore Pusat Rempah Dunia.


Pulau-pulau di gugusan Maluku bagian utara adalah sumber cengkeh dunia yang melegenda. Pedagang India, Arab, Cina dan Jawa sering berkunjung ke Ternate, Tidore, dan Banda yang menjadi sumber rempah-rempah dunia. Mereka pulang membawa komoditi berharga itu ke negara asal untuk dijual dengan harga tinggi. Cengkeh, bersama-sama dengan pala dan fuli itu begitu berharga sebanding dengan emas kerena digunakan sebagai bumbu makanan dan untuk mengawetkan makanan atau sebagai bahan obat-obatan. 

Setelah Perang Salib, rute perdagangan ke Timur ditutup Kesultanan Otoman bagi pedagang Eropa sehingga Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda bertekad untuk menemukan sendiri kepulauan yang menjadi sumber rempah-rempah itu.


Vasco da Gama adalah orang pertama yang berlayar ke Tanjung Harapan di Afrika untuk mencapai India. Kemudian, dari India, Portugis akhirnya menemukan rute ke Maluku pada tahun 1521, dan tiba di kepulauan rempah-rempah dimaksud, yaitu: Ternate, Tidore, dan Banda. Untuk sampai di sana, pelaut Portugis berlayar sejauh 14.000 kilometer - hampir 9.000 mil - menyebrangi laut yang belum terpetakan, menghadapi badai, ombak tinggi dan angin muson tropis.

Saat kedatangan pedagang Eropa itu, sudah ada kesultanan yang berkembang di Ternate dan Tidore sehingga persaingan perdangan dan upaya monopoli pun terjadi. Pedagang Spanyol, Belanda dan Inggris pun tergiur membentuk armada perang untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah hingga akhirnya dimenangkan oleh Belanda.


Menjelang akhir abad ke-16, Gubernur Jendral Belanda Jan Pieterszoon Coen menanam cengkeh di Ambon dan menghancurkan semua tanaman cengkeh di Ternate dan Tidore secara brutal. Tindakan ini dikenal sebagai ekspedisi hongi dan langsung dilawan oleh Kesultanan Ternate dan Tidore. Berikutnya perlawanan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore melawan kolonialis pun tercatat dalam banyak halaman sejarah.

Ternate dan Tidore adalah dua pulau kecil yang hampir sama besarnya. Berlokasi di sebelah barat pulau utama, yaitu Halmahera. Kedua pulau ini saling berhadapan satu sama lain dan dipancang oleh gunung api yang muncul dari Laut Maluku yang dalam.


Pulau Ternate sendiri memiliki luas sekira 1.118 km persegi dan sejatinya adalah bagian dari tubuh Gunung Gamalama yang kakinya terbenam di bawah laut. Ketinggian Gunung Gamalama bila diukur dari permukaan laut hanya 1.715 meter namun jika diukur dari dasar laut mencapai 3.000 meter. Kota Ternate menjadi rumah bagi dua pertiga dari penduduk pulau yang mayoritas Muslim. Di sini, Anda dapat mengunjungi banyak peninggalan sejarah dan menyaksikan tradisi budaya lokal yang luar biasa. Kota ini juga merupakan pusat perdagangan pulau dengan fasilitas pendukung bisnis, jaringan transportasi, dan pariwisata.

Gunung api di pulau Ternate memberikan tanah subur dan pantai dengan pasir hitam yang berkilauan. Anda akan melihat seluruh pulau dihiasi oleh perahu berwarna-warni dalam berbagai ukuran berbaring di air dangkal berbatu virus dan terlindung oleh pohon kelapa yang menari-nari terkibas angin sejuk.


Apabila Ternate adalah kota pulau yang diperlengkapi dengan denyut aktivitas pemerintahan dan niaga maka berbeda pada kota pulau kembarannya, Tidore. Pulau ini lebih besar dari Ternate namun kontras karena masih terbilang sepi tetapi begitu tentram. Di sini akan Anda temui banyak masjid di sepanjang jalannya. Hampir selang beberapa ratus meter bahkan puluhan meter akan didapati masjid atau musala. Mayarakat Tidore terkenal kuat menjalankan ajaran Islam dan ramah pada pengunjung.

Meskipun hanya memiliki luas 15 km2, Pulau Ternate memiliki sejumlah pemandangan dan pengalaman yang patut untuk dijelajah.Mendaki puncak gunung berapi. Untuk setiap pengunjung yang datang ke pulau Ternate, mengunjungi Gunung Gamalama adalah keharusan. Wisata ke gunung tersedia dan menawarkan cara yang aman untuk menjelajah gunung berapi. Seorang pemandu lokal akan mengantar Anda melalui perjalanan selama 5 jam ke puncak gunung, 1.271 meter di atas permukaan laut.


Pelajari tentang kehidupan bangsawan Ternate dengan mengunjungi Istana Kedaton atau Sultan. Dibangun pada tahun 1796, sebagaian masih berfungsi sebagai rumah tinggal. Ada bagian bangunan khusus Kedaton yang berfungsi sebagai museum, di mana adik Sultan menyediakan informasi tentang Ternate dan tempat-tempat terkait dalam bahasa Inggris yang sangat baik bagi para pengunjung. Jika Anda telah berencana dan memperoleh izin dari Sultan, Anda dapat melihat mahkota Sultan yang hanya dikenakan pada penobatan. Legenda mengatakan bahwa mahkota memiliki 'rambut tumbuh', yang harus dipangkas sacara teratur. Orang-orang percaya dengan memamerkan mahkota di sekitar pulau dapat mencegah bencana, dan telah mencegah Gunung Gamalama meletus di masa lalu.


