Kota Gedhe


KOTA GEDHE

Foto dan teks Barry Kusuma

Kota Gedhe salah satu lokasi kota kuno yang merupakan peninggalan kerajaan dan dan istana mataram islam yang masih tersisa dan terawat dengan baik di Yogyakarta, Kota Gedhe hanya berjarak 4 kilometer dari pusat kota jogja. Lokasi kota tua ini banyak dikenal orang dengan sebutan Kota Gedhe, untuk mencapai lokasi ini sangatlah mudah, karena hampir semua orang asli Yogya mengetahui Kota Gedhe ini termasuk tentunya Pemandu wisata. Untuk melakukan perjalanan ke Kota Gedhe ini dengan memakai angkutan umum kita dapat menaiki bis dari terminal Umbulharjo, dan dapat mencapai kesana kurang dari 25menit. Selain lokasi kota kuno yang terdapat di sini adalah banyaknya cinderamata Perak bakar yang dibuat langsung oleh pengrajin disana. Dan kita pun dapat melihat langsung cara pembuatan perak bakar oleh pengrajinnya.

Yang sangat identik dan unik dari kota Gedhe adalah banyaknya pengrajin perak bakar disekitar Kota Gedhe yang menyandarkan hidupnya hanya dari Kerajinan perak bakar ini, dan yang paling menarik adalah pekerjaan ini adalah turun menurun karena dahulu kala pemenuhan perhiasan dan perlengkapan lainnya untuk kebutuhan Sultan, keluarga dan Kerajaan. Sehingga pekerjaan pengrajin perak merupakan wasiat yang diturunkan oleh nenek moyang mereka, sehingga sekarang dapat kita lihat banyaknya pengrajin dan toko perak bakar yang terdapat dipinggiran jalan Kota Gedhe.

Ciri khas lainnya yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah pekerjaan barang perak yang dikerjakan secara manual, sehingga barang perak yang terdapat dan dijual disini memiliki nilai jual seni yang tinggi. Karena dari jaman dahulu para pengrajin perak ini mengandalkan ketrampilan tangan , yang dimulai dari lempengan perak yang ditempa secara perlahan dan dikerjakan secara teliti.

Bangunan – bangunan tua yang terdapat dikota Gedhe merupakan saksi sejarah pernah adanya kerajaan mataram islam, dilokasi ini juga terdapat Kompleks pemakaman Keluarga Kerajaan Kota Gedhe atau yang biasa disebut Makam Sapto Renggono. Dimakam ini banyak aturan atau larangan yang tidak boleh dilanggar oleh orang luar, yang salah satunya tidak diperbolehkannya orang luar untuk melihat makam dalam kompleks pemakaman Sultan dan hanya keluarga dan kerabat dari kerajaan yang diperbolehkan untuk masuk. Dimakam ini disemayamkan Pendiri Kerajaan Mataram yang diberi gelar Penembahan Senopati yaitu leluhur atau nenek moyang dari Sultan-sultan.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

No comments: