Perjalanan ke Danau Toba dengan XperiaZ1 (adv)

Traveling nyaman bagi saya ketika membawa barang bawaan yang sedikit, terutama membawa kamera yang nyaman dan ringan. kali ini saya ke Danau Toba Sumatera Utara, dalam setiap Traveling biasanya saya selalu membawa kamera DSLR. Trip ke Toba kali ini saya ingin Traveling santai, Santai menurut saya ketika saya membawa Kamera Mirrorless dan Smartphone Sony XperiaZ1. kedua gadget ini untuk mengabadikan momen saat Traveling saya rasa sudah sangat mumpuni, terutama XperiaZ1 yang punya 21Megapixel dan bisa langsung share foto di sosial media.

Pemandangan Danau Toba saat Sunset - Photo Taken by Sony XperiaZ1
Danau Toba adalan nama yang melambungkan pariwisata Sumatra Utara ke level dunia. Ahli geologi percaya bahwa Danau Toba adalah buah dari letusan gunung api paling dahsyat yang pernah ada di muka bumi. Letusan ratusan ribu tahun yang lalu itu membentuk danau sepanjang 100 km dan lebar 30 km. Danau Toba mempunyai ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatra Utara, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000–75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano yang paling baru. Saat ini Danau Toba menjadi lokasi wisata yang sangat indah di Sumatra utara.

Pemandangan Bukit Dolog Tolong di Balige - Photo Taken by Sony XperiaZ1
Pengunjung membanjiri Danau Toba pada bulan April hingga Agustus karena bertepatan dengan liburan sekolah. Saat itu cuaca cerah sehingga menjadi saat yang baik untuk menikmati Danau Toba.
Waktu kunjungan yang direkomendasikan adalah sekitar empat hingga lima hari, mengingat perjalanan ke Danau Toba memakan waktu.

TRANSPORTASI

Bandara utama Medan adalah Polonia Airport. Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute dari kota besar di Indonesia menuju Medan, di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, AirAsia, Sriwijaya Air, Riau Airlines, dan Merpati. Lama perjalanan dari Jakarta ke Medan ditempuh selama 1,5 jam hingga 2 jam.

Dari bandara, perjalanan menuju Danau Toba dilanjutkan dengan naik bus dari Terminal Bus Pinang Baris Medan (dari bandara menuju terminal, kita bisa menggunakan taksi karena ojek jarang didapatkan di bandara)

Potrait Penjual kain Ulos di Danau Toba - Photo Taken with Sony XperiaZ1
Harga tiket pesawat bervariasi. Paling murah, tiket seharga Rp400.000 dan bisa mencapai Rp800.000 saat high season. Jika menggunakan jalur udara, ambillah penerbangan pagi agar kita leluasa mencari pilihan transportasi ke Danau Toba dari Medan. Jika tiba pada malam hari, transportasi umum menuju Toba sangat sulit dan situasi keamanan juga rawan.

Selain penerbangan, kita juga bisa menggunakan bus reguler antar-kota antar-provinsi. Bus tersebut akan membawa kita ke terminal bus di Medan di Jalan Sisingamangaraja. Medan adalah salah satu kota besar di Indonesia. Jadi ada banyak alternatif transportasi menuju Medan dari kota-kota besar lainnya

Menuju Danau Toba

Ada beberapa pilihan transportasi darat menuju Danau Toba, salah satunya menggunakan trasnportasti umum. Dari Terminal Bus Pinang Baris, terminal terbesar di Medan, kita bisa berangkat dengan bus (harga tiket Rp40.000–Rp 50.000) memakai bus jurusan ke Parapat (berjarak 176 km dari Medan dan ditempuh selama 6 jam perjalanan dengan bus). Atau, agar lebih nyaman dan cepat, kita juga bisa menggunakan mobil travel, meskipun harga tiketnya lebih mahal yaitu Rp70.000–80.000. Alternatif lainnya adalah menyewa mobil seperti Toyota Kijang dan APV dengan tarif Rp600.000–700.000 per hari. Bepergian menggunakan mobil sewaan dianjurkan bagi rombongan. Namun, jika bepergian sendiri atau secara backpacker, kita sebaiknya menggunakan transportasi umum.

Suasana Pedesaan yang tenang dan nyaman di Danau Toba - Photo Taken with Sony XperiaZ1
Bus menuju Parapat juga bisa kita dapatkan dengan mudah di bandara di Medan. Agar mudah pmencari bus menuju Parapat - Toba, kita sebaiknya tiba di Medan pagi hari. Bus ini akan membawa kita langsung menuju kawasan Toba. Selain melewati Parapat, ada jalur lain menuju Danau Toba dari Medan, yaitu melalui Berastagi. Ongkosnya sekitar Rp40.000 dengan lama perjalanan sekitar 4 jam.
Pemesanan tiket bus menuju danau Toba dilayani oleh banyak agen travel di bandara Polonia.

Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah pulau yang sangat unik karena merupakan pulau vulkanik yang berada di tengah Danau Toba. Ketinggiannya 1.000 meter di atas permukaan laut. Inilah yang membuat pulau ini menjadi perhatian turis domestik maupun asing.

Menuju Pulau Samosir bisa dilakukan pagi hari dengan membeli tiket feri seharga Rp10.000 per orang. Dan, sambil menunggu keberangkatan kapal, kita bisa hunting foto di sekitar danau, mengabadikan keindahan dan luasnya Danau Toba. Selain sebagai tempat wisata, ternyata danau ini menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitarnya. Mereka menggunakan air danau toba sebagai mata air utama dalam kehidupan sehari-hari.

Penjual kain Ulos ini punya cara unik menjual kainnnya, dengan menyanyikan lagu khas Batak kepada setiap pengunjung yang datang. - Photo Taken with Sony XperiaZ1
Ada dua tipe feri yang melayani rute ke Pulau Samosir, yaitu feri yang mengangkut penumpang saja dan feri yang mengangkut kendaraan roda empat. Jika menggunakan mobil, Anda akan menumpang feri jenis kedua (yang mengangkut kendaraan beroda empat).

Selama menyeberang, kita akan disuguhi pemandangan alam danau yang indah, langit biru, dan udara yang sejuk. Cuaca Danau Toba bahkan bisa menghipnotis pengunjung sehingga betah berlama-lama di sini.

Mobil adalah alat transportasi yang sangat penting bagi keluarga yang ingin berkeliling pulau. Di Samosir memang tidak ada angkutan umum. Anda harus menyewa kendaraan berupa sepeda atau sepeda motor jika ingin berjalan-jalan. Ongkos sewa motor antara Rp70.000 hingga Rp80.000 per hari.

Di pulau ini juga terdapat beberapa penginapan losmen yang sebagian tidak memiliki nomor telepon. Untuk menginap, kita bisa langsung memesan penginapan secara go show. Jika penginapan sudah penuh, kita bisa meminta tolong penduduk sekitar atau pemilik hotel untuk mencarikan rumah penduduk yang bisa disewakan sebagai tempat menginap. Tarif losmen sekitar Rp100.000–Rp150.000. Wisatawan memang jarang menginap di Samosir. Namun, jika bepergian secara backpacker, sesampainya di Pulau Samosir kita bisa menyewa ojek atau bermalam di sana

Berbagai macam motif kain Tenun Ulos yang mempesona - Photo Taken with Sony XperiaZ1
Uniknya, pulau ini memiliki objek wisata danau. Terdapat dua danau di pulau yang berada di tengah Danau Toba, yaitu Danau Sidihoni dan Aek Natonang.

Selain itu, pulau ini juga menawarkan banyak keunikan budaya dan sejarah lainnya. Misalnya saja Pusuk Buhit yang dipercaya sebagai tempat asal suku Batak. Menariknya, di sini terdapat panggung batu. Untuk mendapatkan penjelasan tentang panggung batu, kita bisa menyewa penduduk sekitar sebagai pemandu. Setelah puas mendengarkan kisah tersebut, kita pun bisa berbelanja suvenir, berupa ukiran kayu dan kain tradisional di kios-kios cinderama.

Objek wisata lain yang tidak kalah menariknya adalah pemandian air panas, museum Adat Budaya Batak. Museum ini cukup unik karena berada di ruang terbuka dan di sana ada banyak batu peninggalan raja yang konon asal mula orang Batak. Penjaga museum pun fasih menjelaskan sejarah masa lalu. Tarifnya sebenarnya lebih ke pemandunya, musiumnya tidak ada dan lokasi ini dikelola oleh keluarga. Lebih tepatnya ditulis tarif untuk pemandu. mereka tidak menarif diberkan amplop yang kita berikan sumbangan secara sukarela. dan Tuktuk Siadong (penginapan dan pemandian untuk melepas lelah), dan Tano Ponggol daratan yang menghubungkan Pulau Samosir dan daratan Sumatra.

Kalau anda ke Pasar Balige jangan lupa untuk mencoba Mie Gomak, menurut saya Mie ini adalah mie yang paling enak seIndonesia - Photo Taken with Sony XperiaZ1


2 comments:

Wilson said...

wah mie paling enak se-Indonesia, buat saya penasaran saja... padahal saya orang Medan, ke Parapat nggak pernah mencoba mie itu.. :D

Barry Kusuma said...

ada banyak mie gomak di medan dan beberapa di Jakarta, tetapi menurut saya yang paling enak mie yang sudah pernah saya rasakan di pasar tradisional Balige.