Masjid Sultan juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sempatkan diri Anda untuk mengagumi interior kayu di tempat ini. Hiburan lainnya di Ternate termasuk Benteng Oranye yang pernah menjadi kantor Hindia Belanda (VOC) dan juga sebagai tempat tinggal bagi gubernur Belanda di Ternate.


Berjalan di sekitar benteng Tolukko kuno. Dibangun tahun 1512 oleh Portugis, benteng yang pertama kali dibangun di Ternate. Benteng Kayu Merah juga layak untuk dikunjungi karena pemandangannya yang menakjubkan. Kunjungi Danau Tolire Besar yang menakjubkan, sebuah danau kawah yang spektakuler di Utara pulau. Menikmati pemandangan dramatis, terutama danau megah yang dikelilingi oleh hutan lebat.


Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

Bukan Empat Mata Trans7, tema "Senang - senang dapat duit"

buat yang belum nonton "Bukan Empat Mata" dengan Tema Senang - senang dapat uang. yuk silahkan ditonton.. kali ini membahas tuntas tentang profesi Travel Photographer dan Aerial Drone Photography masa depan travel foto..

Video "Senang senang dapat duit" selengkapnya via Youtube.

7 Destinasi Wisata di Thailand yang Wajib Dikunjungi.

Thailand adalah destinasi yang istimewa bagi saya, karena saya pernah ke Thailand 13 tahun lalu. Ketika saya masih awal kuliah dan waktu itu saya ingat mendapatkan tiket pesawat murah AirAsia dari Kuala Lumpur ke Phuket, Thailand.

Ketika saya mendapatkan undangan untuk mengeksplor alam budaya Thailand dari Tourism Authority of Thailand (TAT) saya sangat senang. Undangan ini akan mengembalikan kenangan masa lalu saya 13 tahun lalubackpacker-an untuk berkeliling Phuket, Thailand. Ketika saya melihatitenary dan saya searching di internet, sepertinya destinasi yang saya datangi adalah destinasi yang belum populer di kalangan wisatawan.


Tempat wisata Thailand tak kalah menarik jika dibandingkan dengan tempat wisata di negara Asia lainnya. Thailand adalah sebuah negara yang berbentuk kerajaan, dengan pusat pemerintahan di Kota Bangkok.

Ketika saya ke sini kondisi politik Thailand sudah sangat baik dan stabil karena sebelumnya ada pemberitaan yang kurang sedap situasi politik militer yang memegang kendali pemerintahan di Thailand. Tetapi, kepariwisataan di Thailand sesungguhnya berjalan normal. Apalagi, ketika saya berada disini sama sekali tidak melihat tentara yang berjaga atau situasi yang mencekam, semua berjalan normal seperti biasa.

Ada banyak yang kita bisa contoh dan belajar dari Thailand sebagai bangsa Indonesia, mereka (masyarakat Thailand) sangat sadar wisata. Bagi mereka, sektor pariwisata merupakan urat nadi perekonomian yang sangat penting. Setelah situasi politik selesai, pariwisata Thailand cepat bangkit dari keterpurukan.


Sebagai traveler, mengunjungi berbagai tempat wisata menarik di belahan dunia selalu menyisakan kesan spesial yang dalam. Khusus di Thailand, saya kerapkali disangka orang Thailand karena mungkin mirip dan secara budaya juga ada kesamaan. He-he...

Selama 5 hari saya banyak mengunjungi tempat yang menarik di Thailand, dan mungkin banyak wisatawan luar negeri yang belum mengetahuinya. Berikut destinasi apa saja yang bisa jadi referensi Anda untuk berpelesir di Thailand.

1. Baan Pinsuwan Benjarong di Samut Songkhram

Tempat ini merupakan home industry yang memproduksi keramik tradisional dengan menggunakan lukisan secara manual. Motif yang dibuat di sini sangatlah berseni tinggi karena motif yang digambarkan di keramik semuanya menggunakan tangan dan manual, sehingga tercipta detail dari motif keramik.


Motif keramik ini banyak diambil dari motif Tiongkok kuno dan tradisional Thailand yang digambar sangat berwarna. Yang seru di sini adalah kita bisa menyaksikan bahkan memotret para pekerjanya yang sangat ahli dan terampil dengan tangannya untuk menciptakan motif detail dari keramik ini.

Selain bisa memotret cara pembuatan dan lukisan keramik di sini kita juga bisa belajar cara melukis juga lho. Buat yang ingin membeli keramik disini juga sangat boleh, satu cangkir bermotif tradisional dan berwarna warni ini harganya bisa mencapai Rp 1.000.000 per cangkirnya.


Apakah mereka membeli untuk dipakai sehari-hari? Tentu tidak, karena sebagian besar wisatawan yang datang membeli cangkir-cangkir ini biasanya dibeli untuk oleh-oleh atau hadiah kepada orang yang spesial.

2. Wat Khanon Temple

Wat Khanon Temple adalah bangunan bersejarah di daerah Ratchaburi, Thailand bagian tengah. Di sini yang menarik adalah adanya museum wayang dan pentas teater pertunjukan Shadow Pupppet. Wat Khanon Temple juga menerima penghargaan dari UNESCO karena berperan aktif menjaga bangunan budaya "warisan budaya tak benda".


Banyak obyek foto yang bisa diambil di sini, di antaranya adalah kegiatan para "Monk" atau biksu yang memakai pakaian khasnya yang berwarna jingga. Di sini kita juga bisa melihat pembuatan wayang Thailand. Museum Wayang yang terdapat di dalam juga interiornya sangat bagus untuk dijadikan obyek foto. Yang terakhir adalah pertunjukan Shadow Puppet yang dimainkan oleh para pelajar. Buat yang ingin menonton dan memotret wayang bisa menontonnya setiap hari Sabtu dan Minggu jam 10.00.

