Mengenal lebih dekat Suku Dayak di Borneo.


Tari Hudoq salah satu tarian mistis Suku Dayak
Dayak adalah nama penduduk asli Pulau Borneo yang saat ini masih banyak tinggal di Pedalaman Kalimantan, Suku Dayak di Indonesia masih banyak tersebar di Kalimantan Timur, Barat, Tengah dan Selatan. Suku asli Dayak mempunyai budaya maritim atau bahari karena nama mereka banyak mempunyai arti dan berhubungan dengan sungai (karena banyaknya sungai yang terdapat di Pedalaman Kalimantan).
Tarian Beluluh salah satu Tari Sakral Suku Dayak.
Arti dari kata ‘Dayak’ itu sendiri masih bisa diperdebatkan. ‘Dayak’ berarti manusia, sementara banyak lainnya menyatakan bahwa kata itu berarti pedalaman. bahwa orang-orang Iban menggunakan istilah Dayak dengan arti manusia, sementara orang-orang Tunjung dan Benuaq mengartikannya sebagai hulu sungai.

Potret salah satu sesepuh Suku Dayak Kenyah.

Ada banyak suku Dayak di Kalimantan, Ada yang membagi orang Dayak dalam enam rumpun yakni rumpun Klemantan alias Kalimantan, rumpun Iban, rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. Suku terbanyak adalah suku Dayak Kenyah yang memiliki aksesosris sebagai perhiasan tubuh mereka. Umumnya suku Dayak memiliki perhiasan berupa manik-manik yang terbuat dari batu alam.
Rakit salah satu alat Transportasi sungai Suku Dayak di Loksado Borneo.
Dahulu batu-batu ini dibentuk dengan tangan dan tanpa bantuan mesin, sehingga warnanya kusam jika dibandingkan denganmanik-manik modern buatan pabrik. Selain itu, ada juga perbedaan berat di bebatuan dan manik - manik tersebut, jika ingin membuktikan bahwa manik-manik tersebut asli dari Suku Dayak atau bukan, maka haruslah dilakukan tes dengan cara membakarnya.

Umumnya,masyarakat Dayak khususnya Pria Dayak tidak mengenal aksesories batu lain selain perhiasan manik-manik. Aksesoris yang umumnya digunakan adalah yang berasal dari hewan perburuan mereka, seperti taring dan gigi beruang, taring babi. Jika di Papua taring babi dijadikan perhiasan yang ditusukkan di hidung, pada Suku Dayak, taring tersebut dijadikan “buah” kalung mereka.

Pernak pernik dan manik yang dipakai Wanita Suku Dayak.
Selain itu ciri khas Suku Dayak lain yang unik adalah Tatto, tato bagi masyarakat dayak memiliki makna yang sangat mendalam. Tato bagi masyarakat etnis dayak merupakan bagian dari tradisi, religi, status sosial seorang dalam masyarakat, serta bisa pula sebagai bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang. Karena itu, tato tidak bisa dibuat sembarangan.

Salah Satu Ritual bersih tanah yang dilakukan Suku Dayak Kenyah.

Karena itu, semakin banyak tato, "obor" akan semakin terang dan jalan menuju alam keabadian semakin lapang. Meski demikian, tetap saja pembuatan tato tidak bisa dibuat sebanyak - banyaknya secara sembarangan, karena harus mematuhi aturan - aturan adat. Baik tato pada lelaki atau perempuan, secara tradisional dibuat menggunakan duri buah jeruk yang panjang. Seiring dengan perkembangan jaman kemudian menggunakan beberapa buah jarum sekaligus. Yang tidak berubah adalah bahan pembuatan tato yang biasanya menggunakan jelaga dari periuk yang berwarna hitam.
Tatto dan asesoris Suku Dayak.
Untuk melihat Suku Dayak kita bisa melihat mudah di Desa Budaya Pampang di Samarinda dan Festival Budaya Capgomeh di Singkawang, jika anda ingin melihat langsung Suku Dayak bisa memakan waktu perjalanan 2-3 hari menyusuri Sungai Kalimantan. saat ini sudah banyak Suku Dayak yang berbaur dengan masyarakat, semoga tetap terjaga Budaya Asli mereka tanpa lekang dimakan jaman.

