Bromo dan Jawa Timur

Photography by Barry Kusuma
www.barrykusuma.com

Menikmati pagi di Bromo menjadi impian bagi sebagian orang. suasana yang hening, dingin, pemandangan yang dahsyat ditambah lagi oleh tradisi lokal yang terpelihara adalah daya pikat abadi dari Bromo. Jawa Timur beruntung memilikinya.
Bromo terletak sekitar 85 km dari Surabaya. Ia bisa dijangkau dari Probolinggo atau Malang. jalur normal biasanya dari Bromo. Adapun dari Malang, Anda harus melewati lautan pasir dengan kendaraan terbatas. Di Bromo, orang biasa menyaksikan sunrise. Matahari terbit dari sela Gunung Bromo jika dilihat dari lereng gunung Pananjakan.

Di Bromo sudah banyak tersedia akomodasi yang memadai. Jika Anda berkunjung pada bulan Kesada (bulan dalam kepercayaan masyarakat Bromo), Anda akan bisa menyaksikan ritual budaya Kesada, berupa upacara melarung hasil bumi ke kawah Gunung Bromo yang bergolak.
Di Bromo sudah banyak tersedia akomodasi yang memadai. Jika Anda berkunjung pada bulan Kesada (bulan dalam kepercayaan masyarakat Bromo), Anda akan bisa menyaksikan ritual budaya Kesada, berupa upacara melarung hasil bumi ke kawah Gunung Bromo yang bergolak.
Untuk jenis wisata alam, Jawa Timur punya banyak stok. Di bagian barat, di kota magetan ada Danau Sarangan yang terletak di lereng gunung Lawu. Ke selatan dari Magetan, ada Pacitan yang memiliki banyak goa karst, tempat hidup masyarakat purba masa lalu.
Di bagian tengah, selain memiliki Bromo, Jawa Timur juga punya beberapa tempat peristirahatan dengan nuansa yang sejuk, yakni Selekta dan Batu. Daerah batu juga terkenal sebagai salah satu penghasil apel di Indonesia.
Di bagian timur, ada dua taman nasional, yakni Baluran dan Alas Purwo. Di Baluran, ada banteng-banteng liar. Sementara di Alas Purwo, terkenal misterius karena kerap dikaitkan dengan cerita mistis masyarakat Jawa.
Ada juga pilihan lain, yakni menyeberang ke Pulau Madura. Di sini, yang paling terkenal adalah kegiatan khas budaya adu kecepatan sapi yang dikenal dengan nama Karapan sapi.
Photography by Barry Kusuma
www.barrykusuma.com

2 comments:

lik-to said...

fotonya benar2 suegarrrr, saya pernah tracking dari gubug klalah lalu turun ke bromo... asyik... sayng gak bawa kamera

paviliun indonesia world expo said...

wow, kereeen, bisa jadi fotografer sekalian guide untuk wisman / wising?
boleh tuh foto2 dan ceritanya ditautkan disini http://www.facebook.com/pages/Paviliun-Indonesia-World-Expo-2010/121867587842415