Yang unik, wayang Thailand punya beberapa perbedaan dengan wayang yang ada di Indonesia. Kalau wayang Indonesia dimainkan oleh satu dalang dan banyak pengiring, baik pemain gamelan maupun sindennya. Sedangkan wayang Thailand punya bentuk yang besar, mungkin kulit satu kerbau yang dipakai untuk membuat satu buah wayang.


Selain itu dalang yang memainkan wayang juga dilakukan oleh banyak orang. Ibaratnya seperti kita melihat pertunjukan tari dan wayang sekaligus. Selain itu waktu pertunjukannya juga tergolong cepat sekitar 1 sampai dengan 2 jam. Ini berbeda dengan pertunjukan wayang di Jawa, di mana dalang bisa semalam suntuk bermain wayang.

Sepertinya wayang Thailand diperuntukan untuk kebutuhan pariwisata, dan berbeda dengan wayang yang ada di Indonesia yang sebagian besar ditontonkan untuk hiburan rakyat.

3. Sungai Mekong di Thailand

Sungai Mekong adalah sungai terpanjang ke-12 di dunia dan ke-7 di Asia, yang mengalir melewati 6 negara: Tiongkok, Burma, Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Di kawasan ini saya mengunjungi Sungai Mekong yang mengaliri sebagian besar kawasan di Thailand, Sungai Mekong salah satu sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat Thailand untuk kebutuhan mereka sehari-hari seperti transportasi, pemanfaatan perikanan, bahkan sebagai daerah wisata.


Saya berkesempatan menyusuri Sungai Mekong selama satu jam. Di sini saya banyak melihat masyarakat memanfaatkan dengan baik Sungai Mekong, dan saya juga banyak melihat hotel dan home stay yang dibangun di sisi Sungai Mekong. Ya merupakan wisata yang unik jika kita melihat langsung pemandangan sungai dan segala aktivitasnya. Salah satu aktifitas favorit saya ketika pagi hari, ada beberapa biksu yang melakukan ritual Tak Bat.

Sebagian besar penduduk Thailand adalah penganut aliran Buddha Theravada. Thailand mempunyai banyak biara dengan biksu yang mencapai ratusan yang melakukan ritual pengumpulan pindapatta yang menjadi tradisi aliran Buddha Theravada sejak berabad-abad yang lalu.


Biksu memakai jubah berwarna jingga berjalan tanpa alas kaki, dan ini merupakan pemandangan yang menarik. Berdasarkan kepercayaan Buddha Theravada, para biksu tidak diperbolehkan bertani dan memasak makanan untuk makanan mereka sendiri.

Cara mereka untuk menunjang kelangsungan hidup adalah mengumpulkan pindapatta dari umat berupa makanan atau uang. Mereka yang memberikan sumbangan diberikan doa sebagai berkah agar mereka hidup lebih sukses dan terkabul doanya. Difoto ini adalah seorang biksu yang menyusuri Sungai Mekong di Thailand. Masyarakat yang ingin memberikan pindapatta menyebut kata "Nimon" yang berarti tolong berhenti, karena biksu tidak boleh meminta-minta dan hanya menerima ketika orang memberikan.

4. Pembuatan Keramik dan Vas Naga secara tradisional di Tao Hong Tai Ceramic Factory

Masih di daerah Ratchaburi disini ada pabrik keramik yang sangat unik dan katanya konon yang terbaik di Thailand. Sesaat saya masuk ke halaman pabrik ini banyak sekali terdapat keramik yang dibuat berbagai macam rupa secara kreatif. Pembuatannya memang semuanya manual dan tradisional, tetapi konsepnya sangat kreatif karena bentuk keramiknya tidak hanya vas tetapi beraneka macam rupa. Di sini kita bisa memotret proses pembuatan keramik, motif naga yang masih dipertahankan sampai sekarang juga seru untuk diabadikan lewat kamera.


Jika anda ingin memesan khusus di sini juga bisa. Uniknya lagi adalah galeri tempat mereka memperdagangkan keramik-keramik ini dilakukan di halaman luas. Para pembeli bisa berkeliling pabrik sambil melihat vas keramik yang dijual sekaligus membuat para perajin keramik ini bekerja.

5. Pasar Tradisional Jed Samian di Photharam District

Salah satu destinasi dan obyek wisata di Photharam adalah pasar tradisional Jed Samian. Pasar ini unik karena sudah ada sejak 117 tahun yang lalu yang dibentuk oleh komunitas masyakat disana agar bisa menjual barang dan hasil perkebunan mereka.

Yang menarik di sini adalah banyak kuliner murahnya. Saya menemukan setengah ekor ayam goreng (2 potong) seharga kurang dari Rp 10.000. Sangat berbeda ketika saya di Bangkok, harga makanan di sini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta. Tetapi kita bisa menemukan kuliner yang murah di daerah pinggiran.


Ini mengingatkan saya ketika ke Phuket Thailand 13 tahun lalu di mana harga-harga di sana sangat murah dan bisa dibilang lebih murah daripada makanan di Yogyakarta. Kalau sekarang saya kurang tahu, mungkin sudah lebih mahal karena sudah menjadi tempat wisata yang populer.

Di Pasar Tradisional Jed Samian banyak obyek dan aktivitas di pasar yang bisa difoto, karena mereka sangat ramah kepada pendatang dan turis asing. Anda bisa mudah memotret mereka dan mengabadikan segala aktivitas mereka di dalam pasar ini. Buat anda pencinta kuliner datanglah ke pasar ini, dijamin irit dan perut kenyang.

6. Sampran Riverside Market

Sampran Riverside sebenarnya adalah resort dan hotel yang berada di Nakhom Pathom, yang sangat keren. Resort ini punya taman bermain dan pasar tradisional yang isinya adalah semua khas Thailand. Di Sampran Riverside terdapat Taman Budaya Thailand, di sini ada seni bela diri tradisional, tarian tradisional, cara membuat kuliner Thailand. Bahkan ada demo proses pembuatan tenun Thailand yang legendaris.


Tidak hanya itu, wisatawan juga boleh dan bebas memotret mereka, sehingga tempat ini saya rekomendasikan sebagai tempat yang wajib dikunjungi untuk para traveler dan fotografer.


Di sini ada juga pertunjukkan budaya Thailand dan pemberian makan gajah. Selain itu di area luar Sampran ini ada farmer market (Talad Sukjai) yang banyak menjual hasil perkebunan dari daerah sekitar. Aneka produk lokal juga dijual di sini, harganya pun juga tidak terlalu mahal. Saya bisa bilang murah, karena saya di sini saya sempat membeli sebungkus besar rumput laut yang kalau dirupiahkan sebesar Rp 15.000. Padahal kalau di Jakarta bisa Rp 30.000 paling murah he-he...

7. Baiyoke Sky Bangkok

Menara Baiyoke Sky di Kota Bangkok Thailand, merupakan gedung tertinggi di Thailand bahkan di Asia Tenggara, karena bangunan ini punya 83 lantai. Di sebagian lantai atas hotel ini adalah restoran yang eksklusif dan punya akses untuk melihat pemandangan Kota Bangkok.

Jika anda ingin memotret Cityscape di Kota Bangkok, di sini lah tempatnya yang paling bagus untuk memotret Cityscape. Ada dua cara untuk memotret dari lokasi ini. Cara pertama, anda harus makan malam di hotel ini, menu yang ditawarkan adalah menu hotel bintang lima. Setahu saya harganya pun juga sangat mahal. Setelah anda membayar untuk makan, maka Anda bisa memotret dari balkon dan terlihat jelas pemandangan kota Bangkok keseluruhan.


Lantas, bagaimana buat para backpacker yang punya uang ngepas dan tidak bisa makan di hotel ini? Tenang, ini cara kedua, bagi orang umum juga bisa kok menikmati puncak hotel ini dengan membayar 100 baht (mata uang Thailand). Anda bisa langsung ke puncak tower. Kelemahan puncak tower ini adalah lokasi kita tempat berdiri adalah selalu berputar. Buat mereka yang hobi fotografi sangat susah memotret di sini karena puncak ini selalu berputar. Puncak ini buka pada siang hari, jadi saat terbaik mengunjungi tempat ini adalah sore hari di mana cahaya masih cukup dan memotret tidak memerlukan tripod.

Ketujuh tempat tersebut di atas adalah destinasi yang menurut saya tidak umum di Thailand, kecuali destinasi ketujuh ya he-he... Nah buat yang sudah pernah ke Thailand maupun yang belum pernah, referensi destinasi di atas barangkali bisa membantu Anda saat berkesempatan berpelesir ke Thailand.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Tips Memotret Festival Daerah ketika Traveling.

Festival adalah momen yang tepat untuk mendapatkan beragam foto yang menarik. Namun untuk mendapatkan gambar terbaik perlu ada beberapa hal yang anda perhatikan sebelum dan saat memotret di festival daerah.

1. Riset, dengan riset anda akan tahu gambar dan foto apa yang akan diambil, waktu yang tepat, lokasi terbaik dan beragam hal lainnya. rencana yang matang akan membatnu anda mendapatkan gambar terbaik.

2. Datang lebih awal, sebelum festival dimulai biasanya terdapat sejumlah persiapan yang menarik, selain itu dengan datang lebih awal anda bisa mendapatkan posisi terbaik untuk mengambil foto.


3. perhatikan aturan lokal, tiap daerah memiliki aturan tersendiri, ada beberapa objek yang dalam aturan lokal tidak boleh difoto. selain itu ada beberaa lokasi dengan tata cara berpakaian tertentu. jangan sampai karena pakaian anda tidak pantas sehingga tidak diperbolehkan masuk ke area festival. hargai aturan lokal dan jadilah fotografer yang bijaksana.

4. persiapkan perlengkapan kamera dengan sebaik baiknya, siapkan flash, beragam lensa dari yang wid sampai yang tele yang mungkin nanti akan diperlukan sesuai momennya, memory card dan baterai backup juga sangat penting untuk disiapkan. jangan sampai anda kehabisan batere dan memory disaat ada momen penting lewat.


5. Guide Lokal, Orang lokal lebih mengerti medan dan kebiasaan sekitar sehingga mereka dapat memberi inforasi yang dapat membantu anda menentukan lokasi yang terbaik atau hal hal unik yang pantas difoto pada saat festival. rencana yang matang akan membantu anda untuk mendapatkan gambar terbaik.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Meriahnya Festival Budaya dan Pembukaan "Discover Thainess 2015"


Jika anda ingin berlibur ke Thailand inilah saatnya untuk berwisata ke Negeri Gajah Putih. Pasalnya mulai Rabu (14/1/2015) hingga Minggu (18/1/2015) diadakan Festival Budaya Thailand. Di sini wisatawan bisa menyaksikan banyak sekali budaya yang jarang disaksikan pada hari biasa.