Tari Enggang salah satu Tarian populer Suku Dayak.

Merauke Papua adalah destinasi Impian

Photography and Text by Barry Kusuma.

Bulan Juli adalah bulan spesial bagi saya, karena di bulan Juli saya akhirnya Traveling ke Destinasi impian yang sudah lama saya ingin kesana. yaitu Destinasi Merauke Papua, semenjak saya menginjakkan kaki di Sabang 8 tahun silam sejak itu saya berjanji suatu saat saya harus ke Merauke yang merupakan ujung timur Indonesia. banyak teman Travelers & Fotografer yang menanyakan kenapa saya harus pergi ke Merauke dan tidak destinasi lain, awalnya saya ingin ke Merauke tujuan utamanya adalah untuk membuat Buku kedua saya yang isinya keindahan alam dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke, sebelum saya pergi ke Merauke saya mempersiapkan perlengkapan kamera. selain DSLR yang selalu saya bawa, pada trip kali ini sebenarnya saya ingin membawa Samsung NX2000 yang baru saja saya dapatkan, kamera Mirrorless yang ingin saya uji baik kualitas dan ketahanan memotret selama di Merauke Papua. selain ringan sebenarnya saya ingin membawa Mirrorless dikarenakan banyak gosip di Papua jika kita memotret harus membayar, makanya saya agak takut membawa kamera DSLR yang besar dan mencolok perhatian banyak orang disana.
.
Sungai Maro di Merauke disaat Senja - Photo taken with Samsung NX2000 -
karena faktor keamanan itulah saya membawa Kamera Mirrorless Samsung NX2000 agar Traveling saya selama di Merauke merasa nyaman walaupun tetap saya membawa DSLR untuk berjaga jaga. perjalanan dari Jakarta menuju Merauke memakan waktu hampir 9 jam, karena berangkat dari Jakarta jam 1 malam transit Makassar terlebih dahulu dan dilanjutkan ke Merauke Papua. total perjalanan kurang lebih adalah 8 jam, setiba dibandara dan dijemput oleh teman saya Om Ius saya berkeliling kota Merauke. ternyata Merauke sangat berbeda dari kota kota di daerah Papua lainnya. disini banyak pendatang dan penduduk lokalnya pun sangat ramah, ketika saya mendatangi pasar pasar tradisional saya sangat nyaman memotret dengan kamera Mirrorless Samsung NX2000 karena bentuknya kecil dan membuat penduduk lokal tidak menyadari kehadiran saya untuk memotret.

video
Unboxing Samsung NX2000 Camera, Ready to Travel? lets Go!!!

dalam setiap Traveling yang saya lakukan adalah selalu live tweet di twitter saya @barrykusuma dan selalu menshare foto foto traveling secara cepat, untungnya dengan fitur autoshare di Samsung NX2000 membuat foto2 dengan mudahnya ditransfer melalui koneksi wifi ke smartphone Android saya. dan saat itu juga saya bisa langsung mengedit dengan instagram dan langsung dishare sekaligus ke Facebook dan twitter. walaupun gadget yang saya bawa cukup canggih, ternyata di Merauke signal HP sangat2 lelet hehe.. dan harus sabar agar data foto bisa terkirim ke sosial media. ketika waktu sudah sore ternyata di Merauke dikenal dengan sebutan Kota Rusa, ya karena disini sangat banyak rusa dan dagingnya pun jauh lebih murah daripada daging sapi. sehingga sore menjelang malam saya mencoba Sate Rusa yang banyak dijual di kota Merauke ini.

