Tips dan Trik Memotret Cityscape.


Musim liburan paling asik memotret Cityscape di malam hari, memotret Cityscape memang gampang – gampang susah karena banyak faktor yang bisa membuat foto kita menjadi bagus. Ada beberapa Tips dan Trik memotret saat malam hari.
1. “Cuaca” sangat menentukan baik dan tidak bagusnya foto malam, terkadang memotret Cityscape dan arsitektur tidak cukup satu hari, karena foto Cityscape itu sangat bergantung dengan cuaca. Untuk mensiasati agar mendapatkan foto terbaik datanglah sore hari, ketika cahaya dan langit masih ada. Sehingga kita bisa memotret dengan background yang masih berwarna, terkadang masalah muncul ketika sudah mulai sore hari cuaca cenderung sudah mendung / berawan sehingga foto menjadi tidak tajam dan detail tidak terlihat.
2. "Gunakan Lensa Wide" lensa wide sangat dibutuhkan untuk mengcapture seluruh bangunan secara utuh, terkadang menggunakan lensa standar / kit kita tidak bisa mendapatkan keseluruhan bangunan (terpotong). lensa wide yang disarankan range 12 sd 18mm.

3. "Detail bangunan" memotret bangunan kita harus bisa mengambil detail dan tajam, gunakan Diagfrahma F14 misalnya untuk bisa mendapatkan detail bangunan secara baik.

4. "Tambahkan unsur lain" kalau kita merasa memotret bangunan dan cityscape selalu standar saja, cobalah cari angle yang baru. kita bisa berkeliling bangunan tersebut untuk mencari sesuatu yang unik, angle unik ini bisa bermacam macam, salah satunya adanya refleksi dari air yang tergenang atau danau disekitar bangunan tersebut. menambah refleksi di foto membuat foto arsitektur anda menjadi lebih menarik.
5. "Tambahkan Skala" bangunan bangunan umumnya mempunyai bentuk yang tinggi dan megah, untuk mengetahui besarnya bangunan tersebut kita bisa menggunakan skala dengan memasukkan orang berada tepat didepan bangunan. orang orang ini kita bisa menunggunya sampai mendapatkan momen dimana turis atau travelers melewati gedung ini. atau bisa juga ditambahkan atraksi budaya dan tarian sehingga bangunan menjadi background dan membuat foto tampak lebih dramatis.

6. "Menghindari Distorsi" umumnya bangunan sangat tinggi dan megah, memotret dengan lensa wide terlalu dekat ke bangunan akan membuat bangunan terdistorsi oleh lensa. distorsi ini sebetulnya adalah selera, buat banyak fotografer distorsi ini mereka suka karena foto menjadi dramatis. buat yang tidak suka dengan adanya distorsi kita bisa mundur kebelakang sampai posisi kita sampai dasar bangunan sejajar dengan mata kita. diposisi seperti ini kita memotret tidak akan membuat bangunan tersebut distorsi.

7. Cari Gedung yang sejajar dengan objek yang akan kita foto, karena akan tampak lebih baik memotret malam dan arsitektur jika kita sejajar dan bahkan di gedung yang lebih tinggi.

8. "Kualitas Foto" untuk mendapatkan kualitas terbaik dalam memotret Bangunan. gunakan low iso misal iso 50 sd 100 untuk mengurangi noise sedikit mungkin, dan gunakanlah file RAW. memotret bangunan membutuhkan detail dan ketajaman yang baik. kedua cara teknis ini membantu membuat kualitas foto menjadi lebih baik.

9. Dan yang paling penting dari semua Tips diatas adalah "Tripod" gunakanlah Tripod yang bertujuan untuk mendapatkan detail dengan menggunakan diagfrahma besar misal F14, Tripod wajib hukumnya untuk memotret malam karena kalau tidak kita akan repot mencari pegangan untuk kamera. Tripod juga bisa digunakan untuk HDR (penggabungan beberapa foto menjadi satu) jika cuaca tidak bagus kita bisa menggunakan teknik HDR ini dengan bracketing penggabungan 3 teknik foto (foto diover +1, normal, diunder -1). dan setelah itu bisa digabungkan fotonya di Photoshop. ingat cara ini terakhir dilakukan kalau kita tidak bisa mendapatkan cuaca yang bagus dan waktu kita terbatas cuma sehari disana. biar bagaimanapun foto yang terbaik adalah yang dibuat bagus pada saat dilokasi.
Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

5 comments:

Lina W. sasmita said...

Thanks sharingnya Bang Bary. Worthed bingiiit. Pantes suka gak merasa nggak sempurna kalau moto cityscape ternyata kudu pakai tripod ya. Beli tripod mahal-mahal sering nya malah dianggurin terus di rumah gak pernah dibawa-bawa :D

Sita Rahmah said...

Trimakasih mas Barry Kusuma.

andro said...

agak ribet juga sih kalo peralatannya ga mendukung..
tapi hasilnya keren lah..
makasih mas sharing nya hehe

Kevin Steven said...

tips trik nya membantu gan
ini blog saya fotograph001.blogspot.co.id
tolong saran atau idenya gan
makasii

Kevin Steven said...

tips trik nya membantu gan
ini blog saya fotograph001.blogspot.co.id
tolong saran atau idenya gan
makasii