Yang seru adalah pembukaan Festival Budaya Thailand tanggal 14 Januari 2015. Masyarakat umum dan wisatawan bisa menyaksikan parade dan pawai budaya dari berbagai macam adat di Thailand. Kebetulan saya tepat datang tanggal 14 Januari ini dan menyaksikan karnaval dan human interest yang mudah saya foto. Apalagi pembukaan festival budaya ini mengusung slogan baru Pariwisata Thailand yaitu "Discover Thainess 2015".


Tourism Authority of Thailand sepertinya ingin mengajak wisatawan dan masyarakat umum untuk mengambil bagian dalam perayaan pembukaan "Discover Thainess 2015" ini. Peserta Festival Budaya Thailand di Bangkok, Kamis (14/1/2015). Masyarakat umum dan wisatawan bisa menyaksikan parade dan pawai budaya dari berbagai macam adat di Thailand. Festival berlangsung sampai Minggu (18/1/2015).


Festival budaya yang meriah ini berlangsung di Bangkok, Kamis (14/1/2015) mulai pukul 17.00 sampai dengan 20.30. Para penonton sangat antusias ketika menyaksikan parade ini karena peserta festival berpawai di jalan utama Bangkok sepanjang 3,5 kilometer. Melihat parade ini sungguh tidak membosankan karena menampilkan berbagai pertunjukan budaya dari berbagai belahan daerah di Thailand.

Parade ini dimulai dari Stadion Nasional yang melewati jalan Rama I, Ratchaprasong Intersection dan Ratchadamri Road ke Lumpini Park. Beberapa jalan di sepanjang rute parade ditutup sementara untuk lalu lintas kendaraan. Peserta Festival Budaya Thailand di Bangkok, Kamis (14/1/2015). Masyarakat umum dan wisatawan bisa menyaksikan parade dan pawai budaya dari berbagai macam adat di Thailand. Festival berlangsung sampai Minggu (18/1/2015).


Festival Budaya Thailand yang berlangsung selama 5 hari ini sebagian besar dilakukan di Taman Lumpini, Bangkok. Di sini akan menampilkan budaya berabad-abad pada masa kemasyhuran kerajaan Thailand dan didukung warisan alam yang kaya. Buat yang ingin segera menyaksikan berbagai macam Festival Budaya Thailand belum terlambat kok, karena festival ini akan berakhir Minggu (18/1/2015). Januari. Menurut saya, inilah saat yang tepat untuk mengabadikan alam dan budaya Thailand sekaligus.


Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma  (twitter.com)

IniTalkshow Tema "Goes International dan Mendunia".


IniTalkshow bertema tentang "Goes International dan Mendunia" saya diundang untuk sharing tentang Profesi Travel Fotografer yang menjual Stok Foto keluar negeri dan bisa menjadi Travel Fotografer untuk Gettyimages. dan ternyata saya dikerjain abis sama sule dan andre hehe.. 

Bintang Tamu di IniTalkshow adalah Widika Sidmore, seorang model internasional. pak Paimo pesepeda yang berkeliling dunia dengan sepedanya, dan saya yang diundang katanya karena bisa menjual karya2 saya keluar negeri. buat temen2 yang seneng ini Talkshow dijamin ngakak nonton ini hehe..





Drone Fotografi, Masa Depan Travel Foto.

Perkembangan Travel Photography saat ini semakin pesat, dahulu kita selalu membawa DSLR dan lensa – lensa besar jika mau Traveling. Tetapi saat ini kita cukup membawa kamera mirrorless yang kecil dan ringan tetapi kualitas foto sama dengan DSLR, belum lama kita dimanjakan dengan teknologi Mirrorless tetapi sekarang sudah ada perkembangan Drone Photography, yang sangat memanjakan para Travel Photographer.


Seorang Travel Photographer banyak memanfaatkan teknologi untuk menunjang kariernya, karena Travel Photographer diharapkan bisa membuat foto wisata yang baik dan bagus. Tujuan utama seorang Travel Photographer membuat karya foto yang baik adalah agar orang yang melihat foto travel tersebut menjadi tertarik dan ingin ketempat tersebut. Objek utama memotret traveling adalah dokumentasi alam, budaya, arsitektur dan kuliner. Untuk membuat foto yang berkualitas dibutuhkan lensa yang bervariasi seperti tele, wide dan lensa lensa fix. Permasalahan yang banyak timbul ketika memotret pada saat traveling ketika kita berhadapan dengan lokasi yang susah dijangkau, tidak adanya bukit untuk memotret dari ketinggian membuat fotografer banyak menyewa heli atau pesawat udara untuk memotret aerial. Namun jika harus menyewa pesawat untuk kebutuhan aerial foto sangatlah mahal, misalkan untuk perjam menyewa heli saja bisa mencapai $3000. Jika anda tidak sedang assignment dan dibayari jelas uang segitu sangatlah mahal.


Berkat perkembangan teknologi yang kian pesat, dalam waktu satu tahun ini banyak bermunculan drone photography. Pada awalnya yang memanfaatkan teknologi drone untuk pengambilan aerial view ini adalah para videographer, tetapi lambat laun para Travel Photographer juga ikut memanfaatkan drone ini untuk kebutuhan fotografi travelnya. Untuk saat ini penggunaan drone untuk Travel Photography memang masih belum cukup popular, karena memang membawa peralatan menjadi lebih banyak dan ribet. Dan juga perkembangan kamera untuk Drone bertipe Quadchopter (baling baling 4) masih belum sebagus kamera DSLR maupun Mirrorless, sedangkan Drone Hexachopter (baling baling 6) sebenarnya paling ideal untuk memotret aerial karena drone tipe ini bisa mengangkat kamera DSLR dan Mirrorless dengan mudahnya, kendalanya adalah beratnya dan ribetnya peralatan. Sehingga tidak banyak travel photographer yang mau menggunakan drone.