Foto Sate Rusa yang banyak dijual di Merauke - Photo Taken with Samsung NX2000 -
keesokan harinya saya memang sudah merencakanan untuk pergi ke Taman Nasional Wasur, Taman Nasional ini merupakan habitat dari Kangguru kecil, rusa dan perbatasan Sota yang merupakan perbatasan langsung Papua Nugini dengan Republik Indonesia. untuk mencapai Taman Nasional dan perbatasan ini memakan waktu 1.5 sd 2 jam dari Kota Merauke.

untuk objek wisata apa saja sih yang ada di Merauke Papua ini :

Perbatasan Sota di Taman Nasional Wasur :
Di Perbatasan Sota Papua Nugini - Republik Indonesia - Photo Taken with Samsung NX2000 -
Sota merupakan sebuah destinasi yang terletak sekitar 80 km dari Merauke. daerah ini walaupun rapih tetapi masih sangat sederhana dan tempat ini memiliki makna tersendiri bagi bangsa Indonesia karena menjadi daratan terakhir Indonesia di bagian timur, yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. ketika saya menginjakkan kaki di Merauke Perbatasan Sota inilah tujuan utama saya datang kesini, karena memang bagian Indonesia paling ujung. Selain tugu perbatasan, di area ini juga terdapat taman yang dilengkapi dengan beberapa pondok bergaya Honai (rumah adat Papua yang berbentuk kubah dan beratap jerami). Di salah satu sudut taman, pengunjung juga bisa menemukan sebuah bangunan unik, yakni Musamus. Layaknya sebuah tugu, bangunan setinggi sekitar dua meter dan berwarna cokelat ini adalah sarang semut. Selain di area perbatasan tersebut, Musamus juga banyak dijumpai di beberapa spot di Taman Nasional Wasur dengan ukuran yang beragam, dari mulai beberapa centimeter hingga 3 meter.

Musamus Rumah Semut di TN Wasur Papua - Photo Taken with Samsung NX2000 -
sepanjang perjalanan melalui Taman Nasional Wasur dikanan kiri kita bisa melihat banyak padang savana dan danau yang ditumbuhi oleh teratai liar, dan setelah semakin mendekati taman nasional dikanan kiri kita bisa melihat Musamus yaitu Rumah Semut yang sangat banyak yang tingginya bisa mencapai 3 sd 4 meter. ketika melihat dari dekat kita akan berdecak kagum karena Semut yang membangun bangunan sebesar ini. ada ungkapan peribahasa daerah untuk Musamus atau rumah semut ini "jangan melihat badan saya yang kecil, tetapi lihatlah hasil karya kita yang begitu megah"

Pantai Payum :

Merauke Punya beberapa pantai yang sangat indah, diantara beberapa Pantai di kota Merauke salah satu pantai favorite saya adalah Pantai Payum. pantai ini mempunyai garis pantai yang sangat panjang dan selain itu memiliki pasir pantai yang berwarna kecokelatan, suasana di Pantai ini sangat alami dan tidak banyak aktivitas penduduk, dipinggir pantai kita bisa melihat banyak tanaman kelapa yang dijadikan minuman tradisional disini. disini kita juga bisa melihat samudra luas dan spot untuk melihat matahari terbenam menjelang matahari terbenam.

Foto Pantai Payum di Merauke Papua - Photo Taken with Samsung NX2000 -
Untuk mengunjungi pantai ini pun lokasinya yang dekat dari pusat kota Merauke. Bila sarana transportasi umum jadi pilihan, maka wisatawan dapat menggunakan jasa angkutan kota berwana hijau dengan waktu perjalanan yang singkat. walaupun masih kurangnya infrastruktur di Pantai Payum ini, tetapi pantai ini merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi travelers yang pergi ke Merauke. Namun demikian, dengan bermodal potensi yang dimilikinya serta penataan yang lebih baik, pantai ini dapat menjadi pilihan utama para wisatawan.

Pantai Lampu Satu di Merauke Papua - Photo Taken with Samsung NX2000 -
tidak terasa 4 hari kami sudah mengelilingi objek wisata di Merauke, satu pengalaman yang saya temukan disini yaitu keramah tamahan masyarakat lokal dan Merauke ternyata adalah destinasi di Papua yang biaya hidupnya termasuk paling rendah jika dibandingkan daerah lain di Papua. disini saya juga mencoba kamera baru Samsung NX2000 dan pengalaman yang berbeda ketika mencoba kamera mirrorless baru ini. karena saya dengan mudahnya masuk ke pasar dan tempat kerajinan tanpa orang takut dengan kamera kamera besar seperti DSLR. sehingga membuat orang yang saya foto juga tampak natural. 

