Cara mendapatkan uang dari Foto Liburan.

Travelling saat ini sudah menjadi bagian dari Masyarakat Indonesia untuk melepaskan kepenatan rutinitas sehari hari, baik untuk berlibur bersama keluarga, backpackers bersama teman – teman ataupun menyendiri dari kehidupan Kota yang membuat stress. Tetapi banyak yang ingin Travelling tidak bisa karena keterbatasan dana, dan banyak bilang Travelling menghabiskan banyak uang. Apalagi biaya Travelling cukup mahal terutama untuk Travelling di daerah Indonesia yang jauh dan berada di timur.

Bagaimana mensiasati pengeluaran Travelling kita agar biaya yang kita keluarkan tidak terlalu mahal, bahkan kalau bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari Travelling. Umumnya Profesi Travelers dekat dengan Travel Writer dan Travel Photographer. Travel Writer mendapatkan penghasilan dari catatan perjalanan yang dipublikasikan di Majalah, Blog (yang bisa mendapatkan iklan diblognya) dan Buku yang dia Tulis. Sedangkan Travel Photographer bisa mendapatkan penghasilan dari Stok Foto Travel dia yang bisa disewa oleh siapapun dan terutama perusahaan yang ingin memakai fotonya untuk kebutuhan promosi, selain itu stok foto bisa dititipkan di Agency Stok Foto seperti Gettyimages atau Corbis, fotonya pun bisa dipakai di majalah – majalah dan bisa juga ikut lomba foto yang sekarang banyak diadakan dengan iming iming hadiah yg menggiurkan.


Bagi Fotografer Travel Stok Foto adalah pasif income, jika fotografer mendapatkan penghasilan jika dia memotret saja. Tetapi dengan Stok foto ibarat rumah kontrakan yang bisa disewakan kepada siapa saja, dan menjadi penghasilan yang sangat besar bagi fotografer. Banyak Fotografer Travel yang mendapatkan penghasilannya dari Stok Foto, salah satunya yang terkenal adalah Ansel Adam. Beliau adalah fotografer Landscape yang banyak mendapatkan penghasilan dari foto fotonya yang disewa maupun dibeli secara cetak foto, bahkan walau Ansel Adam sudah wafat stok fotonya dapat diturunkan atau diwariskan ke anak cucunya. Saat ini yang saya tahu, Cetakan foto karya Ansel Adam sudah sama harganya dengan harga lukisan – lukisan yang mahal dan banyak diburu para kolektor.

Bagaimana sih menjual stok foto Travel kita agar banyak yang membeli, banyak proses yang harus dilalui salah satu diantaranya adalah investasi awal yaitu budget untuk Travelling. Pada saat kita Traveling harus enjoy, nikmatilah Travelling sebagai bentuk passion dan jangan dahulu memikirkan uang yang didapat dari Travelling. Jika kita sudah enjoy maka berapapun nominal yang keluar tidak akan terasa berat dan tidak terasa stok foto kita semakin bertambah. 


Jika anda senang Travelling, belajarlah konsep Travel Photography secara menyeluruh. Yang dimaksud dengan Travel Photography adalah kategori fotografi yang melibatkan dokumentasi landscape dari suatu daerah, orang, budaya, adat dan sejarah. Komunitas Fotografi Amerika mendefinisikan Travel Fotografi sebagai Fotografi yang mengekspresikan perasaan waktu dan tempat, memotret seorang, landscape, orang, atau suatu budaya dalam keadaan aslinya, dan tidak memiliki keterbatasan geografis.

Travel Fotografi bisa dibuat oleh siapa saja, baik yang amatir maupun yang professional. Apalagi saat ini kamera digital sudah banyak yang memiliki, jika kita Travelling tidak membawa kamera rasanya seperti kurang pas. Selain untuk memotret Kamera dibutuhkan untuk dokumentasi pribadi kita.

semakin banyak memberi semakin banyak menerima, untuk menjadi Travel Fotografer yang sukses janganlah pelit ilmu & sebarkanlah informasi tentang Keindahan alam & Budaya Indonesia kepada siapa saja.


Dan belajarlah untuk menulis Tidak dipungkiri masih banyak Fotografer Travel yang jago memotret tetapi tidak bisa menulis, begitupun sebaliknya banyak penulis Travel yang bagus tetapi tidak bisa memotret secara baik. Bagi Fotografer Travel belajarlah untuk bisa menulis, karena jika foto anda bagus pembaca juga akan membaca artikelnya, begitupun kalau foto kita bagus tidak ditunjang dengan caption dan artikel yang baik akan terasa hampa.

Photography and Text by Barry Kusuma
www.barrykusuma.com (Gallery Foto dari Sabang Sampai Merauke).

13 comments:

TripID said...

mantap, belajar nulis dan foto ah

Barry Kusuma said...

harus dong..travelers itu harus jago moto, fotograferpun jg harus jago nulis ^_^

Anonymous said...

om barry, trus gimana aturan maennya supaya kita dapet rupiah dari hasil foto kita?

barry kusuma said...

Aturan mainnya sebelum dijual harus mempelajari teknik travel foto dan juga harus didukung peralatan foto yg cukup bagus, karena kalau mau disewakan foto2nya harus punya kualitas pembesaran yg bagus..

roni said...

Mantap tipsnya. Baru satu bulanan ini lagi belajar menyatukan hobi jalan-jalan, fotografi, dan menulis.

pepenk patrik said...

Tertarik ne...kebetulan suka moto plus backpackeran
gimana mempelajari travel foto itu gan??

Joshua Gk said...

Ajarin motret dong bro.
kok keliatannya fotonya yahud" begitu hehe

Evy Priliana Susanti said...

mas Barry, mo minta masukannya nih untuk sebagian hasil jalan-jalan yang terdokumentasi di sini: http://jendelakecildunia.blogspot.com

Bahasanya memang dibuat lebih santai, karena niat awalnya berbagi info dg teman2 sendiri.

Nata said...

Mantap om,. saya suka dah,.
Di tunggu kunjungan baliknya ke blog saya ya,. :) saya jga suka travelling kog,.
manusiasejutaalasan.blogspot.com
Tuhan memberkati :)

Tekno Bolang said...

Mas Barry ajarin dong...

silaban said...

welehhh welehhh.... mantap benar dah mas barry.
teriimakasih, mauliate, HORAS... dari tepi danau toba. hhehhehehe
salam travelling..

swastikanohara said...

Travel photographer juga bisa bikin blog, berisi essay foto dari perjalanannya. Kalau traffic udah bagus, blog ini bisa juga dipasangi iklan. Lalu promosikan blognya ke penerbit, biar dibuat buku & dijual di toko buku. Selain tambahan income, juga ada kepuasan tersendiri saat menerbitkan buku. Gimana pendapatmu kak?

mauliza ida said...

jadi kalau kita sudah photo sekaligus menulis cerita perjalan kita.kesitus mana akan kita terbitkan atau kita kirim, supaya photo keindahan kita d apat laku atau mendapatkan uang. terimakasih.

wassalam

by; fbook : busra aceh, ilmu busra