Saat ini ada berbagai tipe dan jenis drone yang beredar dipasaran, ada istilah Hexachopter yang mempunyai baling baling sampai 6 dan drone tipe ini biasanya digunakan oleh videographer untuk membuat film dengan menerbangkan kamera DSLRnya. Tipe Hexacopter ini kekurangannya adalah sangat besar dan ribet, selain itu baterenya juga tidak bertahan lama (paling lama 10 menit). Tipe lainnya adalah Quadcopter, merk yang popular adalah DJI Phantom. Merk ini paling banyak digunakan oleh videographer dan fotografer karena ukurannya tidak terlalu besar, bisa menggunakan Go Pro sebagai kameranya dan baterenya pun bisa bertahan sampai 20 menit.

Objek Menarik untuk Fotografi Aerial.


Saat ini yang saya perhatikan ketika Fotografer memotret dengan Drone, mereka berlomba lomba untuk mengambil foto aerial setinggi mungkin. Semakin tinggi sehingga objek dibawah terlihat seperti google maps semakin bangga dengan hasil karyanya, padahal esensi dari aerial fotografi bukan dari semakin tinggi semakin bagus foto tersebut. Tetapi drone dan aerial foto membantu fotografer menentukan dan mencari angle yang pas objek tersebut untuk difoto. Dan drone ini berperan mencari angle yang pas untuk fotografer agar menemukan komposisi yang tepat, jadi memotret menggunakan drone tidak harus tinggi tapi sesuaikanlah dengan objek yang akan mau difoto.


1. Arsitektur yang besar dan megah sangat cocok untuk difoto menggunakan drone, begitupun sebaliknya jika arsitektur tersebut tidak besar dan berhimpit dengan bangunan lain tidak cocok difoto memakai drone. Dalam travel fotografi memotret arsitektur adalah hal yang gampang gampang susah, karena besarnya bangunan membuat lensa standar tidak cukup memotret bangunan tersebut, tetapi memakai lensa wide yang terlalu lebar juga membuat distorsi parah bangunan tersebut. Memang yang paling pas memotret bangunan megah adalah menggunakan drone.


2. Gunung dan bukit, pemandangan Gunung jika diambil dari bawah pasti akan biasa saja. Tetapi akan sangat berbeda jika kita mengambil view dari udara, contohnya foto Bromo yang saya tampilkan disini, kita bisa melihat jelas keseluruhan kawah dan bibir kawah yang sangat eksotis. Tetapi anda harus berhati hati memotret di daerah pegunungan, karena susahnya mencari signal GPS dan angin pegunungan yang sangat kencang membuat banyak drone bisa hilang karena force major alam yang tidak diduga.


3. Pantai juga sangat bagus difoto memakai drone, karena jika cuaca sedang terik dan cerah kita bisa melihat dengan jelas terumbu karang dari atas. Garis pantai dan iringan kapal atau perahu yang berjajar ditepi pantai atau yang sedang berada ditengah laut.

Membawa Drone saat Traveling.


Drone yang biasa saya gunakan untuk Traveling adalah tipe DJI Phantom, kenapa saya memilih tipe ini karena tidak terlalu besar, ringan, dan tidak terlalu ribet membawanya ketika traveling. Tetapi Drone merupakan alat elektronik yang juga ringkih jika kita tidak apik membawanya bisa membuat rusak barang tersebut. Saran saya untuk membawa bawa drone ini pakailah hardcase, sehingga jika tertindih tidak rusak. Dan carilah hardcase yang bisa dimasukkan kedalam kabin pesawat, jangan sekali kali untuk memasukkan drone ini kebagasi. Kecuali jika anda punya tas hardcase yang super safety seperti pelican dan punya busa yang banyak, karena banyak komponen elektronik yang sangat rentan rusak jika terbanting. Memang tampak luar tidak akan rusak, tetapi siapa tahu komponen dalamnya ada yang terlepas.

Yang harus dipahami tentang Fotografi Drone.

Drone merupakan hobi aerial modeling yang saat ini semakin banyak peminatnya, harganya yang terjangkau membuat banyak orang bisa membelinya. Tetapi saat ini yang saya lihat banyak orang membeli drone karena gengsinya tapi bukan kebutuhannya, kenapa saya bilang gengsi. Karena banyak sekali aksesoris yang sebenarnya tidak dibutuhkan dibeli oleh para penggemar drone, dan banyak yang mengupgrade dronenya agar bisa terbang setinggi tingginya.


Padahal essensi dari Fotografi drone bukan dari tingginya drone itu digunakan, tetapi karena fleksibilitas manuver dan angle yang tidak terbatas yang bisa diabadikan melalui drone. Tidak perlu tinggi tingi untuk mengambil angle yang bagus, disesuaikan dengan kebutuhan. Dari Photography Drone kita bisa mengexplore angle yang sangat terbatas, misalnya ketika kita ingin memotret Gedung bertingkat. Begitu susahnya akses banyaknya pepohonan dan lokasi tempat yang menyusahkan kita untuk mengambil foto bagus. Tetapi itu bisa dipecahkan oleh drone fotografi melalui aerial viewnya. Jadi gunakanlah drone untuk mengambil angle yang susah dijangkau dan manfaatkanlah fleksibilitas dari drone tersebut untuk mengambil angle yang kreatif yang tidak terpikirkan oleh orang lain.


Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Aceh Gayo Lues Negeri Seribu Bukit.