Kerajinan Tradisional dari Kulit Buaya di Merauke Papua - Photo Taken with Samsung NX2000 -

sesudah saya menginjakkan di Merauke Papua apakah lantas saya selesai Traveling keliling Indonesia, jawabnya tidak.. karena begitu banyak tempat dan destinasi di Indonesia yang harus saya explore. saat ini banyak destinasi baru yang bermunculan dan tidak sabar saya ingin menshare keindahan Indonesia di http://www.shootwowsharenow.com/ agar setiap orang Indonesia tahu kalau alam dan budaya Indonesia itu begitu indahnya dan membuat kita bangga menjadi orang Indonesia.

Nasi Kuning yang terkenal di Jalan Mandala Merauke, Nasi kuning terenak di Indonesia - Photo Taken by NX2000 -

Photography and Text by Barry Kusuma.

Siak Indrapura Kesultanan Islam terbesar di Indonesia.

Photography and Text by Barry Kusuma.

Riau mempunyai banyak kekayaan alam dan budayanya, saat ini Riau dikenal sebagai Kepulauan Riau dan Riau Daratan. Kali ini kita akan berkeliling Siak Inderapura dan sekitarnya untuk berburu foto alam, budaya dan arsitektur Melayu.

Siak adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang dulunya merupakan pusat kesultanan Islam terbesar di Riau yaitu Siak Sri Indrapura. Warisan kebesarannya pun hingga kini masih nampak di berbagai sudut kota. Sejarahnya yang panjang telah meninggalkan warisan peradaban Melayu yang mengagumkan dan pantas dibanggakan Indonesia.
Istana Kesultanan Siak yg sampai saat ini masih berdiri dan terawat sangat baik.
Istana Siak Sri Indrapura

untuk menuju ke Siak membutuhkan waktu 3 sd 4 jam dari kota Pekanbaru, Kabupaten Siak Riau ini memiliki beberapa bangunan megah bersejarah, sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, toko oleh penduduk Siak. yang terkenal yaitu Istana Siak Sri Indrapura saat ini istana ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk dirawat, ketika saya berkeliling didalamnya harus saya akui Musium Istana Siak ini sangat dirawat dengan baik dan didalamnya pun masih banyak barang peninggalan Sultan.Untuk dapat melihat Bangunan bangunan Melayu zaman/tempo dulu dijuluki juga sebagai ‘Istana Matahari Timur’, jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Di Siak Riau terdapat Kesultanan Siak Sri Inderapura yang merupakan sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. Kerajaan ini didirikan di Buantan oleh Raja Kecil dari Pagaruyung bergelar Sultan Abdul Jalil pada tahun 1723, setelah sebelumnya terlibat dalam perebutan tahta Johor. Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa. Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia.

Jembatan Siak yang sangat megah dan besar, salah satu Jembatan terbesar di Pulau Sumatera.
Jembatan Siak

Jembatan Istana Siak berada sekitar 100 meter disebelah Tenggara kompleks Istana Siak Sri Indrapura. jembatan ini merupakan ikon dari Kabupaten Siak, jembatan ini sangat megah dan bagus untuk difoto. Jembatan tersebut dibuat tahun 1899. Dibawah jembatan istana terdapat sungai (parit), diduga dulu sekaligus sebagai parit pertahanan kompleks istana.

Ikan Sungai yang masih banyak terdapat di Siak, dan menjadi kuliner khas Melayu disini

Udang Galah di Siak ini asli maknyus tenan gan, Udang sebesar telapak tangan ini bisa dinikmati seharga 30 sd 50rb perekor.
 