Mendengar Aceh Gayo Lues pasti belum banyak yang pernah mengunjungi daerah ini, sayapun termasuk asing mendengar Aceh Gayo Lues ini. kebanyakan wisatawan berkunjung ke Aceh memang sebagian besar ke Banda Aceh dan Pulau Weh, padahal banyak sekali potensi pariwisata di bumi Aceh yang belum tereksplore. salah satunya adalah Aceh Gayo Lues ini, saya sangat beruntung tiba tiba dihubungi oleh Pak Rifky & Pak Khairul dari Indecon melalui Program Pengembangan Ekowisata Gunung Leuser dan didukung juga oleh IFACS untuk mengenalkan wisata di Gayo Lues.

Untuk menuju ke Aceh Gayo Lues ini saya melalui perjalanan darat yang cukup panjang dari Kota Medan. Rute jalan daratnya dari Medan, menuju KabanJahe, Brastagi, KutaCane, Kedah dan tiba di Blangkejeren. lama perjalanan kurang lebih 10 sampai dengan 11jam, itupun tergantung oleh kondisi jalan yang biasanya kalau musim hujan jalan suka tertimbun longsor. tetapi buat teman teman yang ingin kesini tanpa menempuh perjalanan darat yang panjang tenang saja kok, mulai 1 januari 2015 dikabarkan Susi air dan kapal perintis lainnya akan membuka rute dari Medan ke Blangkejeren ini, lamanya pesawat terbang paling hanya 1jam lebih.


Blangkejeren di Kabupaten Aceh Gayo Lues dahulu pernah jaya akan destinasi pariwisatanya yang kaya akan alam dan satwanya, sebelum DOM (daerah operasi militer) diberlakukan di bumi. Blangkejeren, Ketambe dan Kedah merupakan primadona bagi turis asing yang ingin menikmati keindahan alam dan satwa di Taman Nasional Gunung Leuser, Pesona Aceh Gayo Lues ini semakin memudar sehingga mati suri pada saat DOM diberlakukan. namun saat ini Pesona Aceh Gayo Lues semakin bangkit dan mulai banyak wisatawan yang ingin mencari adventure datang kesini.


Pada saat saya datang kesini, destinasi ini sangatlah aman. faktor keamanan yang banyak ditakuti oleh wisatawan akan adanya GAM sama sekali isu yang tidak mendasar, selama saya mengeksplore Aceh Tenggara sampai blusukan masuk ke hutan juga sangat aman. memang untuk keluar dari Aceh Gayo Lues ini penjagaan dari pihak kepolisian lapis 2, mereka sangat ketat penjagaannya bukan karena adanya gangguan keamanan nasional. tetapi mereka mencari penyelundup narkoba, karena Aceh Gayo Lues ini sangat subur, tanaman apa saja yang ditanam disini pasti subur dan besar besar. maka tidak heran jika konon Aceh Gayo Lues ini memiliki "Ganja" terbaik di dunia. tapi buat teman teman yang kesini, jangan sekali kali mencoba ya..karena bagi siapa saja yang tertangkap dan mencoba narkoba hukumannya sangat sangat berat.


Kembali ke Pariwisata di Aceh ini, karena alamnya sangat terjaga tidak heran jika kita bisa menjumpai dengan mudah satwa dilindungi seperti orang utan sumatera, Black Gibbon, dan banyak primata lainnya. dan bagi pencinta trekking, Ketambe merupakan gerbang paling dekat untuk trekking menuju ke Taman Nasional Gunung Leuser, konon keindahan Taman Nasional Gunung Leuser ini setara dengan Gunung Rinjani. saya belum kesampaian untuk trekking ke Gunung Leuser dikarenakan medan yang cukup berat dan panjang, idealnya untuk trekking bisa memakan paling cepat waktu sampai 2 minggu lebih.

ada beberapa destinasi di Aceh Gayo Lues yang terletak di Aceh ini yang menarik, dalam waktu seminggu kita bisa menikmati alam yang masih perawan. beberapa destinasi diantaranya adalah :

1. Kedah.

merupakan Gerbang paling dekat menuju Taman Nasional Gunung Leuser. Kedah yang merupakan Hutan "Rain Forest" yang masih sangat terjaga keasliannya, karena letaknya yang dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser disini kita kalau beruntung pada saat trekking bisa menjumpai aneka satwa seperti Orang Utan, harimau, macan, black gibbon, siamang, kera liar, spesies burung langka dan masih banyak lagi, kalau beruntung hal ini akan menjadi pengalaman seru saat Anda berjumpa dengan salah satu satwa tersebut saat menjelajahi hutannya.


Ketika saya trekking menyusuri "Rain Forest" di Kedah, hanya berjalan selama 1jam perjalanan saja saya menjumpai Orang Utan yang sedang membangun sarangnya. beruntung saya membawa lensa tele sehingga bisa terlihat jelas, Orang Utan tersebut masih muda dan ternyata mereka sangat pemalu pada saat menjumpai kita. dari kejauhan saya hanya mendengar suara black gibbon sejenis kera hitam yang besar, sayang sekali mereka berada jauh dibukit lain. sehingga kami tidak ada kesempatan untuk melihat mereka dan hanya mendengar suaranya saja. ketika menelusuri jalan setapak demi setapak ditengah hutan, sesekali kami menjumpai siamang dan lutung. jika ingin maksimal menikmati satwa liar di Kedah ini memang idealnya 2 sampai 3 hari disini.

ketika kami mengeksplore Kedah beruntung kami ditemani oleh "Kuncen" Guide yang sangat berpengalaman puluhan tahun yaitu Mr Jali, beliau orang Aceh Gayo asli lho kenapa dipanggil Mr karena teman teman bulenya memanggil Mr dan beliau sangat direkomendasikan oleh Lonely planet. selain itu Mr Jali yang hobinya ketawa terus ini punya eco lodge dikawasan dalam hutan, dari jalan utama ke eco lodgenya ini memakan waktu hampir sejam trekking. buat yang ingin mampir dan jalan jalan kesini silahkan hubungi no telp beliau (Mr Jali 081362291844).