SeaFood Udang Galah dan Durian Siak.

jika sudah sampai di Siak, sangat direkomendasikan untuk mencoba Kuliner Udang Galahnya yang tersohor. kita bisa banyak menemui Udang Galah ini di Restoran atau Warung Melayu, sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu karena yang memakan dan yang menjual tidak banyak. setelah mencoba Rasa udang Galah Siak ini memang sangat spesial, selain ukurannya yang sangat besar juga sangat fresh. harganyapun lebih murah dari Jakarta, untuk udang sekepal tangan saya harganya mencapai Rp 50.000


Durian Siak ini menurut saya durian paling enak di P Sumatera, Durian Montong mah lewaatt.
kalau sudah makan hidangan utama pasti ada pencuci mulutnya, ya Durian Siak boleh dicoba setelah memakan udang Galah. Durian Siak ini juga sangat spesial, bahkan saya bisa bilang Durian Siak ini durian yang paling enak dibandingkan Pekanbaru. Durian ini bisa kita jumpai di sepanjang jalan sebelum memasuki Kota Siak.

Suasana Sungai Siak dari atas Jembatas Siak, banyak aktivitas lalu lalang di Sungai ini.
Masjid Syahabuddin

Merupakan masjid Kerajaan Siak, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Kasim I. Masjid berdenah 21, 6 X 18, 5 m. Bangunan masjid telah berkali-kali mengalami perbaikan tetapi masih mempertahankan bentuk aslinya.


Mesjid Syahabuddin yang merupakan mesjid kerajaan Siak, bentuk dan arsitekturnya cukup lama dan kuno.
Makam Sultan Kasim II

Terletak dibelakang masjid Syahabuddin, dimakamkan Sultan Kasim II (Sultan terakhir mangkat pada 23 April 1968. Jirat makam sultan berbentuk 4 undak dari tegel dan marmer berukuran panjang 305 cm. Lebar 153 cm. Dan tinggi 110 m. Nisannya dari kayu berukir motif suluran –suluran. Bentuknya bulat silinder bersudut 8 dengan diameter 26 cm dan kelopak bunga teratai.

Note : saat ini Istana Sultan Siak sudah diserahkan ke Pemerintah Daerah setempat dan beralih fungsi menjadi musium. selama saya berkeliling Indonesia menurut saya Musium Istana Kesultanan Siak ini adalah salah satu musium terbaik dan terawat di Indonesia. semoga banyak musium musium di daerah terutama bisa mencontoh Musium Istana Siak ini.

Photography and Text by Barry Kusuma.

Taman Nasional Wasur Merauke, Serengeti Papua.

Taman Nasional Wasur merupakan bagian dari lahan basah terbesar di Papua dan yang masih alami. Biodiversitasnya membuat taman nasional ini dijuluki sebagai "Serengeti Papua"
Rumah Semut setinggi 3-4 meter yang hanya ada di Merauke Papua.
Merauke merupakan destinasi yang cukup spesial buat saya, bukan karena destinasi lain di Indonesia tidak spesial. tetapi Merauke merupakan destinasi impian saya ketika 6 tahun lalu saya menginjakkan kaki di Sabang Aceh, pada saat di Sabang Aceh saya berjanji suatu hari nanti saya akan menginjakkan kaki di Merauke Papua yang merupakan ujung Timur Indonesia. Matahari terbit pertama kali di Timur Indonesia yaitu di Merauke, tetapi kenapa banyak orang lebih mengenal Sabang sampai Merauke ya, tetapi perdebatan ini menjadikan kedua destinasi Sabang & Merauke menjadi destinasi yang cukup populer. saking populer kedua destinasi ini sampai sampai tidak perlu dipromosikan lagi hehe

Keindahan Taman Nasional Wasur Merauke Papua
saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mengunjungi Merauke, dikarenakan informasi pariwisata yang sangat terbatas. saat saya googling dan riset sangat sedikit informasi yang bisa saya dapat, dan tidak ada lokal contact yang membuat saya ragu untuk menuju kesana. beberapa bulan yang lalu teman baik saya om ius yang beliau tinggal di Merauke kebetulan ke Jakarta dan saat itu saya meminta informasi lengkap tentang Merauke dan akhirnya sekarang saya bisa menikmati keindahan alam Merauke Papua.

banyak danau kecil di TN Wasur, danau yg banyak ditumbuhi oleh bunga Teratai liar.
Perbatasan Sota dan Taman Nasional Wasur

ada destinasi yang wajib dimasukkan dalam daftar kunjungan, terutama bagi wisatawan Nusantara. Sota merupakan sebuah distrik yang terletak sekitar 80 km dari Merauke. Meski kondisinya masih sederhana, distrik ini memiliki makna tersendiri bagi bangsa Indonesia karena menjadi daratan terakhir Indonesia di bagian timur, yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. Suasana di kawasan perbatasan ini cukup nyaman. Selain tugu perbatasan, di area ini juga terdapat taman yang dilengkapi dengan beberapa pondok bergaya Honai (rumah adat Papua yang berbentuk kubah dan beratap jerami). Di salah satu sudut taman, pengunjung juga bisa menemukan sebuah bangunan unik, yakni Musamus. Layaknya sebuah tugu, bangunan setinggi sekitar dua meter dan berwarna cokelat ini adalah sarang semut. Selain di area perbatasan tersebut, Musamus juga banyak dijumpai di beberapa spot di Taman Nasional Wasur dengan ukuran yang beragam, dari mulai beberapa centimeter hingga 3 meter.

Rumah semut atau Musamus yg berada ditengah hutan TN Wasur, hati2 banyak ular dan serangga disini.
untuk menuju ke Perbatasan Sota ini kita harus melewati Taman Nasional Wasur, selama 1.5jam perjalanan dari Kota Merauke kita bisa melihat dikanan kiri danau kecil yang ditumbuhi Teratai dan padang rumput savana yang menghampar luas. yang unik dan sangat menarik kita bisa jumpai banyak rumah semut di Taman Nasional ini, kita bisa menepi dipinggir jalan dan melihat Rumah Semut Musamus setinggi 3 sampai dengan 4 meter langsung dihadapan kita. untuk melihat Rumah semut ini diharapkan berhati hati karena kita harus melalui padang rumput savana dan disini masih banyak dijumpai ular berbisa dan serangga lainnya. begitu melihat rumah semut begitu dekat ada perasaan kagum akan hasil karya para semut ini. ada pepatah masyarakat setempat yang menyebutkan " jangan lihat badan kita yang kecil, tetapi lihatlah Mahakarya kita yang begitu besar"

Bagi Travelers yang berasal dari Ibukota yang ingin mengexplore Merauke Papua, perjalanan dapat dilakukan menggunakan layanan penerbangan dari Merpati Nusantara Airlines, yang melayani penerbangan ke Merauke sebanyak 3 kali dalam seminggu. lama perjalanan 8 jam total dan biasanya transit terlebih dahulu di Makasar. untuk transportasi darat kita bisa menyewa mobil di bandara dengan rate Rp 600.000 sd 700.000 belum termasuk bensin dan supir. di Kota Merauke juga banyak hotel dan homestay yang terjangkau dan bersih.

saya biasanya jarang foto diri, tetapi di perbatasan Sota Papua Nugini - Republik Indonesia & diujung timur Indonesia ini wajib harus foto diri sendiri hehe
Untuk menuju Sota dan menyaksikan uniknya rumah semut, wisatawan dapat terbang ke Merauke dengan Merpati Nusantara Airlines, dengan jadwal penerbangan 3 kali seminggu.
 
Tips Travel Foto
1. cuaca di Merauke sangat susah ditebak, amannya adalah kita berangkat saat pagi pagi sekali karena waktu perjalanan ke TN Wasur sekitar 1.5jam.
2. lensa yang dibawa cukup range 24-70mm atau lensa wide untuk memotret pantai disekitar kota.
3. Merauke merupakan kota Pendatang, untuk menemukan masyarakat lokal sudah agak susah tetapi bisa kita jumpai selama perjalanan ke TN Wasur.