2. Ketambe.

Ketambe juga masih dikawasan Aceh Gayo Lues. yang membuat unik Ketambe adalah sangat berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan juga tepian Sungai Alas. dahulu Sungai Alas merupakan primadona bagi pencinta rafting, karena Grade disungai ini bisa mencapai tingkat 3 bahkan jika musim hujan bisa berubah menjadi tingkat 4. jadi sangat berbahaya jika tidak ditemani oleh para guide yang berpengalaman.


di Ketambe ada banyak penginapan eco lodge disini, yang terletak dipinggir jalan. masing masing dari mereka menawarkan banyak paket wisata adventure dimulai dari trekking ke Taman Nasional Gunung Leuser, Rafting di sungai alas, bird watching, trekking di Rain Forest, bahkan sampai night trekking. bagi pencinta alam liar, saya sangat menyarankan untuk mencoba rafting di sungai Alas. banyaknya jeram dan luasnya sungai membuat anda akan selalu ketagihan jika sudah terkena air sungainya.

dari beberapa tour operator yang direkomendasikan disini, saya kebetulan bersama Pak Johan. beliau adalah sahabat dari Mr Jali juga, penginapan Ecolodgenya juga sangat nyaman, apalagi kalau malam dingin dan langsung bisa mendengar suara air sungai karena kebetulan letak penginapannya terletak di dekat sungai Alas. buat yang ingin kesini bisa menghubungi bapak Johan no telpnya 085270864580.

3. Taman Nasional Gunung Leuser.

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu Taman Nasional favorite para pencinta alam, karena alamnya yang masih alami dan Leuser ini merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia yang punya lahan seluas 1.094.692 hektar. memang secara administrasi terletak di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatera Utara. walaupun yang saya tahu untuk bisa trekking menuju Taman Nasional Gunung Leuser ini paling dekat dari Ketambe Aceh Gayo Lues. di Taman Nasional ini berdiam orangutan Sumatera yang mengesankan. Gunung Leuser juga memiliki kekayaan buah-buahan tropis seperti mangga, rambutan, durian, alpukat, jeruk, pepaya, dan jambu biji.


Taman Nasional Gunung Leuser dan area disekitarnya dikenal dengan nama Kawasan Ekosistem Leuser yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Ada sekira 130 spesies dapat diidentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser, yaitu: harimau sumatera, gajah, badak, siamang, kera, macan tutul, reptil, ikan, dan juga 325 spesies burung. Taman Nasional Gunung Leuser memiliki puncak tertinggi 3.381 m dan merupakan salah satu taman nasional terbesar dan paling beragam di Indonesia seluas 7.927 km² di ujung utara Sumatera. Ketika melintasi pemandangannya yang luar biasa, para petualang sejati seperti Anda tidak akan kecewa ketika Anda menjelajah taman ini.

Taman Nasional Gunung Leuser sendiri mengambil nama dari Gunung Leuser (3404 M dpl) di Aceh. Taman nasionalnya meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi hutan lebat khas hujan tropis. Taman nasional ini dikelola dengan sistem zonasi untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,pariwisata, dan rekreasi. Taman Nasional Gunung Leuser mencakup lebih dari 100 kilometer Pegunungan Bukit Barisan, dikenal karena kondisinya yang curam, medan pegunungan yang hampir tidak dapat diakses. Ketinggiannya berkisar dari daerah pantai di Kluet (Aceh Selatan) yaitu 3.381 meter di atas Gunung Leuser (Aceh Tenggara). Sungai Alas yang menakjubkan memotong taman ini menjadi bagian timur dan barat, di mana adrenalin Anda yang haus akan pemandangan hutan tropis menawan akan terpenuhi. Petualangan ke Taman Nasional Gunung Leuser lebih dari sekedar petualangan besar ke kebun binatang sesungguhnya. Datang dan berkunjunglah ke sebuah desa kecil Ketambe yang ramah dimana penduduk lokal secara alami memiliki pengetahuan mengenai flora fauna di sini.


Tips Trekking.

1. Jangan pernah trekking masuk kedalam hutan tanpa ditemani oleh pemandu atau guide.
2. Jangan pernah meninggalkan jejak setapak dan membuat jalan baru kecuali anda bersama pemandu dan guide.
3. berhati hatilah dijalan yang licin dan curam.
4. jangan berkemah dekat dengan sungai, karena tiba tiba banjir bandang bisa datang dalam hitungan jam.

Tips Fotografi Wildlife.

1. Gunakanlah guide dan pemandu yang berpengalaman, karena biasanya mereka mengetahui karakter dan kebiasaan dari satwa tersebut. sehingga bisa memudahkan kita untuk memotret satwa.
2. gunakanlah porter, siapkan budget lebih. porter sangat membantu kita, terutama untuk memotret wildlife. karena untuk memotret wildlife dibutuhkan konsentrasi yang tinggi, konsentrasi akan hilang jika kita terlalu capek mengangkat barang dan kamera kita.
3. jangan lupa bawa selalu raincoat dan drybag, karena hujan seringkali mendadak turun di hutan basah.
4. Batere cadangan 2 sampai dengan 3, terkadang mode continous shoot membuat batere kamera kita cepat habis maka selalu cadangkanlah batere backup.
5. lensa tele minimal 200mm 300 sampai dengan 400mm lebih baik.

Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

"Traveling Indonesia is like a box of chocolates, you never know what you're gonna get”